Menit.co.id – Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran langsung memicu sorotan tajam dari sejumlah politisi Amerika Serikat.
Salah satu yang paling vokal adalah Senator Partai Republik Lindsey Graham yang secara terbuka mengkritik keputusan tersebut dan menyebut langkah Iran itu tidak membawa perubahan yang diharapkan oleh komunitas internasional.
Senator senior dari South Carolina itu menilai keputusan Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai penerus ayahnya bukanlah perkembangan positif bagi situasi politik global.
Ia menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan tersebut tidak menunjukkan arah baru yang diinginkan oleh banyak pihak di luar Iran.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial X, Graham bahkan menyatakan keyakinannya bahwa hanya soal waktu sebelum Mojtaba Khamenei menghadapi nasib yang serupa dengan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Menurutnya, dinamika politik dan tekanan internasional terhadap Iran masih akan terus berlanjut.
Selama ini Graham dikenal sebagai salah satu tokoh politik Amerika yang paling keras dalam menyikapi Iran.
Ia telah lama mendorong pemerintah AS untuk mempertimbangkan opsi serangan militer terhadap negara tersebut guna menekan program nuklir dan kebijakan regional Teheran.
Sebuah laporan dari media Amerika, The Wall Street Journal, bahkan menyebut Graham pernah memberikan arahan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai cara melobi Presiden AS Donald Trump agar mengambil langkah lebih tegas terhadap Iran.
Sementara itu, pemerintah Iran secara resmi mengumumkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru pada Minggu (8/3), sekitar sepekan setelah wafatnya Ayatollah Ali Khamenei yang sebelumnya memimpin negara tersebut selama bertahun-tahun.
Keputusan tersebut diambil oleh Majelis Pakar Iran yang beranggotakan 88 ulama senior. Mereka memilih Mojtaba, seorang ulama berusia 56 tahun, sebagai penerus kepemimpinan tertinggi negara, yang sekaligus menegaskan bahwa kelompok garis keras masih memiliki pengaruh kuat dalam struktur kekuasaan Iran.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum memberikan tanggapan resmi secara langsung terkait pengumuman tersebut.
Namun seorang jurnalis Fox News, Brian Kilmeade, mengungkapkan bahwa Trump sempat menyampaikan ketidaksenangannya terhadap keputusan Iran itu.
Menurut Kilmeade, Trump secara singkat mengatakan bahwa dirinya tidak menyambut baik terpilihnya putra Ayatollah Ali Khamenei sebagai pemimpin baru Iran. Pernyataan tersebut disampaikan dalam percakapan pribadi yang kemudian diungkapkan kepada publik.
Dalam komentar sebelumnya, Trump juga pernah meremehkan figur putra Khamenei itu dengan menyebutnya sebagai sosok yang tidak terlalu berpengaruh dalam politik internasional.
Saat diwawancarai oleh ABC News pada Minggu (8/3), sebelum Iran secara resmi mengumumkan kepemimpinan baru, Trump bahkan menegaskan bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru harus mendapat persetujuan dari Amerika Serikat.
Ia juga menambahkan bahwa tanpa persetujuan tersebut, seorang pemimpin Iran tidak akan mampu bertahan lama di tengah tekanan geopolitik yang semakin kuat dari komunitas internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













