Menit.co.id – Penyebaran informasi palsu terkait dugaan perceraian pasangan selebritas Sonny Septian dan Fairuz A Rafiq menuai kecaman karena dinilai telah melewati batas kewajaran.
Kuasa hukum keluarga, Minola Sebayang, menyebut bahwa fitnah yang beredar tidak hanya mencemarkan nama baik pasangan tersebut, tetapi juga berdampak serius terhadap kondisi psikologis keluarga besar.
Minola menegaskan bahwa konten hoaks yang tersebar di media sosial tersebut sudah meresahkan karena turut menyeret anak sulung mereka, King Faaz.
Dalam berbagai unggahan, sejumlah akun tidak bertanggung jawab mencatut nama serta foto King Faaz dengan narasi seolah-olah ia menerima keadaan harus kehilangan sosok ayah untuk kedua kalinya.
“Ini sungguh artinya kejam ya. King Faaz dikatakan sudah siap dan ikhlas jika harus kehilangan sosok ayah untuk kedua kalinya. Jadi dicatut nama anaknya! Jadi ini memang luar biasa sekali,” tegas Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/4).
Menurutnya, tindakan manipulasi tersebut tidak hanya berbentuk tulisan, tetapi juga berupa video editan yang menampilkan potongan gambar lama King Faaz.
Video itu seolah-olah memperlihatkan pernyataan yang dikaitkan dengan isu keretakan rumah tangga orang tuanya, padahal tidak memiliki hubungan apa pun dengan isu perceraian yang diberitakan.
Dalam penjelasannya, Minola menyebut bahwa terdapat pula narasi di kolom komentar yang kembali memperkuat kebohongan tersebut, dengan menyebut bahwa King Faaz telah siap menghadapi kehilangan figur ayah.
Hal ini, lanjutnya, merupakan bentuk distorsi informasi yang sangat berbahaya karena melibatkan anak di bawah umur dalam isu keluarga yang sensitif.
Pihak keluarga mengaku sangat khawatir terhadap dampak jangka panjang dari jejak digital yang ditinggalkan oleh konten-konten tersebut.
Informasi palsu mengenai kondisi keluarga, khususnya yang menyangkut Sonny Septian, dinilai dapat memengaruhi kondisi mental anak-anak, terutama ketika mereka beraktivitas di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari.
Selain itu, keluarga juga menyoroti dampak psikologis terhadap lingkungan orang tua Fairuz A Rafiq.
Klarifikasi yang disampaikan dianggap penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan keluarga besar, terutama bagi orang tua yang sudah lanjut usia dan memiliki kondisi kesehatan yang tidak prima.
“Ada orang tua juga yang lagi dalam keadaan kurang sehat yang sudah cukup sepuh. Mungkin kalau tidak dijelaskan secara lugas, bisa saja mereka mengira hal itu benar terjadi dan anaknya menutup-nutupi,” ujar Minola.
Ia menambahkan bahwa penyebaran informasi tidak benar tersebut berpotensi menimbulkan kecemasan yang tidak perlu di kalangan keluarga besar, sehingga klarifikasi resmi menjadi langkah yang harus ditempuh untuk meredam situasi.
Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, pihak keluarga berharap masyarakat lebih bijak dalam menyaring konten yang beredar.
Minola menegaskan bahwa isu yang menyeret nama Sonny Septian dan keluarganya tersebut sepenuhnya tidak berdasar dan telah menimbulkan keresahan yang tidak seharusnya terjadi.
Dengan adanya klarifikasi ini, keluarga berharap tidak ada lagi penyebaran konten serupa yang dapat memperkeruh keadaan maupun merugikan pihak anak-anak yang menjadi korban utama dari informasi palsu tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













