Menit.co.id – Kabar penting datang dari kubu Manchester City setelah bek andalan mereka, John Stones, dipastikan akan mengakhiri kebersamaannya bersama klub pada akhir musim ini. Keputusan tersebut menandai berakhirnya perjalanan panjang satu dekade sang pemain di Etihad Stadium, yang ia tutup dengan rasa bangga karena seluruh target dan mimpi profesionalnya telah tercapai.
Kontrak Stones bersama Manchester City diketahui akan berakhir pada akhir Juni mendatang. Sejak didatangkan dari Everton pada bursa transfer musim panas 2016, bek berusia 31 tahun tersebut telah menjadi bagian penting dalam berbagai kesuksesan klub. Selama berseragam The Citizens, ia mencatatkan total 293 penampilan di semua kompetisi, menunjukkan konsistensi sekaligus kontribusi besar di lini pertahanan.
Selama memperkuat Manchester City, John Stones berhasil mengoleksi total 16 trofi bergengsi. Di antaranya termasuk enam gelar Premier League yang menegaskan dominasi City di kompetisi domestik Inggris. Selain itu, ia juga turut merasakan manisnya gelar Liga Champions, Piala Super Eropa, hingga Piala Dunia Antarklub yang melengkapi koleksi prestasi klub di level internasional.
Meski kariernya dipenuhi pencapaian luar biasa, perjalanan Stones di Manchester City tidak selalu berjalan mulus. Ia beberapa kali harus menghadapi masalah cedera yang mengganggu ritme bermainnya. Bahkan dalam dua musim terakhir, ia tercatat sempat absen cukup lama akibat kondisi fisik yang tidak stabil. Situasi tersebut menjadi bagian tersulit dalam perjalanan kariernya di Inggris.
Dalam sebuah pernyataan emosional yang ia unggah melalui media sosial, John Stones menggambarkan City sebagai rumah keduanya. Ia menyebut perjalanan bersama klub penuh lika-liku seperti rollercoaster, namun tetap meninggalkan kesan mendalam. Ia datang sebagai pemain muda dan kini pergi sebagai sosok yang lebih matang, baik sebagai pesepak bola maupun dalam kehidupan pribadi.
Stones juga mengungkapkan rasa syukur karena berhasil mencapai semua impian yang dulu ia bayangkan saat pertama kali bergabung. Ia menyebut telah tumbuh bukan hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai pribadi yang kini telah menjadi seorang ayah dan suami. Baginya, pencapaian di dalam dan luar lapangan menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidupnya di Manchester.
“Sejak awal saya tidak pernah membayangkan bisa sampai di titik ini. Bukan hanya soal trofi, tetapi juga tentang hubungan, cinta, dan ikatan dengan banyak orang di klub ini. Semua mimpi saya benar-benar terwujud,” ungkapnya dalam pesan perpisahan tersebut yang menggambarkan kedalaman emosinya.
Kepergian John Stones pada akhir musim ini menutup salah satu era penting dalam skuad Manchester City. Dengan segudang prestasi dan perjalanan panjang yang penuh dinamika, namanya akan tetap tercatat sebagai bagian dari sejarah kesuksesan klub dalam satu dekade terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













