Adaptasi Toprak Razgatlioglu Hadapi Tantangan Ban Michelin di MotoGP 2026

Avatar photo
Toprak Razgatlioglu

Menit.co.id – Debut Toprak Razgatlioglu di MotoGP 2026 semakin mendekat, namun pembalap Turki ini mengakui masih mempelajari karakter ban depan Michelin dengan seksama.

Menurutnya, memahami batas ban tersebut membutuhkan pengalaman langsung, dan Toprak Razgatlioglu bahkan tidak menutup kemungkinan harus mengalami crash agar benar-benar menguasainya.

Menjelang seri pembuka musim 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, pada 27 Februari–1 Maret, Razgatlioglu mengungkapkan kekhawatirannya terutama soal ban depan produksi Michelin.

“Saya belum sepenuhnya mengerti limitnya,” ujar Razgatlioglu. “Mungkin saya perlu jatuh dulu untuk memahaminya.”

Fase pramusim MotoGP 2026 di Buriram pada 21–22 Februari memperlihatkan bahwa adaptasi Toprak Razgatlioglu dengan Yamaha YZR-M1 masih berjalan lambat.

Tes tersebut menempatkan Razgatlioglu di posisi kedua dari bawah, tertinggal lebih dari dua detik dari pembalap tercepat, Marco Bezzecchi dari Aprilia, menandakan tantangan besar menghadapi perbedaan gaya balap antara World Superbike dan MotoGP.

Salah satu kendala utama adalah perbedaan karakter ban. Razgatlioglu menjelaskan ban Pirelli di World Superbike lebih mudah dikendalikan saat mulai selip, sementara ban Michelin di MotoGP “tidak berhenti lagi” begitu mulai kehilangan cengkeraman.

Perbedaan ini memaksa Razgatlioglu untuk lebih halus dalam membuka gas, sebuah adaptasi sulit bagi pembalap yang terbiasa men-slide ban belakang untuk membantu motor berbelok. Insting balapnya dari World Superbike sering berbenturan dengan tuntutan motor MotoGP.

“Di Superbike, saya selalu menggunakan ban belakang untuk mengendalikan motor, meluncur, meluruskan motor, dan berakselerasi. Di MotoGP, semuanya kebalikannya,” ungkap Razgatlioglu.

Rekan setimnya di Pramac Yamaha, Jack Miller, menyadari kesulitan yang dihadapi Toprak Razgatlioglu. Miller menekankan bahwa ban Michelin sangat sensitif dan membutuhkan pengelolaan gas presisi, terutama pada Yamaha YZR-M1 dengan mesin empat silinder segaris.

“Masalah terbesar Michelin adalah begitu mulai spin, ban terus berputar sampai masuk ke gigi lima atau enam, bahkan di lintasan lurus,” jelas Miller. Ia menambahkan bahwa tim sering mengingatkan Razgatlioglu untuk “berkendara halus,” namun praktiknya jauh lebih sulit daripada teori.

Seri pembuka MotoGP 2026 akan berlangsung di Buriram, Thailand, pada 27 Februari–1 Maret. Tes pramusim menunjukkan Toprak Razgatlioglu masih perlu banyak belajar untuk bersaing di level tertinggi.

Meski menghadapi tantangan, pembalap asal Turki ini tetap bertekad menyesuaikan gaya balapnya, belajar dari Jack Miller, dan bekerja sama dengan tim Pramac Yamaha. Fokus utama Razgatlioglu kini adalah membangun kepercayaan diri di motor MotoGP dan menguasai ban Michelin untuk memaksimalkan potensi di musim debutnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News