BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Integrasi JMO dan Lapak Asik untuk Kemudahan Klaim JHT

Avatar photo
Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan
Add as preferred source on Google

Menit.co.id – Memasuki awal Mei 2026, BPJS Ketenagakerjaan memperkuat langkah transformasi digital dengan mengintegrasikan fitur amalgamasi saldo melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) serta sistem antrean Lapak Asik.

Inovasi ini dirancang untuk memudahkan pekerja yang berpindah instansi dalam menyatukan dana Jaminan Hari Tua (JHT) secara mandiri, sehingga tidak ada lagi dana yang terpisah akibat perbedaan nomor kepesertaan.

Langkah digitalisasi ini menjadi bagian dari upaya modernisasi layanan agar peserta dapat mengakses haknya dengan lebih cepat, transparan, dan efisien tanpa harus melalui proses manual yang panjang.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Maluku, Heru Siswanto, menegaskan pentingnya kewaspadaan peserta terhadap praktik percaloan yang masih berpotensi muncul dalam proses pencairan manfaat. Ia menekankan bahwa seluruh layanan klaim kini telah tersedia secara resmi melalui kanal digital tanpa biaya tambahan.

“Peserta kami imbau agar tidak mudah tergiur pihak yang mengaku bisa mempercepat pencairan dengan meminta imbalan. Seluruh proses klaim JHT dapat dilakukan secara mandiri melalui Jamsostek Mobile (JMO) maupun Lapak Asik dengan mudah, cepat, dan tanpa pungutan biaya,” ujar Heru.

Ia juga menyoroti risiko yang ditimbulkan apabila peserta menggunakan jasa pihak ketiga. Selain berpotensi membocorkan data pribadi, nilai manfaat yang diterima peserta bisa berkurang akibat adanya biaya jasa perantara.

Heru menambahkan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari dorongan agar masyarakat lebih adaptif terhadap sistem digital. Menurutnya, modernisasi layanan ini menjadi bentuk penguatan peran negara dalam menghadirkan perlindungan jaminan sosial yang lebih inklusif dan mudah dijangkau.

“Transformasi ini terus kami dorong agar peserta terbiasa dengan layanan digital. Ini bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan perlindungan jaminan sosial yang lebih merata,” jelasnya.

Di sisi lain, pembaruan sistem juga dilakukan di wilayah Sumatera Barat. Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Padang, Afrialdi, menjelaskan bahwa pengembangan fitur antrean berbasis jadwal pada platform Lapak Asik memberikan kepastian waktu layanan bagi peserta.

“Dengan sistem antrean berbasis jadwal ini, peserta bisa merencanakan kedatangan atau verifikasi secara lebih pasti. Tujuannya memberikan kenyamanan dan kepastian layanan, khususnya bagi peserta di Sumatera Barat,” kata Afrialdi.

Dalam pembaruan fitur amalgamasi, peserta diwajibkan melakukan sinkronisasi data kependudukan serta verifikasi wajah melalui aplikasi JMO. Proses ini menjadi bagian dari penguatan keamanan data sekaligus validasi identitas peserta.

Selain itu, pengajuan melalui Lapak Asik kini dibuat lebih sederhana dengan lima tahapan praktis, mulai dari pengisian data awal hingga pengunggahan dokumen paklaring. Setelah seluruh dokumen terverifikasi, peserta akan menerima barcode antrean beserta estimasi waktu pelayanan melalui email.

Dengan sistem ini, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan efisiensi layanan berbasis digital yang lebih cepat, aman, dan mudah diakses oleh seluruh peserta di berbagai wilayah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News