Menit.co.id – Operasi tangkap tangan (OTT) yang kembali digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi perhatian publik setelah Bupati Pemalang Anom Widiyantoro termasuk salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tersebut. Peristiwa yang berlangsung pada Rabu (29/7/2026) itu kembali menambah daftar kepala daerah yang tersangkut proses hukum melalui operasi senyap lembaga antirasuah sepanjang 2026.
Hingga saat ini, KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap para pihak yang diamankan. Lembaga antirasuah tersebut juga belum mengungkap secara rinci dugaan tindak pidana maupun barang bukti yang menjadi dasar pelaksanaan OTT tersebut.
Di tengah berkembangnya informasi mengenai kasus ini, masyarakat mulai mencari tahu sosok Anom Widiyantoro, termasuk rekam jejak karier, latar belakang pendidikan, hingga afiliasi politiknya sebelum memimpin Kabupaten Pemalang. Salah satu pertanyaan yang banyak muncul adalah Bupati Pemalang Partai apa dan bagaimana perjalanan politiknya hingga memenangkan Pilkada Pemalang 2024.
Bupati Pemalang Partai Apa? Ini Partai Pengusung Anom Widiyantoro
Menjawab pertanyaan Bupati Pemalang Partai apa, Anom Widiyantoro maju pada Pilkada Pemalang 2024 sebagai calon bupati yang diusung Partai Golkar. Selain Golkar, pencalonannya juga mendapat dukungan dari Partai Perindo, Partai Buruh, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gelora, serta Partai Hanura. Bersama calon wakil bupati Nurkholes, pasangan tersebut berhasil memperoleh suara terbanyak dan memenangkan kontestasi Pilkada Pemalang 2024.
Anom kemudian resmi dilantik sebagai Bupati Pemalang pada 20 Februari 2025 untuk menjalankan masa jabatan periode 2025–2030.
Latar Belakang Pendidikan dan Karier
Anom Widiyantoro lahir pada 20 Maret 1970. Sebelum memasuki dunia politik, ia dikenal sebagai profesional yang berkarier di sejumlah perusahaan milik negara (BUMN).
Pendidikan sarjananya ditempuh di Universitas Diponegoro dengan mengambil program studi Manajemen Keuangan. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan Magister Ekonomi dan Bisnis di Universitas Padjadjaran. Bekal akademik tersebut menjadi dasar perjalanan kariernya di sektor korporasi sebelum akhirnya memasuki dunia pemerintahan.
Karier profesional Anom dimulai di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA. Selama bekerja di perusahaan tersebut, ia menduduki berbagai posisi strategis hingga dipercaya menjadi General Manager.
Selanjutnya, ia memperoleh amanah sebagai Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Human Capital di PT Hotel Indonesia Properti yang merupakan anak usaha WIKA. Selain itu, Anom juga pernah berkarier di PT Wijaya Karya Realty, anak perusahaan PT Wijaya Karya, dengan jabatan sebagai direktur.
Pada 2024, Anom memutuskan mengundurkan diri dari jabatan di perusahaan untuk mengikuti kontestasi Pilkada Pemalang. Keputusan tersebut berbuah kemenangan setelah pasangan Anom Widiyantoro dan Nurkholes memperoleh suara terbanyak dalam pemungutan suara.
Pernah Ingatkan ASN Pegang Nilai Antikorupsi
Berdasarkan informasi dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Pemalang, saat melantik pejabat baru pada Agustus 2025, Anom Widiyantoro sempat mengingatkan para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang agar menjunjung tinggi nilai antikorupsi, kolusi, dan nepotisme.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta para pejabat meningkatkan disiplin dan profesionalisme dalam menjalankan tugas serta membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai pihak.
“Tingkatkan disiplin, dan profesionalisme dalam bekerja dan bangun komunikasi yang baik serta sinergi dengan berbagai pihak,” pesan Anom saat itu.
OTT KPK Masih Berproses
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan bahwa salah satu pihak yang diamankan dalam OTT di Kabupaten Pemalang adalah Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.
“Benar,” kata Fitroh, Rabu (29/7).
Namun demikian, Fitroh belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai barang bukti yang diamankan maupun konstruksi perkara yang sedang ditangani penyidik.
Sesuai ketentuan hukum, KPK memiliki waktu paling lama 1 x 24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum terhadap pihak-pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut.
Di tengah proses hukum yang masih berjalan, pertanyaan mengenai Bupati Pemalang Partai apa kembali menjadi sorotan publik. Berdasarkan data Pilkada Pemalang 2024, Anom Widiyantoro merupakan calon bupati yang diusung Partai Golkar dengan dukungan sejumlah partai politik lainnya sebelum akhirnya menjabat sebagai Bupati Pemalang periode 2025–2030.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
