Mesin Cuci Macet atau Berdengung? Ini Cara Cek Kapasitor Mesin Cuci yang Wajib Dicoba

Avatar photo
Cara Cek Kapasitor Mesin Cuci

Menit.co.id – Ketergantungan masyarakat modern terhadap mesin cuci sebagai alat elektronik pembantu rumah tangga kini semakin tinggi. Alat ini dianggap solusi paling efektif untuk menghemat waktu dan tenaga dalam mencuci pakaian.

Namun, sebagaimana perangkat elektronik lainnya, mesin cuci juga rentan mengalami kerusakan. Salah satu komponen krusial yang sering menjadi biang keladi masalah adalah kapasitor.

Oleh karena itu, memahami cara cek kapasitor mesin cuci dengan tepat merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki setiap pemilik rumah tangga.

Meskipun terdengar teknis, memperbaiki mesin cuci sebenarnya bisa dilakukan secara mandiri jika pengguna memahami dasar-dasar kelistrikan.

Dengan pengetahuan yang cukup, proses identifikasi kerusakan bisa berjalan lebih cepat, menghemat biaya jasa teknisi, dan memperpanjang umur pakai alat tersebut.

Peran Vital Kapasitor dalam Kinerja Mesin Cuci

Sebelum membahas lebih jauh mengenai cara cek kapasitor mesin cuci, penting untuk memahami fungsi dasar dari komponen ini secara fisik. Secara sederhana, kapasitor berfungsi sebagai penyedia daya ekstra atau “start booster” bagi dinamo mesin cuci.

Mesin cuci membutuhkan lonjakan arus listrik yang besar saat pertama kali dinyalakan untuk memutar dinamo agar mencapai putaran maksimal sesuai pengaturan. Kapasitor bertugas menyimpan muatan listrik ini, yang besarnya dinyatakan dalam satuan mikroFarad (uF).

Semakin besar nilai uF-nya, semakin besar pula muatan yang mampu ditampung. Jika komponen ini bermasalah, kinerja mesin cuci pasti akan terganggu secara signifikan.

Jenis Kapasitor Berdasarkan Tipe Mesin Cuci

Dalam melakukan diagnosa, Anda perlu mengenali jenis mesin cuci yang dimiliki karena bentuk kapasitor yang digunakan berbeda.

Seperti dikutip dari berbagai sumber pada, Sabtu (31/1/2026) pemahaman ini akan memudahkan Anda menerapkan langkah-langkah cara cek kapasitor mesin cuci yang benar.

1. Mesin Cuci 2 Tabung

Tipe ini umumnya menggunakan kapasitor dengan 4 kabel. Komponen ini melayani dua fungsi berbeda: memutar tabung pencuci dan tabung pengering.

  • Kapasitor Pencuci: Memiliki nilai uF yang lebih besar. Terdapat dua lilitan (utama dan bantu) dengan jumlah yang sama agar mesin dapat berputar bolak-balik sesuai perintah timer dengan beban seimbang.
  • Kapasitor Pengering: Memiliki nilai uF yang lebih kecil dengan jumlah lilitan berbeda. Fungsinya menciptakan pergeseran sudut fasa antara arus dan tegangan agar motor pengering bisa berputar.

2. Mesin Cuci 1 Tabung (Front/Top Loading)

Tipe ini hanya mengandalkan satu kapasitor dengan 2 kabel. Hal ini wajar mengingat drum pada mesin cuci 1 tabung berfungsi ganda sebagai pencuci sekaligus pengering, sehingga sistem kelistrikannya lebih sederhana dibandingkan tipe 2 tabung.

3 Langkah Praktis Cara Cek Kapasitor Mesin Cuci

Untuk memastikan apakah kapasitor masih layak pakai atau sudah rusak, Anda bisa melakukan pengecekan mandiri di rumah. Berikut adalah rincian cara cek kapasitor mesin cuci menggunakan berbagai metode, mulai dari alat ukur hingga pemeriksaan fisik.

1. Menggunakan Multitester Analog

Metode ini dianggap paling praktis oleh banyak kalangan karena multitester analog mudah ditemukan di pasaran.

  • Langkah pertama adalah mengatur panel multitester ke posisi Ohm X1K.
  • Tempelkan probe kabel merah dan hitam pada terminal kapasitor.
  • Perhatikan pergerakan jarum di layar. Jika jarum bergerak ke kanan lalu perlahan kembali lagi ke kiri, itu berarti kapasitor dalam kondisi baik.
  • Sebaliknya, jika jarum bergerak ke kanan namun macet dan tidak kembali ke kiri, dapat dipastikan komponen tersebut rusak (konslet).

2. Menggunakan Multitester Digital

Jika Anda memiliki multitester digital, cara ini memberikan hasil pembacaan yang lebih spesifik.

  • Atur skala selektor ke simbol kapasitansi (biasanya bertanda F).
  • Sambungkan probe ke terminal kapasitor.
  • Perhatikan angka yang muncul pada layar LCD. Jika angkanya sesuai dengan nilai yang tertera pada label kapasitor atau menunjukkan muatan yang wajar, komponen tersebut masih berfungsi.
  • Jika layar tidak menampilkan angka sama sekali atau menunjukkan angka 1 (Open/Overload), maka kapasitor dipastikan rusak.

3. Metode Aliran Listrik (Tingkat Lanjut)

Metode ini tergolong riskan karena menyentuh langsung pada aliran listrik PLN, sehingga sangat tidak disarankan bagi awam dan hanya boleh dilakukan oleh teknisi profesional.

  • Siapkan dua kabel besar dan sambungkan masing-masing ujungnya ke terminal kapasitor.
  • Colokkan kabel tersebut ke stop kontak PLN sebentar saja, lalu segera cabut.
  • Setelah dicabut, sentuhkan kedua ujung kabel yang terhubung ke kapasitor tadi.
  • Jika muncul percikan bunga api saat kabel disatukan, kapasitor masih baik. Jika tidak ada api sama sekali, kapasitor sudah mati.

Peringatan: Jangan pernah menyentuh bagian logam kabel saat proses ini berlangsung untuk menghindari sengatan listrik.

Gejala dan Ciri Fisik Kerusakan

Selain menggunakan alat ukur, ada indikator visual dan pendengaran yang bisa memandu Anda sebelum menerapkan cara cek kapasitor mesin cuci.

  • Pemeriksaan Fisik: Lihat bentuk fisik kapasitor. Kapasitor yang rusak biasanya mengalami pembengkakan pada bagian atas (top) atau terlihat meleleh. Kabel yang terkelupas atau putus juga merupakan tanda kerusakan.
  • Suara Berdengung: Kapasitor yang lemah atau rusak seringkali mengeluarkan suara dengung (“ngeng-ngeng”) yang tidak wajar meskipun mesin tidak berputar.
  • Dinamo Tidak Berputar: Ciri paling khas adalah saat timer diatur, mesin terdengar berbunyi, namun dinamo atau tabung sama sekali tidak berputar.
  • Putaran Lemah: Mesin berjalan, namun putaran tabung terasa sangat lemah sehingga tidak mampu mengeringkan pakaian dengan optimal.
  • Program Gagal: Mesin cuci modern tipe 1 tabung mungkin akan berhenti total atau gagal menjalankan program pencucian jika kapasitor tidak mampu memberikan suplai daya awal yang cukup.

Memahami teknik dasar diagnosa ini bukan hanya hemat biaya, tetapi juga membantu Anda menjaga performa peralatan rumah tangga agar tetap awet. Jika setelah melakukan pengecekan kapasitor ternyata kondisinya masih baik, namun masalah pada mesin cuci tetap terjadi, disarankan untuk segera memanggil teknisi ahli guna mencegah kerusakan pada komponen lainnya.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.