Es Krim Karimata, Legenda 45 Tahun di Semarang

Es Krim Karimata

Menit.co.id – Di Kota Semarang, sebuah kedai es krim bergaya lawas tetap bertahan selama sekitar 45 tahun dan dikenal sebagai salah satu ikon kuliner legendaris.

Produk andalannya dibuat dari bahan utama 100% susu atau perasan santan asli tanpa tambahan air. Pada Sabtu (11/4), suasana panas terik justru mengiringi kunjungan ke lokasi yang telah lama menjadi tujuan pencinta es krim tradisional tersebut.

Es Krim Karimata menjadi sebutan yang melekat pada usaha rumahan ini karena konsistensinya mempertahankan resep lama.

Memasuki area rumah yang sekaligus berfungsi sebagai toko, pengunjung akan menemukan sistem bel sederhana yang masih digunakan.

Terdapat bel tradisional berbunyi terompet, serta tombol modern di pintu masuk. Saat pintu terbuka, terlihat beranda rumah yang dipenuhi etalase berisi berbagai varian es krim.

Di dalamnya, empat lemari pendingin menyimpan ratusan produk siap jual. Seorang petugas kasir menyambut langsung setiap pembeli yang datang dan menanyakan pesanan.

Pengalaman mencicipi es krim di tempat ini menghadirkan sensasi yang berbeda. Varian balok dengan kombinasi vanila, stroberi, dan cokelat tampil dalam warna lembut dan tidak mencolok.

Teksturnya tidak sehalus es krim modern pada umumnya, namun menjadi lebih nikmat setelah didiamkan sekitar satu menit. Varian lain seperti durian dan kopi disajikan dalam cup plastik dan disantap menggunakan sendok kayu kecil.

Pada gigitan pertama, rasa cokelat terasa kuat dengan sedikit pahit yang berpadu dengan lemak susu. Stroberi menghadirkan sensasi asam segar yang menyatu dengan manisnya susu, sementara vanila memberi aroma lembut yang memenuhi mulut.

Jika dinikmati bersamaan, ketiga rasa tersebut berpadu dalam satu pengalaman yang khas.

Varian durian menghadirkan aroma tajam buah tropis yang bertahan lama di lidah, sedangkan kopi memberikan rasa pahit khas yang berpadu dengan santan, menciptakan sensasi seperti minuman kopi santan dingin.

Menariknya, es krim ini juga kerap dinikmati bersama kerupuk simping yang renyah sebagai pelengkap rasa.

Sejarah usaha ini berawal dari Herlina Tanjung yang mulai merintis pada tahun 1981. Sebelumnya ia hanya berjualan es batu dari rumah, lalu berkembang menjadi es lilin hingga akhirnya memproduksi es krim secara mandiri.

Dalam perkembangannya, sang suami saat itu turut membantu dengan berkeliling menjajakan dagangan. Kini usaha tersebut telah memasuki generasi ketiga keluarga.

Resep yang digunakan tetap dijaga turun-temurun, berbasis buah-buahan asli, susu, gula pasir, serta santan murni tanpa campuran air.

Varian berbasis susu dan santan juga dibedakan untuk konsumen yang memiliki preferensi tertentu. Menurut pengelola, seluruh buah yang digunakan merupakan buah asli, termasuk durian, tanpa perisa buatan.

Hingga saat ini, jumlah varian yang tersedia telah berkembang menjadi sekitar 27 pilihan rasa dengan harga berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp25 ribu.

Selain itu, tersedia pula produk tart es krim dengan harga sekitar Rp255 ribu hingga Rp300 ribu. Perkembangan ini menunjukkan bagaimana Es Krim Karimata terus beradaptasi tanpa meninggalkan ciri khas tradisionalnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Exit mobile version