Menit.co.id – Pervis Estupiñán menjadi sosok kunci dalam Derby della Madonnina saat AC Milan berhasil menaklukkan rival sekotanya, Inter Milan, dengan skor tipis 1-0 di Stadion San Siro, Senin (9/3) dini hari WIB.
Duel panas dua raksasa kota Milan ini berlangsung sengit sejak awal hingga akhir pertandingan.
Gol semata wayang bagi Rossoneri lahir dari kaki bek kiri asal Ekuador, Pervis Estupiñán, pada menit ke-35. Gol tersebut menjadi momen krusial yang menentukan hasil akhir pertandingan yang berjalan dengan tensi tinggi selama 90 menit.
Kemenangan ini tidak hanya soal gengsi dalam laga derby. Tambahan tiga poin membuat Milan mampu memangkas selisih dengan Inter di puncak klasemen Serie A menjadi tujuh poin. Hasil positif ini juga kembali membuka peluang Rossoneri untuk tetap bersaing dalam perebutan gelar Scudetto musim ini.
Jalannya Pertandingan
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung memainkan tempo cepat. Inter Milan yang datang sebagai pemimpin klasemen langsung mencoba mengendalikan jalannya permainan dengan menekan lini pertahanan Milan.
Pada babak pertama, Nerazzurri mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 62 persen. Meski begitu, dominasi tersebut tidak mampu diterjemahkan menjadi peluang yang benar-benar berbahaya.
Sebaliknya, AC Milan tampil lebih efektif dalam memanfaatkan kesempatan. Pada menit ke-35, Pervis Estupiñán sukses membawa Milan unggul setelah memanfaatkan skema serangan yang dibangun melalui kerja sama Youssouf Fofana dan Rafael Leão.
Gol dari Pervis Estupiñán tersebut langsung memicu sorak sorai para pendukung Milan yang memenuhi tribun San Siro.
Inter berusaha membalas dengan meningkatkan tekanan ke lini belakang Rossoneri. Sejumlah peluang berhasil mereka ciptakan, namun penyelesaian akhir masih belum cukup tajam untuk menaklukkan pertahanan solid Milan.
Memasuki paruh kedua pertandingan, Inter tampil semakin agresif dalam melancarkan serangan. Sepanjang laga mereka mencatat sembilan percobaan tembakan, tetapi hanya satu yang benar-benar tepat sasaran.
Di sisi lain, Milan yang mencatat delapan tembakan mampu bermain disiplin. Rossoneri lebih fokus menjaga keunggulan sambil sesekali mengancam lewat skema serangan balik yang cepat.
Pertahanan Milan tampil sangat rapi hingga peluit panjang dibunyikan. Keunggulan 1-0 pun bertahan sampai pertandingan berakhir.
Peluang Scudetto Kembali Terbuka
Kemenangan ini membuat persaingan di papan atas Serie A kembali memanas. Inter Milan masih bertengger di posisi pertama dengan koleksi 67 poin dari 28 pertandingan.
AC Milan berada tepat di belakangnya dengan 60 poin. Dengan kompetisi yang masih menyisakan sejumlah pertandingan, hasil di Derby della Madonnina ini menjadi dorongan moral besar bagi Rossoneri untuk terus menekan Inter dalam perebutan gelar juara.
Selain itu, kekalahan ini juga mengakhiri catatan impresif Inter yang sebelumnya meraih 14 kemenangan beruntun di liga sejak terakhir kali tumbang—yang juga terjadi saat menghadapi AC Milan pada 24 November 2025.
Susunan Pemain
AC Milan (3-5-2):
Mike Maignan; Fikayo Tomori, Koni De Winter, Strahinja Pavlovic; Alexis Saelemaekers, Youssouf Fofana, Luka Modric, Adrien Rabiot, Pervis Estupinan; Rafael Leao, Christian Pulisic.
Pelatih: Massimiliano Allegri.
Inter Milan (3-5-2):
Yann Sommer; Alessandro Bastoni, Manuel Akanji, Yann Bisseck; Federico Dimarco, Henrikh Mkhitaryan, Piotr Zielinski, Nicolo Barella, Luis Henrique; Francesco Pio Esposito, Ange-Yoan Bonny.
Pelatih: Cristian Chivu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













