Menit.co.id – Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Haerul Saleh meninggal dunia setelah rumahnya mengalami musibah kebakaran pada Jumat (8/5/2026).
Peristiwa tragis tersebut sekaligus meninggalkan duka mendalam bagi sejumlah tokoh nasional yang mengenalnya sebagai sosok sederhana dan berdedikasi tinggi.
Kabar wafatnya Haerul Saleh sontak mengejutkan berbagai kalangan, termasuk para pejabat negara yang pernah bekerja maupun berinteraksi dengannya.
Almarhum diketahui meninggal dunia dalam insiden kebakaran yang juga menelan korban jiwa di sebuah rumah di kawasan Jakarta Selatan.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman turut menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhum. Ia mengenang sosok tersebut sebagai pribadi yang tenang, sederhana, serta memiliki komitmen kuat terhadap integritas dan tata kelola pemerintahan yang baik.
“Beliau adalah pribadi yang baik, tenang, sederhana, dan memiliki komitmen besar dalam menjaga integritas serta tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Mentan Amran Sulaiman sebagaimana dilansir Antara.
Menurutnya, almarhum selalu menunjukkan sikap profesional dalam setiap tugas yang diemban. Ia juga menilai bahwa dedikasi dan etos kerja yang tinggi menjadi ciri khas yang melekat dalam diri sosok tersebut selama menjalankan pengabdian kepada negara.
“Beliau sosok yang sangat menghargai kerja keras dan selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. Kami kehilangan salah satu putra terbaik bangsa yang telah banyak mengabdikan diri untuk Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman juga mengaku terkejut mendengar kabar duka tersebut. Ia menyebut almarhum sebagai sahabat yang cerdas dan memiliki hubungan dekat sejak lama, bahkan sebelum Pemilu 2014.
“Beliau salah satu sahabat saya. Sebelum Pemilu 2014, satu kamar saat pelatihan kaderisasi Gerindra,” kata Habiburokhman mengenang kebersamaan mereka.
Di sisi lain, peristiwa kebakaran terjadi di sebuah rumah yang berlokasi di Jalan TB Simatupang Nomor 3, RT 03 RW 02, Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dalam insiden tersebut, seorang warga berinisial KS (49) juga dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, membenarkan adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Untuk korban meninggal dunia atas nama KS (49) sudah diatasi oleh petugas,” ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Pasar Minggu untuk penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan awal petugas, api diduga berasal dari sisa-sisa cairan tiner yang digunakan dalam proses renovasi rumah. Kepulan asap hitam pertama kali terlihat oleh ketua RT setempat dari lantai tiga bangunan sebelum kemudian dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran.
Petugas Gulkarmat Jakarta Selatan bergerak cepat melakukan pemadaman. Operasi dimulai sekitar pukul 08.07 WIB dan berhasil diselesaikan pada pukul 08.46 WIB.
Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi rekan sejawat serta publik yang mengenal dedikasi almarhum selama ini. Kepergian Haerul Saleh menjadi kehilangan besar bagi lembaga tempatnya mengabdi dan bagi bangsa Indonesia secara luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
