Hansamu Yama Disorot Usai Derbi Jatim Arema FC Dibantai Persebaya 0-4

Avatar photo
Hansamu Yama
Add as preferred source on Google

Menit.co.id – Laga panas derbi Jawa Timur antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya berubah menjadi panggung sorotan publik setelah Singo Edan takluk dengan skor telak 0-4 pada lanjutan Super League 2025/2026.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, itu tidak hanya menghadirkan dominasi Green Force, tetapi juga memunculkan nama Hansamu Yama sebagai bahan perbincangan utama.

Bek yang pernah berseragam Persebaya Surabaya tersebut justru menjadi pusat perhatian usai performanya dinilai jauh dari ekspektasi.

Alih-alih mendapat simpati, Hansamu Yama malah menerima respons tak biasa dari kelompok suporter Bonek yang menyampaikan ucapan terima kasih bernada sarkastik karena dianggap turut mempermudah kemenangan Persebaya.

Sejak peluit awal dibunyikan, Arema FC sebenarnya mencoba tampil agresif. Beberapa peluang sempat tercipta melalui aksi Gustavo Franca Amadio dan Dalberto Luan Belo, namun ketajaman di lini depan belum mampu mengubah keadaan. Skor kacamata 0-0 pun bertahan hingga jeda babak pertama.

Persebaya Surabaya sendiri juga memiliki kesempatan untuk membuka keunggulan lebih cepat, tetapi penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat kedua tim harus puas memasuki ruang ganti tanpa gol. Jalannya pertandingan di babak pertama berlangsung terbuka dengan intensitas tinggi, namun tanpa hasil konkret.

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan berubah drastis. Persebaya Surabaya langsung mengambil inisiatif serangan dan berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-49 lewat gol Francisco Israel Rivera Davalos setelah menerima umpan matang dari Mihailo Perovic.

Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan. Arema FC mulai kehilangan kendali permainan, sementara Persebaya semakin percaya diri menekan pertahanan lawan. Situasi ini semakin sulit bagi tuan rumah ketika lini belakang mereka terlihat tidak solid.

Di sektor pertahanan, Hansamu Yama yang beroperasi di jantung pertahanan Arema beberapa kali terlambat membaca pergerakan cepat pemain depan Persebaya. Kondisi tersebut membuat organisasi lini belakang Singo Edan mudah ditembus oleh skema serangan Green Force.

Tekanan Persebaya kembali berbuah hasil pada menit ke-75. Jefferson Junio Antonio da Silva mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kelengahan barisan belakang Arema FC. Skor berubah menjadi 0-2 dan semakin memperlebar jarak keunggulan tim tamu.

Belum sempat bangkit, Arema kembali kebobolan pada menit ke-81. Francisco Rivera kembali menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan Singo Edan setelah mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini melalui skema serangan cepat yang kembali gagal diantisipasi.

Penderitaan Arema FC ditutup pada menit ke-86 setelah Mikael Alfredo Tata turut mencetak gol keempat bagi Persebaya Surabaya. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 0-4 tidak berubah dan memastikan kemenangan telak untuk tim tamu.

Di tengah kekalahan tersebut, sorotan tajam tertuju pada Hansamu Yama. Mantan pemain Persebaya itu dinilai tidak mampu menunjukkan performa terbaiknya dalam laga emosional tersebut. Kritik muncul dari berbagai pihak yang menilai dirinya menjadi salah satu titik lemah di lini belakang Arema FC.

Penilaian itu juga tercermin dari rating pemain pascalaga. Hansamu Yama hanya memperoleh nilai 5,3, menjadi yang terendah di antara pemain Arema FC lainnya. Sebagai perbandingan, Matheus Da Conceicao Nascimento meraih 8,0, sementara Arkhan Fikri mendapatkan 7,9.

Perbedaan mencolok tersebut semakin memperkuat anggapan bahwa performa lini belakang Arema tampil di bawah standar pada pertandingan krusial ini. Sementara itu, Persebaya tampil jauh lebih efektif dalam memanfaatkan setiap peluang yang mereka miliki.

Reaksi suporter Persebaya atau Bonek pun ramai memenuhi media sosial setelah laga berakhir. Alih-alih menghujat secara langsung, banyak di antara mereka justru melontarkan komentar bernada sindiran dan ucapan terima kasih.

Beberapa komentar yang beredar menyebutkan rasa “terima kasih” dengan gaya bahasa khas suporter, seperti “suwun akeh lurku Mojokerto tetap hijau” hingga “suwun gaes”. Bahkan ada pula yang menyinggung tekanan yang diterima pemain tersebut di media sosial Arema FC, menambah panas atmosfer pascalaga.

Nama Hansamu Yama pun kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan suporter karena statusnya sebagai mantan pemain Persebaya Surabaya. Hal itu membuat sorotan terhadap dirinya semakin besar dibandingkan pemain lain di lapangan.

Kekalahan telak ini sekaligus menegaskan rapuhnya lini belakang Arema FC yang gagal mengantisipasi serangan cepat lawan. Kesalahan individu dan koordinasi yang buruk menjadi faktor utama bobolnya gawang hingga empat kali tanpa balas.

Sebaliknya, Persebaya Surabaya tampil efisien dan disiplin sepanjang babak kedua. Kombinasi permainan cepat serta penyelesaian akhir yang efektif menjadikan mereka mampu menguasai jalannya laga dan menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan.

Hasil ini menjadi modal penting bagi Persebaya dalam melanjutkan persaingan di papan klasemen Super League. Sementara bagi Arema FC, evaluasi besar-besaran menjadi keharusan agar tidak kembali terpuruk di laga berikutnya.

Di tengah semua sorotan tersebut, Hansamu Yama kemungkinan masih akan menjadi bahan diskusi publik dalam beberapa waktu ke depan, seiring panasnya rivalitas derbi Jawa Timur yang kembali memuncak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News