Menit.co.id – Sejumlah komoditas kebutuhan pokok mencatat pergerakan harga yang beragam pada Sabtu, 2 Mei 2026. Berdasarkan pemantauan terbaru, beberapa bahan pokok strategis mengalami kenaikan, sementara sebagian lainnya justru mengalami penurunan. Fluktuasi ini kembali menunjukkan dinamika harga pangan di tingkat pasar tradisional yang masih cukup aktif.
Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, komoditas cabai merah besar menjadi salah satu yang mengalami kenaikan. Harga cabai jenis ini naik sekitar 1,54 persen atau setara Rp750 per kilogram, sehingga berada pada level Rp49.500 per kilogram.
Selain cabai, daging ayam ras juga menunjukkan tren kenaikan. Tercatat naik sebesar 2,68 persen atau sekitar Rp1.050 per kilogram, sehingga harganya kini mencapai Rp40.250 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada minyak goreng curah meski relatif tipis, yakni sebesar 0,24 persen atau Rp50 menjadi Rp20.550 per kilogram.
Produk turunan minyak goreng juga mengalami penyesuaian. Minyak goreng kemasan bermerek 1 naik 1,48 persen atau Rp350 menjadi Rp24.050 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek 2 hanya naik tipis 0,22 persen atau Rp50 menjadi Rp22.800 per kilogram. Pergerakan ini menjadi bagian penting dari dinamika harga pangan yang terus dipantau masyarakat.
Untuk komoditas beras, pergerakan harga terlihat bervariasi. Beras kualitas bawah II tercatat naik 0,69 persen atau sekitar Rp100 menjadi Rp14.650 per kilogram. Namun, sejumlah jenis beras lainnya justru mengalami penurunan. Beras kualitas bawah I turun 3,08 persen atau sekitar Rp450 menjadi Rp14.150 per kilogram. Beras kualitas medium I juga turun 1,86 persen atau Rp300 menjadi Rp15.800 per kilogram.
Penurunan lebih lanjut terjadi pada beras kualitas medium II yang turun 3,13 persen atau Rp500 menjadi Rp15.40 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas super I mengalami penurunan 2,88 persen atau Rp500 menjadi Rp16.850 per kilogram. Beras kualitas super II juga ikut turun 2,96 persen atau Rp500 menjadi Rp16.400 per kilogram. Kondisi ini memperlihatkan variasi signifikan dalam pergerakan harga pangan khususnya pada komoditas beras.
Komoditas bumbu dapur juga tidak luput dari perubahan. Bawang merah ukuran sedang tercatat turun 2,39 persen atau sekitar Rp1.110 menjadi Rp45.000 per kilogram. Bawang putih ukuran sedang juga mengalami penurunan sebesar 3,02 persen atau Rp1.200 menjadi Rp38.500 per kilogram.
Untuk kelompok cabai lainnya, cabai merah keriting turun cukup tajam sebesar 6,1 persen atau Rp2.850 menjadi Rp43.900 per kilogram. Cabai rawit hijau mengalami penurunan paling besar yaitu 12,14 persen atau Rp5.900 menjadi Rp43.050 per kilogram. Sementara cabai rawit merah turun 6,32 persen atau Rp4.050 menjadi sekitar Rp60.00 per kilogram.
Pada komoditas protein hewani, daging sapi juga mencatat penurunan. Daging sapi kualitas 1 turun 3,54 persen atau Rp5.250 menjadi Rp142.900 per kilogram. Sedangkan daging sapi kualitas 2 turun 2,75 persen atau Rp3.850 menjadi Rp136.250 per kilogram.
Untuk kebutuhan konsumsi harian lainnya, gula pasir turut mengalami penurunan. Gula pasir kualitas premium turun tipis 0,74 persen atau Rp150 menjadi Rp20.100 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal turun 1,04 persen atau Rp200 menjadi Rp19.050 per kilogram.
Telur ayam ras segar juga tercatat mengalami penurunan harga sebesar 2,97 persen atau Rp950 menjadi Rp31.000 per kilogram. Perubahan ini menambah daftar panjang dinamika harga pangan yang terjadi pada periode awal Mei 2026, di mana sebagian komoditas naik dan sebagian lainnya justru turun.
Secara keseluruhan, pergerakan harga pada sejumlah komoditas strategis ini menunjukkan bahwa kondisi pasar masih sangat dinamis. Pantauan PIHPS Bank Indonesia menjadi acuan penting dalam melihat perkembangan harian kebutuhan pokok, terutama di tengah perubahan permintaan dan pasokan yang terus terjadi di lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
