HYBE Bantah Diplomasi Larangan Perjalanan Bang Si-hyuk

Bang Si-hyuk

Menit.co.id – Perusahaan hiburan raksasa asal Korea Selatan, HYBE, secara resmi membantah adanya keterlibatan mereka dalam upaya diplomasi terkait pencabutan larangan perjalanan ke luar negeri yang dijatuhkan kepada pendiri perusahaan tersebut, Bang Si-hyuk.

Klarifikasi ini muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu yang menyeret nama salah satu tokoh paling berpengaruh di industri hiburan Korea tersebut.

Sebelumnya, Bang Si-hyuk diketahui telah dikenai larangan bepergian ke luar negeri sejak Agustus 2025.

Kebijakan tersebut diberlakukan sebagai bagian dari proses pemeriksaan atas dugaan penipuan yang berkaitan dengan penawaran umum perdana (IPO) HYBE pada tahun 2019.

Kasus ini menjadi salah satu sorotan besar di Korea Selatan karena melibatkan dugaan manipulasi informasi kepada investor serta potensi keuntungan ilegal bernilai sangat besar.

Mengutip laporan The Korea Herald pada Selasa, 21 April 2026, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Seoul disebut telah mengirimkan surat kepada Korean National Police Agency (KNPA).

Surat tersebut berisi permintaan agar larangan perjalanan terhadap Bang Si-hyuk dapat dicabut. Informasi ini kemudian memicu berbagai spekulasi di ruang publik, terutama karena intervensi diplomatik semacam itu dinilai tidak lazim dilakukan terhadap warga negara non-Amerika Serikat.

Menanggapi isu tersebut, HYBE segera mengeluarkan pernyataan resmi untuk meluruskan berbagai pemberitaan yang beredar.

Perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengajukan permohonan apa pun kepada Kedutaan Besar AS terkait pencabutan larangan perjalanan tersebut.

“Kami tidak pernah meminta Kedutaan Besar AS untuk mengupayakan pencabutan larangan perjalanan Ketua Bang,” ujar perwakilan resmi HYBE dalam keterangan tertulisnya.

Selain membantah keterlibatan dalam urusan diplomatik, HYBE juga meluruskan kabar yang menyebut adanya kemungkinan kehadiran Bang Si-hyuk dalam perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat ke-250.

Perusahaan menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada undangan resmi yang diterima terkait agenda tersebut.

Di tengah berkembangnya isu, muncul pula spekulasi lain yang mengaitkan surat dari Kedutaan Besar AS dengan kemungkinan pemberian izin perjalanan ke Amerika Serikat untuk mendampingi tur comeback ARIRANG Tour milik BTS.

Namun, HYBE menegaskan bahwa informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan tidak memiliki dasar konfirmasi resmi.

Sementara itu, pihak Kedutaan Besar AS di Seoul memilih untuk tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai polemik yang berkembang. Mereka hanya menyampaikan pernyataan singkat tanpa merinci substansi isu yang dipertanyakan publik.

“Kami tidak memiliki hal tambahan untuk disampaikan mengenai masalah itu,” demikian pernyataan singkat pihak kedutaan.

Di sisi lain, Komisaris Kepolisian Metropolitan Seoul, Park Jung-bo, menyampaikan bahwa hingga 20 April 2026, pihaknya belum menerima permintaan resmi apa pun dari Kedutaan Besar AS terkait kasus tersebut.

Ia menambahkan bahwa apabila surat itu memang ditujukan kepada Korean National Police Agency sebagai otoritas pusat, maka proses peninjauan akan dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan prosedur yang berlaku di Korea Selatan.

Kasus yang melibatkan Bang Si-hyuk sendiri masih terus dalam tahap penyelidikan intensif. Ia diduga memberikan informasi yang menyesatkan kepada investor menjelang IPO HYBE pada tahun 2019.

Selain itu, ia juga dituduh memperoleh keuntungan ilegal yang diperkirakan mencapai sekitar 190 miliar won atau setara dengan kurang lebih Rp2,2 triliun melalui skema dana ekuitas swasta yang melibatkan mantan eksekutif perusahaan.

Hingga saat ini, Kepolisian Seoul telah memanggil dan memeriksa Bang Si-hyuk sebanyak lima kali sebagai bagian dari proses pendalaman kasus tersebut.

Penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap secara menyeluruh dugaan pelanggaran yang terjadi dalam proses IPO HYBE serta aliran keuntungan yang dipersoalkan oleh otoritas hukum setempat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Exit mobile version