Menit.co.id – Pertandingan play-in NBA wilayah Barat menghadirkan drama tinggi saat Phoenix Suns menjamu Portland Trail Blazers di Mortgage Matchup Center, Selasa malam, 14 April 2026.
Dalam laga penentuan tiket menuju babak gugur, penampilan Jalen Green menjadi sorotan utama setelah ia memimpin Suns dengan torehan 22 poin.
Sejak awal pertandingan, kedua tim tampil dengan tempo cepat dan intensitas tinggi. Portland lebih dulu mengambil kendali permainan dengan dominasi tembakan jarak jauh, mencatatkan hingga sepuluh tembakan tiga angka yang membuat Suns kesulitan menjaga ritme.
Namun, Phoenix perlahan menemukan celah melalui serangan perimeter yang mulai efektif memasuki pertengahan laga.
Di tengah tekanan tersebut, Jalen Green menunjukkan ketenangan luar biasa. Meski sempat diragukan tampil akibat masalah pada lututnya, ia tetap turun ke lapangan dan tampil efisien.
Pada paruh pertama, Green mencatatkan akurasi 8 dari 14 percobaan tembakan, sebuah kontribusi penting yang menjaga peluang Suns tetap hidup.
Momen krusial terjadi menjelang turun minum. Green berhasil mengeksekusi tembakan tiga angka penting yang memangkas ketertinggalan Phoenix menjadi 62-65. Aksi tersebut menjadi titik balik momentum yang mengubah atmosfer pertandingan dan membangkitkan semangat tim tuan rumah.
Kondisi Suns semakin menantang karena mereka harus bermain tanpa bintang utama Devin Booker yang absen pada laga penting tersebut.
Absennya Booker membuat beban ofensif bertumpu pada pemain pelapis seperti Jamaree Bouyea dan Oso Ighodaro, yang menurut laporan Arizona Sports berusaha keras mengejar defisit hingga 14 poin sepanjang pertandingan.
Di sisi lain, Portland Trail Blazers datang dengan kekuatan tambahan setelah kembalinya Scoot Henderson. Guard muda tersebut baru saja kembali setelah absen dalam 51 pertandingan musim reguler akibat cedera hamstring kiri.
Blazers sendiri menutup musim reguler di posisi kedelapan wilayah Barat dengan rekor 42-40 berdasarkan data asatunews.co.id.
“Saya sekarang masuk ke mode yang berbeda. Saya berada di fase pemulihan. Saya berusaha kembali bugar,” ujar Scoot Henderson. Ia juga menambahkan bahwa dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam proses rehabilitasinya hingga akhirnya bisa kembali bermain pada April 2026.
Meski demikian, Suns tidak tinggal diam. Jalen Green kembali menjadi motor serangan utama dengan agresivitasnya menembus pertahanan Portland.
Kehadiran Jerami Grant yang dinyatakan fit turut memperkuat lini pertahanan Blazers dalam meredam penetrasi Green dan rekan-rekannya.
Pertandingan berlangsung semakin panas pada babak kedua. Kedua tim saling bertukar serangan, sementara atmosfer di arena kandang Phoenix semakin menegangkan.
Laporan sports.yahoo.com menyebutkan bahwa para pendukung Suns sempat menunjukkan optimisme hati-hati mengingat inkonsistensi performa tim sepanjang musim reguler.
Dalam situasi krusial tersebut, Jalen Green kembali membuktikan perannya sebagai pembeda. Dengan ketenangan dan keputusan cepat di momen-momen penting, ia membantu Suns menjaga momentum hingga akhir pertandingan.
Pada akhirnya, hasil laga ini memastikan pemenang mengamankan posisi unggulan ketujuh di babak playoff NBA wilayah Barat.
Sementara tim yang kalah masih memiliki kesempatan terakhir melalui laga tambahan menghadapi pemenang duel antara Los Angeles Clippers dan Golden State Warriors.
Dengan performa solid dan kontribusi penting dari Jalen Green, Phoenix Suns berhasil menjaga asa mereka di jalur menuju playoff, meski tantangan berat masih menanti di fase berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
