Kasus Pembunuhan Sadis di Rumbai Terungkap Lewat CCTV

Avatar photo
Pembunuhan Nenek Pekanbaru
Add as preferred source on Google

Menit.co.id – Kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang wanita lanjut usia di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, mulai menemukan titik terang setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan detik-detik kejadian yang berlangsung pada Rabu siang, 29 April 2026.

Korban diketahui bernama Dumaris Deniwati Boru Sitio (60), yang meninggal dunia setelah mengalami kekerasan brutal berupa pukulan berulang menggunakan balok kayu di bagian kepala.

Peristiwa ini menggegerkan warga setempat lantaran awalnya situasi di rumah korban terlihat berjalan normal. Namun, dalam hitungan menit, suasana berubah menjadi tragedi yang berujung pada pembunuhan keji yang dilakukan secara tiba-tiba oleh salah satu pelaku.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman Arta, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengantongi identitas para pelaku yang diduga berjumlah empat orang. Ia menyebut penyelidikan telah menunjukkan perkembangan signifikan.

“Alhamdulillah sudah ada titik terang,” ujar Muharman Arta saat dikonfirmasi awak media pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Dari hasil analisis rekaman CCTV yang diperoleh, terlihat sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di depan rumah korban. Dari kendaraan tersebut, seorang perempuan berkaus hitam yang diduga merupakan menantu korban, berinisial AF, terlihat memasuki halaman rumah. Ia kemudian disusul oleh seorang perempuan lain yang mengenakan jaket hoodie berwarna biru.

Tidak lama berselang, dua pria turut menyusul masuk ke area rumah korban. Sementara itu, korban Dumaris terlihat keluar dari kamar dan membuka pintu untuk menyambut para tamu tersebut. Dalam rekaman tersebut, tidak ada tanda-tanda kecurigaan pada awal pertemuan, bahkan korban terlihat menyalami para tamu sebelum mereka masuk ke ruang tengah rumah.

Di dalam ruangan, korban duduk bersama AF serta seorang perempuan lain. Mereka tampak berbincang dalam suasana yang tenang dan tidak menunjukkan adanya ketegangan. Hingga saat itu, tidak ada indikasi yang mengarah pada insiden pembunuhan yang kemudian terjadi.

Kapolresta Pekanbaru juga membenarkan bahwa perempuan berkaus hitam yang terekam CCTV tersebut adalah menantu korban. Ia menegaskan identitas tersebut telah dipastikan oleh pihak kepolisian.

“Iya, benar,” ucapnya singkat.

Namun suasana berubah drastis ketika seorang pria yang mengenakan kaus abu-abu dan memakai masker masuk ke dalam ruang tengah. Tanpa peringatan, pria tersebut langsung menyerang korban menggunakan balok kayu yang dibawanya. Serangan tersebut diarahkan ke bagian kepala korban secara bertubi-tubi hingga korban tak berdaya.

Tindakan kekerasan itu menjadi inti dari peristiwa pembunuhan yang kini tengah diselidiki aparat kepolisian. Setelah korban terjatuh dan tidak lagi bergerak, pelaku tersebut kembali melakukan tindakan lanjutan dengan merusak kamera CCTV yang merekam kejadian.

Menurut keterangan pihak kepolisian, pria yang melakukan pemukulan tersebut diduga memiliki hubungan dengan lingkaran keluarga korban. Ia disebut sebagai orang dekat atau selingkuhan dari menantu korban, AF.

“Ini diduga selingkuhan mantunya itu,” ungkap Kapolresta Pekanbaru.

Usai melakukan aksi brutal tersebut, para pelaku kemudian melarikan diri dari lokasi kejadian. Mereka juga diketahui membawa sejumlah barang berharga milik korban, termasuk perhiasan serta uang tunai sebesar 400 dolar Singapura. Aksi tersebut memperkuat dugaan bahwa motif pembunuhan ini tidak hanya berkaitan dengan konflik personal, tetapi juga disertai dengan tindak pencurian.

Saat ini, keempat pelaku masih dalam pengejaran intensif oleh tim Satreskrim Polresta Pekanbaru bersama Polda Riau. Aparat kepolisian telah mengerahkan berbagai upaya untuk mempercepat penangkapan para tersangka yang identitasnya telah diketahui.

Di tingkat pimpinan, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan turut memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini. Ia menegaskan bahwa pengungkapan kasus pembunuhan terhadap seorang warga lanjut usia tersebut menjadi prioritas dan harus segera dituntaskan sebagai bentuk tanggung jawab moral institusi kepolisian kepada masyarakat.

Dalam arahannya kepada jajaran Polresta Pekanbaru melalui Kasat Reskrim AKP Anggi Rian Diansyah, Irjen Herry menekankan pentingnya kerja keras dan dedikasi anggota di lapangan. Ia menilai bahwa setiap upaya aparat dalam mengungkap tindak pidana akan berdampak langsung terhadap tingkat kepercayaan publik terhadap Polri.

“Sampaikan salam saya kepada seluruh anggota, setiap tetes keringat anggota Polri itu membuat perubahan kepercayaan publik, masyarakat Pekanbaru kepada Polri,” kata Irjen Herry, Sabtu (2/5).

Jenderal lulusan Akpol 1996 tersebut juga menegaskan bahwa penanganan kasus ini tidak semata-mata bagian dari tugas penegakan hukum. Lebih dari itu, ia menyebutnya sebagai kewajiban moral yang harus dipegang teguh oleh setiap personel kepolisian.

Menurutnya, keberhasilan dalam mengungkap kasus pembunuhan ini mencerminkan komitmen Polri sebagai pelayan masyarakat yang bertanggung jawab menjaga rasa aman publik.

“Jadi bukan karena tugas kalian menegakkan hukum, tetapi itu adalah kewajiban moral, imperatif kategoris yang harus dibatinkan bahwa kalian adalah pelayan,” tambahnya.

Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi mendalami motif serta peran masing-masing pelaku dalam peristiwa tragis yang menewaskan Dumaris Deniwati Boru Sitio tersebut. Aparat juga terus memburu para tersangka agar segera dapat mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan hukum.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News