Menit.co.id – Kecelakaan bus ALS yang terjadi di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, turut membawa duka mendalam bagi Bupati Muratara Devi Suhartoni.
Dalam peristiwa tragis tersebut, dua anggota keluarganya dilaporkan meninggal dunia setelah truk tangki BBM yang mereka tumpangi ditabrak bus ALS di Jalur Lintas Sumatera.
Peristiwa kecelakaan bus ALS itu terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kawasan Muratara pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Dua korban yang meninggal diketahui bernama Aryanto (49) dan Martono (48). Keduanya merupakan sopir dan kernet truk tangki minyak yang berasal dari Desa Belani.
Bupati Devi Suhartoni mengungkapkan bahwa kedua korban memiliki hubungan keluarga dengannya. Ia menyebut sopir truk tersebut masih memiliki ikatan keluarga dekat.
“Dua korban adalah keluarga saya, sopir dan kernet truk tangki minyak itu dari Desa Belani. Untuk yang sopir itu nenek kami berdua beradik. Namun ini semua jalan Tuhan dan cobaan bagi saya sebagai pemimpin Muratara maupun sebagai keluarga,” ujar Devi, Jumat (8/5/2026).
Musibah kecelakaan bus ALS tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Devi mengatakan pihak Pemerintah Kabupaten Muratara saat ini terus melakukan pendataan terhadap korban serta membantu proses komunikasi dengan pihak keluarga dan perwakilan perusahaan otobus ALS.
“Kami pemerintah kabupaten terus melakukan pendataan dan membantu menghubungi keluarga korban dan perwakilan ALS terdekat serta memberi pelayanan terbaik kepada korban kecelakaan ini,” katanya seperti dikutip dari detikcom.
Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, Devi juga menyoroti kondisi jalan di wilayah Muratara yang dinilai masih rawan kecelakaan.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama kepolisian sebenarnya sudah berulang kali mengingatkan para sopir bus lintas Sumatera agar tidak melaju dengan kecepatan tinggi ketika melintas di kawasan tersebut.
Ia menjelaskan banyak titik jalan berlubang di Jalinsum Muratara yang dapat memicu kecelakaan lalu lintas.
Pengemudi kendaraan kerap secara spontan menghindari lubang jalan sehingga berisiko kehilangan kendali, masuk ke siring, atau bahkan bertabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan.
“Kita sudah pasang imbauan kecepatan dan hati-hati. Pihak Polres Muratara juga sudah bergerak melakukan penambalan jalan, namun tidak semua bisa ditambal karena masih banyak lubang kecil-kecil,” ujar Devi.
Kasus kecelakaan bus ALS ini kembali menjadi sorotan terkait keselamatan transportasi di jalur lintas Sumatera yang dikenal padat kendaraan besar dan memiliki sejumlah ruas jalan dengan kondisi kurang baik.
Pemerintah daerah berharap para pengemudi angkutan umum maupun kendaraan berat lebih meningkatkan kewaspadaan demi mencegah jatuhnya korban jiwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
