Menit.co.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kembali membuka kesempatan lowongan kerja terbaru pada April 2026.
Rekrutmen ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat transformasi digital nasional sekaligus memperluas dukungan tenaga profesional di lingkungan kementerian.
Komdigi sendiri merupakan perubahan nama dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Perubahan tersebut resmi digunakan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mulai berjalan sejak akhir 2024.
Langkah ini dilakukan sebagai penegasan arah kebijakan pemerintah yang lebih fokus pada pengembangan ekonomi digital serta penguatan keamanan siber di Indonesia.
Posisi yang Dibuka Komdigi
Berdasarkan informasi resmi yang dirilis melalui laman seleksi, terdapat beberapa formasi lowongan kerja yang dibuka untuk masyarakat umum. Dua posisi utama yang tersedia adalah:
- Tenaga Pendukung Monev & Pengelolaan PNBP (Penelaah Teknis Kebijakan)
- Tenaga Pendukung Tata Usaha (Dokumentalis Hukum)
Menariknya, program rekrutmen ini terbuka untuk lulusan Diploma IV (D4) maupun Sarjana (S1) dari berbagai latar belakang pendidikan. Selain itu, kesempatan ini tidak dibatasi oleh domisili tertentu sehingga pelamar dari berbagai daerah, termasuk Jawa Barat, dapat mengikuti proses seleksi.
Persyaratan Umum Pendaftaran
Untuk mengikuti seleksi lowongan kerja di lingkungan Komdigi, pelamar diwajibkan memenuhi sejumlah ketentuan berikut:
- Warga Negara Indonesia (dibuktikan dengan KTP)
- Membuat surat lamaran yang ditujukan kepada Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara
- Menyertakan Curriculum Vitae (CV) terbaru
- Usia maksimal 28 tahun
- Berpenampilan rapi dan profesional
- Mampu bekerja dalam tim
- Memiliki kemampuan komunikasi yang baik
- Pendidikan sesuai kualifikasi jabatan yang dilamar
- Mampu mengoperasikan komputer dan aplikasi pengolahan dokumen
- Diutamakan memiliki pengalaman di bidang terkait atau instansi pemerintahan
- Tidak sedang terikat kontrak kerja dengan instansi lain
- Tidak menuntut pengangkatan sebagai ASN/CASN di Kementerian Komunikasi dan Digital
- Bersedia mengikuti seluruh tahapan seleksi
Kualifikasi Pendidikan Tiap Posisi
Untuk posisi Tenaga Pendukung Monev & Pengelolaan PNBP, pelamar diharapkan berasal dari lulusan S1 atau D4 dengan jurusan seperti Manajemen, Ekonomi, Akuntansi, Ilmu Hukum, Ilmu Komunikasi, Teknik Informatika, hingga Administrasi Publik.
Tugas utama posisi ini berkaitan dengan monitoring, evaluasi anggaran, serta pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Sementara itu, posisi Tenaga Pendukung Tata Usaha (Dokumentalis Hukum) diperuntukkan bagi lulusan minimal D3 dari bidang Hukum, Administrasi, Manajemen Perkantoran, Informatika, atau Akuntansi.
Fokus pekerjaan berada pada pengelolaan dokumen hukum serta dukungan administrasi di lingkungan Biro Keuangan.
Dokumen yang Harus Disiapkan
Dalam proses pendaftaran lowongan kerja ini, pelamar diwajibkan menyiapkan sejumlah berkas penting, antara lain:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP)
- Daftar Riwayat Hidup (CV)
- Ijazah dan transkrip nilai terakhir
- Pas foto terbaru
- Surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan pemerintah
- Surat pengalaman kerja (jika ada)
Tata Cara Pendaftaran Online
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi Komdigi. Pelamar dapat mengisi dan mengunggah seluruh dokumen persyaratan melalui portal berikut: https://seleksi.komdigi.go.id/
Pendaftaran untuk lowongan kerja ini dibuka mulai 30 April 2026 dan hanya dapat dilakukan melalui sistem online tersebut.
Ketentuan Penting yang Perlu Diperhatikan
Komdigi menegaskan bahwa seluruh proses seleksi tidak dipungut biaya dalam bentuk apapun. Selain itu, setiap perkembangan informasi resmi hanya akan diumumkan melalui situs seleksi tersebut.
Pelamar juga perlu memahami bahwa seluruh biaya pribadi seperti transportasi, akomodasi, maupun kebutuhan administrasi selama proses seleksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing peserta.
Dengan dibukanya kesempatan ini, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan peluang lowongan kerja di sektor pemerintahan digital yang terus berkembang seiring percepatan transformasi teknologi di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













