Menit.co.id – Tekanan terhadap posisi Mikel Arteta di kursi pelatih Arsenal kian menguat setelah hasil kurang memuaskan yang diraih tim dalam beberapa pekan terakhir. Kekalahan 1-2 dari AFC Bournemouth pada pekan ke-32 Liga Inggris di Stadion Emirates, Sabtu (11/4/2026), menjadi titik balik yang memicu spekulasi soal masa depan sang pelatih.
Hasil tersebut bukan hanya menghambat langkah Arsenal dalam perburuan gelar, tetapi juga membuka peluang bagi rival untuk menggusur posisi mereka di puncak klasemen. Kondisi ini membuat kinerja Mikel Arteta kembali disorot, terutama setelah rentetan kegagalan tim di kompetisi domestik lainnya.
Sebelum kekalahan dari Bournemouth, Arsenal lebih dulu kehilangan peluang meraih empat trofi dalam satu musim. Mereka takluk dari Manchester City di final Piala Liga Inggris dan tersingkir dari Piala FA setelah dikalahkan Southampton FC. Dengan situasi tersebut, kini hanya tersisa dua kompetisi yang masih bisa dimenangkan, yakni Liga Inggris dan Liga Champions.
Namun, peluang tersebut dinilai tidak mudah. Sejumlah pengamat mulai meragukan kemampuan Mikel Arteta untuk membawa Arsenal meraih gelar besar musim ini. Kritik pun bermunculan, termasuk desakan agar manajemen klub mempertimbangkan perubahan di kursi pelatih jika hasil tidak kunjung membaik.
Di tengah situasi ini, nama mantan kapten Arsenal, Cesc Fabregas, mulai mencuat sebagai kandidat potensial pengganti. Media Spanyol, Mundo Deportivo, melaporkan bahwa Fabregas yang kini melatih Como 1907 dinilai memiliki kapasitas untuk kembali ke Emirates, kali ini sebagai pelatih.
Fabregas bukan sosok asing bagi Arsenal. Ia menghabiskan delapan tahun sebagai pemain di klub tersebut dan menjadi bagian penting tim era Arsene Wenger. Selama periode itu, ia membantu Arsenal mencapai final Liga Champions sebelum akhirnya pindah ke FC Barcelona.
Karier Fabregas terus bersinar setelah meninggalkan Arsenal. Ia meraih kesuksesan bersama Barcelona, lalu melanjutkan kiprahnya dengan Chelsea FC, sebelum menutup karier bermain di Como 1907. Setelah pensiun, ia langsung beralih ke dunia kepelatihan dan kini menangani Como.
Di bawah asuhan Fabregas, Como menunjukkan perkembangan signifikan. Klub tersebut bahkan berpeluang tampil di Liga Champions musim 2026-2027, sebuah pencapaian yang meningkatkan reputasi Fabregas sebagai pelatih muda berbakat. Performa impresif ini membuatnya dilirik sejumlah klub besar Eropa, termasuk Arsenal.
Presiden Como, Mirwan Suwarso, tidak menampik kemungkinan kepergian Fabregas di masa depan. Ia menyadari bahwa keberhasilan sang pelatih bisa membuka jalan menuju klub-klub elite.
“Cesc memang sangat penting bagi kami, tetapi akan bodoh jika kami tidak berpikir bahwa suatu hari nanti dia bisa pergi ke Arsenal, Barcelona, atau Chelsea,” ujar Mirwan. Ia juga menambahkan bahwa kesuksesan yang diraih Fabregas bisa mendorongnya untuk mengejar ambisi yang lebih besar di level tertinggi sepak bola Eropa.
Lebih lanjut, Mirwan mengungkapkan bahwa dirinya telah mengantisipasi kemungkinan tersebut. Ia bahkan meminta Fabregas untuk turut terlibat dalam proses pencarian pengganti jika suatu saat benar-benar hengkang dari Como.
“Jika dia pergi, dia yang seharusnya memilih siapa yang akan menggantikannya. Sebagai bagian dari Dewan Sepak Bola, dia harus membantu kami menunjuk pelatih berikutnya,” katanya.
Sementara itu, tekanan terhadap Mikel Arteta belum menunjukkan tanda mereda. Kekalahan demi kekalahan, ditambah kegagalan di kompetisi penting, membuat posisinya semakin rentan. Meski masih memiliki peluang meraih gelar, publik dan pengamat mulai mempertanyakan apakah ia sosok yang tepat untuk membawa Arsenal ke level berikutnya.
Situasi ini menempatkan manajemen Arsenal dalam dilema. Di satu sisi, Mikel Arteta telah memberikan fondasi yang cukup kuat selama enam musim terakhir. Namun di sisi lain, tuntutan untuk segera meraih trofi besar semakin mendesak.
Dengan munculnya nama Cesc Fabregas sebagai kandidat potensial, dinamika di internal klub diperkirakan akan semakin menarik untuk diikuti. Apakah Arsenal akan tetap mempertahankan Mikel Arteta atau mengambil langkah berani dengan menunjuk wajah lama sebagai pelatih baru, masih menjadi tanda tanya besar menjelang musim 2026-2027.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
