Menit.co.id – Mayat seorang pria kembali ditemukan di bawah kawasan yang dikenal sebagai Jembatan Cangar, yang berada di perbatasan antara Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto.
Peristiwa ini menambah catatan insiden serupa yang sebelumnya juga terjadi di lokasi yang berada pada jalur penghubung antarwilayah tersebut.
Insiden terbaru itu terjadi pada Kamis pagi, 24 April 2026, ketika seorang pria dilaporkan jatuh dari jembatan yang berada di ruas jalan provinsi penghubung Kota Batu dengan Kabupaten Mojokerto. Sebelum kejadian, pria tersebut sempat terlihat berdiri di sisi kiri jembatan dengan kondisi yang mencurigakan.
Berdasarkan informasi dari rekaman video yang beredar, dua pengendara sepeda motor perempuan yang melintas sempat melihat dan menegur pria berjaket putih itu. Dalam rekaman tersebut terdengar salah satu pengendara bertanya, “Mas, ngapain?” kepada pria yang tampak berdiri dengan tatapan kosong di tepi jembatan.
Namun setelah kedua pengendara itu melanjutkan perjalanan dan kondisi jalan kembali sepi, pria tersebut diduga melompat dari atas jembatan ke arah aliran sungai di bawahnya. Lokasi jatuhnya memiliki kedalaman lebih dari 15 meter.
Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Kapolsek Bumiaji AKP Anton Hendri Subagijo membenarkan adanya laporan penemuan mayat di kawasan Jembatan Cangar. Polisi menerima informasi tersebut sekitar pukul 10.00 WIB pada hari kejadian.
“Polsek menerima laporan sekitar pukul 10.00 WIB terkait adanya pria yang terjatuh di bawah Jembatan Cangar,” ujar Anton saat dikonfirmasi.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban diketahui berinisial DPW (24), seorang warga Candipuro, Kabupaten Lumajang. Identitas korban kemudian dipastikan melalui sejumlah barang yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
Petugas menemukan sepeda motor dan sepasang sandal yang diduga milik korban tidak jauh dari titik jembatan. Keberadaan barang-barang tersebut memperkuat dugaan bahwa korban memang berada di lokasi sebelum insiden terjadi.
Proses evakuasi dilakukan oleh petugas kepolisian bersama tim terkait. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Hasta Brata RS Hasta Brata Kota Batu untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif di balik peristiwa tersebut. Aparat belum dapat memastikan penyebab pasti tindakan korban sebelum jatuh dari jembatan.
“Kami masih mendalami motif kejadian ini,” tambah AKP Anton.
Peristiwa ini juga menjadi perhatian publik karena lokasi kejadian, yaitu Jembatan Cangar, sebelumnya pernah mengalami insiden serupa. Sekitar sebulan sebelum kejadian ini, tepatnya pada 31 Maret 2026, seorang pria asal Kabupaten Mojokerto dilaporkan meninggal dunia setelah melompat dari jembatan yang sama.
Rangkaian kejadian tersebut membuat kawasan ini kembali disorot karena berada di area hutan konservasi Taman Hutan Raya Raden Soerjo di kaki Gunung Arjuno, yang dikenal memiliki kontur jalan berkelok dan jurang cukup dalam di beberapa titik.
Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat melintas di kawasan tersebut serta segera melaporkan jika melihat kondisi yang mencurigakan.
Peristiwa di Jembatan Cangar ini menambah daftar insiden yang terjadi di jalur penghubung pegunungan tersebut, sekaligus menjadi perhatian serius bagi aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan di area rawan.
Jika Anda atau orang terdekat sedang mengalami tekanan berat atau membutuhkan tempat bercerita, disarankan untuk segera mencari bantuan dari orang terpercaya atau tenaga profesional agar mendapatkan dukungan yang tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
