Menit.co.id – Raksasa teknologi Meta dikabarkan tengah menyiapkan peluncuran layanan baru bertajuk WhatsApp Plus, meski hingga kini belum ada informasi resmi terkait tanggal rilisnya.
Meski masih dalam tahap pengembangan, sejumlah fitur yang diduga akan hadir sudah muncul di versi beta aplikasi, sehingga memicu antusiasme pengguna di berbagai platform.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi besar Meta untuk memperkuat sumber pendapatan berbasis langganan digital.
Perusahaan yang membawahi berbagai platform media sosial besar tersebut kini semakin agresif mengembangkan model bisnis berbayar, seiring upaya memaksimalkan ekosistem pengguna global yang sangat luas.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari 9to5Mac pada Senin (20/4), sejumlah fitur premium terkait layanan WhatsApp Plus sudah mulai diuji coba pada sebagian pengguna Android melalui versi beta terbaru.
Namun, hingga saat ini pengujian tersebut masih terbatas dan belum dirilis secara luas ke publik.
Dari informasi yang beredar, Meta disebut membanderol layanan ini dengan biaya sekitar US$2,99 per bulan atau setara kurang lebih Rp50 ribu.
Skema harga tersebut dirancang untuk pasar global, dengan penyesuaian nilai tukar di masing-masing negara.
Jika benar dirilis secara resmi, WhatsApp Plus akan menawarkan sejumlah fitur tambahan yang tidak tersedia pada versi standar WhatsApp. Fitur tersebut berfokus pada peningkatan kustomisasi dan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Beberapa fitur yang disebut akan hadir antara lain tema aplikasi yang dapat diubah, ikon aplikasi kustom, serta peningkatan opsi tampilan yang lebih fleksibel.
Pengguna juga dikabarkan dapat menyematkan lebih banyak percakapan dibandingkan versi reguler, hingga sekitar dua puluh chat sekaligus.
Selain itu, layanan ini juga menawarkan stiker premium, nada dering khusus, serta variasi reaksi pesan yang lebih beragam.
Seluruh fitur tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman komunikasi yang lebih personal dan sesuai preferensi pengguna.
Daftar fitur yang beredar dalam pengembangan WhatsApp Plus mencakup beberapa poin berikut:
- Pengiriman stiker premium
- Perubahan tema aplikasi
- Pemilihan ikon aplikasi kustom
- Peningkatan jumlah chat yang dapat disematkan
- Nada dering eksklusif
- Pembaruan daftar percakapan yang lebih luas
Meski demikian, Meta belum memberikan pernyataan resmi terkait kapan layanan ini akan dirilis secara global. Bocoran yang beredar saat ini masih sebatas gambaran awal mengenai arah pengembangan fitur sebelum peluncuran penuh dilakukan.
Jika melihat pola distribusi sebelumnya, fitur-fitur tersebut diperkirakan akan diuji lebih lanjut sebelum diperluas ke platform lain seperti iOS, Mac, dan perangkat lintas sistem operasi lainnya.
Di sisi lain, Meta juga telah lebih dulu menghadirkan layanan berlangganan Meta Verified di sejumlah platformnya, termasuk WhatsApp. Layanan tersebut dibanderol sekitar US$15 atau setara Rp253 ribu per bulan dan lebih difokuskan untuk kebutuhan bisnis.
Berbeda dengan layanan tersebut, konsep WhatsApp Plus tampaknya lebih menyasar pengguna individu. Fokus utamanya adalah peningkatan pengalaman penggunaan aplikasi sehari-hari melalui fitur-fitur tambahan yang bersifat personal dan estetis.
Dengan pendekatan ini, Meta terlihat mencoba memperluas segmen monetisasi tidak hanya dari sektor bisnis, tetapi juga dari pengguna umum yang menginginkan pengalaman aplikasi yang lebih fleksibel.
Meski belum ada kepastian waktu peluncuran, kemunculan berbagai bocoran fitur membuat banyak pengguna mulai menantikan kehadiran layanan WhatsApp Plus secara resmi di berbagai perangkat.
Jika benar terealisasi, layanan ini berpotensi menjadi salah satu langkah besar Meta dalam mengubah arah model bisnis WhatsApp ke sistem berlangganan yang lebih agresif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
