Menit.co.id – Raksasa teknologi Microsoft tengah melakukan penyederhanaan tampilan antarmuka pengguna (user interface) pada sistem operasi andalannya, Windows 11.
Langkah strategis ini ditandai dengan penghapusan tombol serta segala referensi terhadap fitur kecerdasan buatan bernama Copilot dari sejumlah aplikasi bawaan, termasuk Notepad dan Snipping Tool.
Perubahan signifikan tersebut pertama kali terpantau pada versi pratinjau yang dirilis khusus bagi para anggota program Windows Insider, tepatnya pada hari Minggu tanggal 12 April 2026.
Keputusan yang diambil oleh pihak Microsoft ini bukan tanpa alasan. Melainkan merupakan bagian nyata dari komitmen perusahaan untuk melakukan “pembersihan” terhadap apa yang mereka sebut sebagai titik masuk (entry points) Copilot yang dinilai tidak lagi esensial atau kurang relevan.
Fokus utama dari langkah restrukturisasi ini adalah demi meningkatkan stabilitas keseluruhan sistem operasi, sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman pengguna atau yang kerap disebut sebagai quality of life dalam ekosistem Windows 11.
Mengutip laporan yang dirilis oleh Detik iNET, penghapusan elemen visual Copilot ini pertama kali berhasil diidentifikasi oleh sejumlah pengguna dan pengamat teknologi pada versi terbaru dari aplikasi Notepad yang ditujukan untuk kalangan Windows Insider.
Tidak hanya itu, tombol Copilot yang sebelumnya selalu muncul pada aplikasi Snipping Tool—ketika pengguna sedang melakukan proses pemilihan area untuk tangkapan layar—kini juga sudah tidak tampak lagi.
Menariknya, meskipun ikon dan tombol akses langsung menuju Copilot secara resmi dihilangkan dari permukaan antarmuka, fungsionalitas kecerdasan buatan (AI) yang sebenarnya telah tertanam dalam aplikasi Notepad ternyata tetap dipertahankan sepenuhnya oleh Microsoft.
Hanya saja, kini bentuk visualnya mengalami transformasi. Ikon khas Copilot yang sebelumnya mencolok di bagian toolbar Notepad kini telah digantikan oleh sebuah ikon bergambar pena, yang diberi label baru bernama “writing tools” atau alat tulis. Informasi detail mengenai perubahan visual ini pertama kali diungkap oleh media teknologi Windows Central.
Lebih jauh lagi, Microsoft juga melakukan pembersihan pada sisi konfigurasi aplikasi. Selain mengganti ikon utama, perusahaan ini juga menghapus berbagai referensi yang berkaitan dengan fitur AI dari menu Pengaturan (Settings) yang ada di dalam aplikasi Notepad.
Opsi yang semula memungkinkan pengguna untuk mengaktifkan maupun menonaktifkan fitur bantuan menulis berbasis kecerdasan buatan kini telah dipindahkan lokasinya. Alih-alih berada di tempat semula, opsi tersebut kini dapat ditemukan di bagian bawah submenu bertajuk “Advanced features” atau Fitur Lanjutan.
Perubahan besar-besaran ini telah resmi diterapkan pada aplikasi Notepad versi pratinjau dengan nomor build 11.2512.28.0, yang saat ini sudah tersedia dan dapat diunduh oleh seluruh peserta program Windows Insider.
Bagi para pengguna yang penasaran, indikator paling mudah untuk mengetahui apakah perangkat mereka sudah menerima pembaruan terbaru ini adalah dengan melihat apakah ikon Copilot yang lama telah berganti menjadi ikon pena baru.
Berdasarkan analisis dan prediksi dari berbagai pihak, Notepad dan Snipping Tool diproyeksikan menjadi dua aplikasi perdana dalam daftar panjang aplikasi bawaan Windows 11 yang akan mengalami modifikasi serupa.
Sebelumnya, pihak Microsoft sendiri telah secara terbuka mengonfirmasi adanya rencana untuk mengambil sikap yang lebih hati-hati dan selektif dalam hal penempatan branding Copilot di berbagai sudut sistem operasi mereka.
Langkah ini mencerminkan evolusi pendekatan Microsoft terhadap integrasi AI dalam produknya. Alih-alih memaksakan kehadiran Copilot di setiap sudut antarmuka, perusahaan kini tampaknya lebih mengedepankan pendekatan yang lebih subtet dan terintegrasi secara alami.
Para pengguna Windows 11 bisa berharap akan melihat perubahan serupa pada aplikasi bawaan lainnya dalam waktu dekat, seiring dengan komitmen Microsoft untuk terus menyempurnakan pengalaman pengguna di era kecerdasan buatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
