Minum Oli di Sulsel Jadi Sorotan, Dokter Ingatkan Risiko Fatal

Minum Oli di Sulsel

Menit.co.id – Fenomena minum oli di Sulawesi Selatan tengah menjadi perhatian publik setelah sebagian warga menganggapnya dapat meningkatkan stamina.

Praktik tersebut ramai dibicarakan, meski kalangan medis telah berulang kali menegaskan bahwa cairan pelumas mesin itu sama sekali tidak layak dikonsumsi manusia.

Dokter penyakit dalam, Aru Ariadno, menegaskan bahwa fenomena minum oli merupakan tindakan berbahaya karena oli mengandung berbagai zat kimia industri seperti pewarna, pengawet, dan pelarut yang tidak diperuntukkan bagi tubuh manusia. Ia menekankan, kandungan tersebut dapat memicu dampak serius hingga mengancam nyawa.

Menurut Aru, paparan zat beracun dalam oli dapat menimbulkan gejala awal seperti muntah hebat, diare, hingga muntah darah. Dalam kondisi yang lebih parah, keracunan bisa berujung pada kematian.

Lebih jauh, kandungan kimia di dalamnya juga dapat merusak organ vital seperti hati dan ginjal. Jika terpapar dalam jangka tertentu, risiko berkembang menjadi kegagalan fungsi organ pun tidak dapat dihindari.

Selain itu, dampak lain juga dapat menyerang sistem saraf. Penderitanya berpotensi mengalami kejang, penurunan kesadaran, hingga koma akibat toksisitas bahan kimia tersebut.

Dari sisi kesehatan masyarakat, Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Evi Mustikawati Arifin, turut menegaskan bahwa tidak ada manfaat medis dari konsumsi oli. Ia menjelaskan bahwa cairan tersebut mengandung hidrokarbon, logam berat, serta aditif industri yang bersifat racun bagi tubuh.

Evi juga menambahkan, oli bersifat lipofilik sehingga tidak dapat larut dalam air dan sulit diproses oleh sistem pencernaan manusia.

Kondisi ini membuat risiko keracunan semakin tinggi, termasuk iritasi lambung yang dapat menyebabkan mual, muntah, nyeri perut, hingga perdarahan.

Bahaya lain juga mengintai sistem pernapasan apabila oli masuk ke saluran napas. Hal ini dapat memicu pneumonia aspirasi yang ditandai sesak napas, batuk, nyeri dada, hingga gagal napas yang berpotensi fatal.

Pihak medis mengimbau masyarakat agar tidak mencoba praktik minum oli dalam bentuk apa pun. Para ahli menyarankan agar asupan harian tetap berasal dari makanan dan minuman bergizi seimbang demi menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Exit mobile version