Nick Pope Jadi Sorotan: Kontroversi VAR Warnai Kemenangan Tipis Arsenal atas Newcastle

Nick Pope
Penjaga gawang Newcastle, Nick Pope, menjatuhkan penyerang Arsenal, Viktor Gyokeres, namun hanya diganjar kartu kuning oleh wasit Samuel Barrott. Foto: bole.net
Add as preferred source on Google

Menit.co.id – Kemenangan tipis 1-0 yang diraih Arsenal atas Newcastle United di Emirates Stadium pada Sabtu (25/4/2026) tidak hanya meninggalkan tiga poin penting bagi tuan rumah, tetapi juga memicu perdebatan panas mengenai keputusan wasit yang melibatkan Nick Pope dalam sebuah insiden krusial di babak kedua.

Laga yang berlangsung ketat tersebut sempat berubah arah emosinya ketika terjadi momen kontroversial yang melibatkan penjaga gawang Newcastle tersebut saat berduel dengan penyerang Arsenal, Viktor Gyokeres. Insiden itu menjadi pusat perhatian setelah keputusan wasit Samuel Barrott hanya memberikan kartu kuning, meski sempat ditinjau ulang melalui Video Assistant Referee (VAR).

Insiden Krusial yang Picu Perdebatan

Peristiwa bermula ketika Nick Pope mencoba keluar dari area penalti untuk menghalau aliran bola yang mengarah ke lini pertahanan Newcastle. Namun, dalam prosesnya, kiper tim nasional Inggris itu gagal membaca arah bola dengan tepat sehingga terjadi kontak fisik yang membuat Gyokeres terjatuh di lapangan.

Situasi tersebut langsung memancing reaksi keras dari para pemain Arsenal yang menilai insiden itu sebagai pelanggaran serius dengan kategori Denial of an Obvious Goal-Scoring Opportunity (DOGSO). Jika merujuk pada interpretasi umum aturan tersebut, tindakan itu berpotensi berujung pada kartu merah karena dianggap menggagalkan peluang emas mencetak gol.

Meski VAR ikut meninjau ulang kejadian tersebut, keputusan di lapangan tidak berubah. Nick Pope tetap hanya mendapatkan kartu kuning, sebuah keputusan yang kemudian memicu ketidakpuasan besar dari kubu tuan rumah serta para pendukung Arsenal.

Penjelasan Resmi Premier League

Melalui Match Centre, pihak Premier League akhirnya memberikan klarifikasi terkait keputusan tersebut. Dalam penjelasannya, otoritas liga menyebut bahwa pertimbangan utama adalah masih adanya pemain bertahan Newcastle yang berada dalam posisi memungkinkan untuk menghalau ancaman serangan.

Dalam pernyataan resminya dijelaskan bahwa keputusan wasit yang hanya memberikan kartu kuning kepada Nick Pope telah diperiksa oleh VAR dan dianggap sesuai dengan interpretasi aturan. Disebutkan bahwa kontak tersebut tidak dikategorikan sebagai penghilangan peluang mencetak gol secara jelas karena keberadaan bek Newcastle, Malick Thiaw, yang dinilai masih berada cukup dekat untuk mengamankan situasi.

Dengan kata lain, keberadaan Thiaw menjadi faktor penentu dalam keputusan bahwa insiden tersebut tidak memenuhi kriteria DOGSO secara penuh, sehingga hukuman kartu merah tidak dijatuhkan.

Kekecewaan Mikel Arteta

Di sisi lain, manajer Arsenal Mikel Arteta menunjukkan kekecewaan yang sangat jelas terhadap keputusan tersebut. Dalam konferensi pers usai pertandingan, ia menegaskan bahwa menurut pandangannya insiden itu layak diganjar kartu merah tanpa keraguan.

“Saya harus mengatakan, bagi saya itu adalah kartu merah yang sangat jelas,” ujar Arteta dengan nada tegas. Ia juga menambahkan bahwa setelah melihat ulang insiden tersebut berkali-kali, ia semakin yakin bahwa keputusan yang tepat seharusnya adalah pengusiran pemain dari lapangan.

Arteta bahkan menyebut bahwa dalam sudut pandang siapa pun yang pernah bermain sepak bola, pelanggaran tersebut sangat sulit untuk tidak dikategorikan sebagai kartu merah. Kekecewaannya tidak berhenti di situ, karena ia juga menyinggung beberapa keputusan wasit lain sepanjang musim yang menurutnya merugikan Arsenal dalam persaingan gelar juara.

“Ini bukan tentang mencari alasan, tetapi momen seperti ini sangat menentukan dalam perjalanan musim,” tambahnya.

Dampak pada Persaingan dan Sorotan VAR

Kontroversi yang melibatkan Nick Pope ini kembali membuka perdebatan lama mengenai konsistensi penerapan aturan DOGSO dalam sepak bola modern, terutama setelah adanya teknologi VAR. Banyak pihak menilai bahwa meski teknologi telah membantu pengambilan keputusan, interpretasi aturan di lapangan masih menyisakan ruang perbedaan pandangan yang cukup besar.

Situasi ini menjadi semakin sensitif karena terjadi pada fase penting musim 2025/2026, ketika setiap poin sangat berpengaruh terhadap persaingan di papan atas klasemen Premier League. Keputusan yang dianggap kontroversial tersebut kini menambah daftar panjang diskusi mengenai transparansi dan konsistensi wasit di kompetisi tertinggi Inggris.

Pada akhirnya, meski Arsenal berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0, sorotan utama publik justru tertuju pada insiden yang melibatkan Nick Pope, VAR, dan interpretasi aturan DOGSO yang kembali diperdebatkan secara luas di dunia sepak bola Inggris.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Exit mobile version