Menit.co.id – Debut pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, di ajang Moto3 musim 2026 bersama Honda Team Asia langsung mencuri perhatian publik.
Salah satu hal yang paling banyak dibicarakan adalah pilihan angka yang ia gunakan di motornya, yakni nomor #9 yang kini melekat sebagai identitas barunya di kelas dunia tersebut.
Dalam balapan perdananya di Moto3 2026, Veda tampil menggunakan motor Honda NSF250RW dengan livery khas serta angka 9 berwarna merah yang mencolok.
Pilihan ini menjadi perubahan besar, mengingat sejak awal kariernya di level junior, ia lebih dikenal dengan nomor 54.
Namun, penggunaan angka tersebut tidak bisa lagi dipertahankan karena sudah dipakai oleh pembalap lain di berbagai kelas kejuaraan dunia.
Di MotoGP, nomor 54 digunakan oleh Fermin Aldeguer, sementara di Moto2 dipakai Alberto Fernandez, dan di Moto3 sudah lebih dulu digunakan Jesus Rios.
Kondisi itu membuat Veda harus mencari identitas baru untuk debutnya di level Grand Prix. Ia sempat mengaku kebingungan karena nomor 54 sudah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya sejak kecil.
“Saya inginnya 54, tapi sudah keduluan. Sebenarnya bingung mau pilih nomor apa waktu itu, karena memang nomorku dari kecil 54 terus. Pas di sini tidak bisa,” ungkap Veda, menggambarkan situasi yang ia hadapi sebelum musim dimulai.
Meski bukan pilihan utama, angka 9 justru membawa makna tersendiri bagi pembalap muda tersebut. Ia menyebut nomor itu memiliki filosofi yang unik dan dianggap sebagai simbol kesempurnaan.
“Nomor 9 itu kalau dilihat di berbagai sumber, dianggap angka yang bagus karena melambangkan kesempurnaan. Setelah 9 tidak ada lagi angka tunggal, jadi seperti siklus penuh,” jelasnya.
Veda juga menambahkan bahwa konsep matematika sederhana turut membuatnya semakin yakin. Ia mencontohkan bahwa angka 10 terdiri dari 1 dan 0, sementara 11 adalah pengulangan, serta penjumlahan 5 dan 4 yang menghasilkan 9, yang kebetulan sesuai dengan nomor lamanya.
Dalam dunia balap, pergantian nomor bukan hanya soal teknis, tetapi juga identitas dan mentalitas. Hal itu pula yang kini melekat pada perjalanan nomor motor Veda Ega Pratama di Moto3 musim 2026, di mana angka 9 menjadi simbol awal baru di panggung dunia.
Menariknya, adaptasi Veda di nomor barunya langsung menunjukkan hasil positif. Pada seri awal musim, ia mampu finis di posisi lima besar, sebuah pencapaian yang cukup menjanjikan untuk debutnya di kelas paling kompetitif dalam balap motor junior dunia.
Kini, nomor motor Veda Ega Pratama bukan lagi sekadar pengganti angka lama, melainkan telah berubah menjadi identitas baru yang membawa harapan besar.
Dengan awal yang kuat, angka 9 berpotensi menjadi nomor ikonik yang akan terus melekat dalam perjalanan kariernya di masa depan, sekaligus membuka babak baru dalam kiprah pembalap Indonesia di ajang Moto3.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
