Menit.co.id – Kebangkitan karier Paul Pogba kembali menjadi perhatian publik sepak bola Eropa setelah ia menjalani laga sebagai starter untuk AS Monaco setelah penantian panjang selama 1.084 hari.
Momen tersebut terjadi saat Monaco menghadapi FC Metz pada pekan ke-32 Ligue 1 di Stade Saint-Symphorien, Sabtu (2/5/2026), dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk tim tamu.
Ini menjadi kali pertama Pogba kembali tampil sejak menit awal sejak terakhir kali ia dipercaya sebagai starter pada Mei 2023.
Dalam laga tersebut, Paul Pogba dimainkan selama 58 menit sebelum akhirnya ditarik keluar oleh pelatih Sébastien Pocognoli, yang melakukan rotasi demi menjaga intensitas permainan Monaco.
Dua gol kemenangan Monaco dicetak oleh Folarin Balogun dan Ansu Fati, yang memastikan tiga poin penting bagi klub.
Sementara itu, berdasarkan laporan Goal.com, Paul Pogba baru mencatat total 115 menit bermain dari enam penampilannya sepanjang musim 2025/2026, menunjukkan bahwa proses pemulihan dan adaptasinya masih berlangsung bertahap.
Dalam wawancara eksklusif bersama Footmercato, Paul Pogba mengungkapkan secara terbuka tekanan mental yang ia hadapi selama masa pemulihan panjang, termasuk periode sanksi doping yang sempat membuat kariernya berada di titik terendah. Ia mengakui bahwa masa tersebut menjadi salah satu fase tersulit dalam hidupnya sebelum kembali ke Monaco pada Juni 2025.
“Jujur, ada momen ketika saya merasa sudah cukup. Semua yang saya lakukan seperti tidak ada hasilnya,” ujar Paul Pogba, Gelandang AS Monaco.
Pemain asal Prancis itu juga menjelaskan bahwa berbagai masalah fisik yang terus berulang membuat proses integrasinya ke tim utama berjalan tidak mudah. Kondisi tersebut membuatnya sempat meragukan kelanjutan kariernya di level tertinggi.
“I came, I tried, but the problems kept coming. I thought, what else should I do?” tutur Paul Pogba, Gelandang AS Monaco.
Meski demikian, dukungan dari orang-orang terdekat menjadi faktor penting yang membuatnya tetap bertahan. Ia menegaskan bahwa tanpa dorongan keluarga dan sahabat, keputusan untuk pensiun dini bisa saja terjadi lebih cepat.
“Ini soal waktu dan kesabaran. Saya beruntung punya keluarga dan teman yang selalu mendukung,” kata Paul Pogba, Gelandang AS Monaco.
Pemain berusia 33 tahun itu juga menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan karier profesionalnya bersama Monaco, dengan kontrak yang masih berlaku hingga tahun 2027. Ia menyatakan keinginannya untuk membayar kepercayaan para penggemar yang terus mendukungnya.
“Saya tidak bisa berhenti sekarang. Saya ingin membalas cinta dan dukungan dari para fans,” lanjut Paul Pogba, Gelandang AS Monaco.
Dalam kesempatan berbeda melalui Ligue 1 Plus, Paul Pogba kembali menjelaskan secara lebih mendalam tentang rasa frustrasi akibat cedera berulang yang menghambat performanya di musim debut bersama Monaco. Ia menekankan pentingnya kesabaran dalam proses rehabilitasi panjang yang dijalaninya.
“Jujur saja, ada saat-saat ketika saya berpikir, ‘Sudah cukup, ini mulai mengganggu saya.’ Saya melakukan segalanya, saya datang, saya ada di sini, tetapi masalah ini tidak berhenti, terus berlanjut. Saya berpikir, ‘Apa lagi yang harus saya lakukan untuk menghindari semua ini?’ Dan sebenarnya, ini soal waktu dan kesabaran. Anda harus memiliki kesabaran untuk terus berjuang dan tidak menyerah,” ungkap Paul Pogba, Gelandang AS Monaco.
Ia juga mengaku tersentuh oleh dukungan publik, baik di stadion maupun melalui media sosial, yang memberinya motivasi tambahan untuk tetap fokus pada pemulihan kebugaran.
“Saya beruntung memiliki orang-orang di sekitar saya, baik itu keluarga maupun teman-teman dekat, yang akan berkata kepada saya, ‘Apa yang kamu bicarakan?’ Ketika saya melihat pesan-pesan itu, baik di media sosial maupun saat saya tiba di stadion, mereka memberi tepuk tangan,” tambah Paul Pogba, Gelandang AS Monaco.
Namun, penampilan perdananya sebagai starter tidak luput dari kritik. Dilansir Kompas.com, sejumlah pengamat menilai bahwa Pogba masih kesulitan mengikuti intensitas tinggi Ligue 1 yang sangat mengandalkan aspek fisik.
Salah satu komentar tajam datang dari Maxime Chanot, pengamat RMC Sport, yang menilai bahwa kondisi Pogba belum sepenuhnya siap untuk kompetisi tingkat tinggi.
“Saya melihat dia sangat biasa saja, dia tidak bisa lagi melakukannya (bermain sepak bola),” ujar Maxime Chanot, Pengamat RMC Sport.
Ia juga menambahkan bahwa meski kualitas teknis Pogba tetap terlihat, kontribusinya dalam fase bertahan menjadi masalah utama yang dapat merugikan tim.
“Hari ini, saya pikir Paul Pogba tidak lagi bisa bermain di Ligue 1. Dengan bola, tidak ada masalah, dia punya kualitas luar biasa, tetapi dia tidak bisa bertahan,” lanjut Maxime Chanot, Pengamat RMC Sport.
Chanot bahkan memuji kualitas umpan panjang Pogba, namun menegaskan bahwa aspek mobilitas dan disiplin bertahan menjadi kelemahan serius saat ini.
“Dengan bola, dia tetap elegan, umpan-umpan panjangnya bagus. Tapi jika dia dimainkan sebagai gelandang bertahan di tim yang harus bertahan, lupakan,” kata Maxime Chanot, Pengamat RMC Sport.
Ia juga menyoroti satu momen dalam laga kontra Metz yang memperlihatkan ketertinggalan fisik Pogba dibandingkan lawan, terutama dalam duel kecepatan.
“Pada satu momen di awal pertandingan, dia berlari dengan pemain lawan, tetapi dalam dua atau tiga langkah saja lawan sudah unggul dua hingga tiga meter darinya,” tutur Maxime Chanot, Pengamat RMC Sport.
Di sisi lain, reaksi publik di media sosial, sebagaimana dilaporkan Sportbible, menunjukkan pandangan yang lebih beragam. Banyak penggemar tetap memberikan dukungan moral kepada Paul Pogba dan berharap ia bisa kembali ke performa terbaiknya.
“Senang melihat Pogba kembali bermain. Semoga dia bisa kembali ke performa terbaiknya,” tulis salah satu fans sepak bola.
Komentar lain menyebut bahwa jika kondisi fisiknya pulih, Pogba masih bisa menjadi pembeda di level tertinggi.
“Jika Pogba kembali ke level terbaiknya, dia bisa jadi pembeda lagi,” tulis fans lainnya.
Kembalinya Paul Pogba ke lapangan juga memiliki makna penting terkait ambisinya untuk kembali membela Timnas Prancis di Piala Dunia 2026. Hingga kini, ia telah mencatat 91 caps bersama Les Bleus, dengan penampilan terakhirnya pada Maret 2022 saat menghadapi Afrika Selatan.
Perjalanan panjang ini menunjukkan bahwa Paul Pogba masih berada dalam fase penting kariernya, di mana ketahanan fisik dan mental menjadi kunci untuk menentukan apakah ia mampu kembali ke puncak sepak bola dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













