Menit.co.id – Persela Lamongan gagal memenuhi ambisi menutup musim dengan happy ending setelah harus menelan kekalahan telak dalam lawatan ke markas Kendal Tornado FC, Minggu (3/5/2026). Hasil buruk tersebut menjadi penutup yang jauh dari harapan bagi skuad Laskar Joko Tingkir.
Bertanding di Stadion Sriwedari, Solo, laga tersebut justru berubah menjadi mimpi buruk. Persela Lamongan dipaksa menyerah dengan skor mencolok 0-5, yang sekaligus tercatat sebagai kekalahan terbesar mereka sepanjang musim kompetisi berjalan.
Sejak awal pertandingan, Kendal Tornado tampil lebih dominan. Namun, gol pembuka baru tercipta di penghujung babak pertama, tepatnya menit ke-41. Felipe Ryan sukses memanfaatkan umpan dari sisi kiri dan melepaskan tembakan akurat yang tak mampu dibendung lini pertahanan Persela.
Memasuki babak kedua, Kendal Tornado yang diasuh Stefan Keeltjes semakin percaya diri. Mereka langsung menekan sejak menit awal dan berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-60 melalui sepakan Akbar Firmansyah.
Di sisi lain, Persela Lamongan tampak kesulitan mengembangkan permainan. Hampir tidak ada peluang bersih yang berhasil diciptakan. Serangan-serangan yang dibangun selalu kandas di sepertiga akhir lapangan, membuat para pemain terlihat frustrasi dan kehilangan ritme permainan.
Memasuki 10 menit terakhir pertandingan, Kendal Tornado benar-benar mengamuk. Tiga gol tambahan berhasil mereka lesakkan ke gawang Persela. Gol pertama datang dari titik penalti lewat eksekusi Ibnu Hajar pada menit ke-83. Setelah itu, Kushedya Hari Yudo mencatatkan namanya di papan skor dua kali, masing-masing pada menit 90+1 dan 90+6, sekaligus menutup pesta gol menjadi 5-0.
Hasil tersebut membuat Persela Lamongan harus pulang dengan kekalahan paling menyakitkan di akhir musim. Situasi ini juga mempertegas lemahnya konsistensi tim dalam laga-laga penentuan.
Usai pertandingan, Pelatih Persela, Bima Sakti, menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung.
“Pertama saya ucapkan maaf kepada suporter Persela, masyarakat Lamongan yang sudah mensupport kami, kami tidak bisa memberikan hasil yang maksimal di laga terakhir musim ini,” kata Bima Sakti dalam konferensi pers usai laga.
Ia juga menegaskan bahwa hasil buruk tersebut menjadi tanggung jawab penuh dirinya sebagai pelatih.
“Ini menjadi tanggung jawab saya, saya sudah sampaikan ke manajemen, untuk mengevaluasi, karena memang ya, kekalahan sangat besar sekali,” ucapnya.
Kekalahan ini berdampak langsung pada posisi klasemen. Persela Lamongan harus turun satu strip ke peringkat keenam Grup 2 Championship dengan koleksi 41 poin. Posisi tersebut kemudian digeser Deltras Sidoarjo yang mengoleksi 42 poin setelah menang 2-1 atas Persiba Balikpapan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Dengan hasil ini, perjalanan musim Persela Lamongan resmi berakhir tanpa hasil manis, meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi manajemen dan tim pelatih untuk melakukan evaluasi menyeluruh demi menghadapi kompetisi berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













