Pilot Pesawat Tempur Korsel Selfie saat Terbang, Tabrakan F-15K Rugikan Rp10,2 Miliar

Pilot Pesawat Tempur Korsel Selfie

Menit.co.id – Skandal penerbangan militer Korea Selatan akhirnya terkuak ke permukaan setelah Angkatan Udara Korsel secara resmi mengungkapkan penyebab tabrakan dua jet pesawat tempur yang terjadi pada tahun 2021 silam.

Insiden yang sempat ditutup-tutupi ini ternyata berakar dari kelalaian krusial seorang pilot yang lebih mementingkan dokumentasi pribadi daripada keselamatan operasional.

Dalam konferensi pers resmi yang digelar Kamis (23/4/2026), juru bicara angkatan udara Negeri Ginseng itu menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat atas insiden memalukan tersebut.

“Kami dengan tulus meminta maaf kepada publik atas kekhawatiran yang disebabkan oleh kecelakaan yang terjadi pada tahun 2021,” ungkap juru bicara tersebut, mengutip laporan The Guardian.

Hasil Investigasi Menggemparkan

Pernyataan resmi ini muncul bersamaan dengan dirilisnya laporan investigasi komprehensif dari Dewan Audit dan Inspeksi Korea Selatan.

Dokumen otoritatif tersebut mengonfirmasi bahwa manuver tidak terencana yang dilakukan demi kepentingan pengambilan gambar pribadi menjadi pemicu utama bentrokan antara dua jet tempur canggih bertipe F-15K.

Kecelakaan ini terjadi saat kedua unit pesawat tempur tengah menjalani latihan formasi rutin di kawasan udara dekat Daegu pada bulan Desember 2021. Seharusnya menjadi latihan standar, misi tersebut berubah bencana karena ulah satu awak pesawat pendamping.

Berdasarkan rekonstruksi kronologis yang disusun tim investigator, pilot pesawat pendamping nekat melakukan aksi berbahaya demi mengabadikan momen penerbangan terakhirnya bersama skuadron.

Tanpa mendapatkan izin dari kontroler udara atau komandan misi, sang pilot secara sepihak mengeksekusi manuver ekstrem dengan cara menanjakkan badan pesawat sambil memiringkannya ke sisi tajam.

Tujuannya hanya satu: mendapatkan sudut pandang kamera yang dianggap lebih dramatis dan instagramable untuk keperluan selfie serta rekaman video pribadi.

Parahnya, pilot yang mengemudikan pesawat tempur utama pun ikut-ikutan asyik merekam video dari kokpitnya, sehingga konsentrasi kedua awak terpecah dari tugas utama mereka.

Detik-detik Menegangkan

Saat jarak antarkedua jet semakin merapat dalam formasi ketat, kedua pilot baru tersadar bahwa mereka berada dalam posisi kritis. Upaya evakuasi darurat langsung dilakukan, namun sudah terlambat.

Bagian ekor pesawat pendamping tetap saja menerjang sayap jet utama dengan keras, mengakibatkan kerusakan struktural yang cukup serius pada kedua belah pihak.

Meskipun demikian, keberuntungan masih berpihak karena tidak ada satupun korban jiwa ataupun luka-luka yang dialami kedua pilot dalam insiden mengerikan tersebut.

Namun dari segi material, kerugian yang harus ditanggung negara mencapai angka fantastis, yakni sekitar US$600.000 atau setara dengan Rp10,2 miliar jika dikurskan ke mata uang Rupiah.

Sanksi Tegas dan Evaluasi Sistem

Dewan audit akhirnya menjatuhkan vonis bahwa pilot pesawat pendampinglah yang harus memikul tanggung jawab terbesar atas kelalaian fatal ini.

Namun lembaga pengawas tersebut juga tidak tinggal diam dalam mengkritik kebijakan internal angkatan udara, khususnya terkait lemahnya sistem pengawasan terhadap aktivitas non-operasional seperti pengambilan foto dan video selama misi penerbangan berlangsung.

Sebagai konsekuensi logis dari kesalahannya, pilot bersangkutan telah menerima hukuman administratif yang cukup berat.

Ia langsung diskors dari seluruh tugas penerbangan aktif dan wajib membayar denda kompensasi sekitar sepersepuluh dari total biaya perbaikan kerusakan yang ditimbulkan.

Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh jajaran militer dunia tentang pentingnya disiplin dan profesionalisme dalam mengoperasikan alutsista canggih, dimana kesalahan sesaat bisa berujung pada kerugian materiil yang sangat besar serta potensi ancaman terhadap nyawa manusia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Exit mobile version