Menit.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tengah mempercepat berbagai persiapan untuk penyaluran bantuan hewan kurban dari Presiden Prabowo Subianto dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Program ini kini memasuki tahap seleksi di seluruh kabupaten dan kota dengan fokus utama pada kualitas serta kesehatan ternak yang akan disalurkan kepada masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau, Elyan Buzra, mengungkapkan bahwa proses penjaringan hewan terbaik di daerah berjalan cukup progresif. Sebagian besar wilayah di Riau telah bergerak melakukan pendataan dan seleksi awal terhadap hewan yang dinilai layak.
“Alhamdulillah, saat ini sudah 12 kabupaten/kota mulai melakukan seleksi, bahkan beberapa di antaranya sudah mengajukan hewan untuk program bantuan Presiden. Kami optimistis dalam waktu dekat seluruh daerah akan menyampaikan usulan lengkapnya,” kata Elyan, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung program nasional agar manfaat bantuan hewan kurban dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat di berbagai wilayah.
Dalam mekanisme yang disiapkan, setiap kabupaten dan kota diberi kewenangan untuk mengusulkan hewan terbaik dari peternak lokal. Selanjutnya, usulan tersebut akan melalui proses verifikasi di tingkat provinsi untuk memastikan kelayakan dari segi bobot, kesehatan, dan standar yang telah ditetapkan.
“Setiap daerah mengajukan kandidat terbaik dari peternaknya. Nantinya akan dipilih yang paling memenuhi kriteria, baik dari bobot maupun kondisi kesehatannya, untuk ditetapkan sebagai hewan kurban tingkat provinsi,” jelasnya.
Pemprov Riau juga menerapkan kebijakan khusus untuk menjaga ketersediaan hewan di daerah. Untuk wilayah yang memiliki ternak dengan bobot di atas satu ton, diwajibkan mengusulkan dua ekor sekaligus.
“Ini langkah antisipatif. Jika satu ditetapkan untuk program provinsi, maka satu lainnya tetap bisa dimanfaatkan oleh kabupaten atau kota. Dengan begitu, manfaatnya tetap luas,” tambah Elyan.
Seluruh hewan yang diajukan, lanjutnya, wajib berasal dari peternak lokal dan dipastikan dalam kondisi sehat sesuai ketentuan pemerintah pusat. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan sektor peternakan di daerah agar semakin berkembang dan berdaya saing.
Dalam konteks persiapan ini, istilah sapi kurban menjadi fokus utama dalam proses seleksi karena setiap hewan yang dipilih harus memenuhi standar kesehatan dan kelayakan yang ketat sebelum ditetapkan sebagai bagian dari program bantuan Presiden.
Lebih lanjut, Elyan menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci agar distribusi sapi kurban dapat berjalan lancar dan tepat sasaran. Ia berharap seluruh proses dapat selesai sesuai jadwal sehingga pelaksanaan Iduladha tahun ini berlangsung tertib dan bermanfaat luas bagi masyarakat.
“Ini bukan hanya soal ibadah, tetapi juga bentuk kepedulian sosial dan kebersamaan. Pemerintah hadir untuk memastikan seluruh proses berjalan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Pemprov Riau menargetkan agar program ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan semata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi peternak lokal melalui keterlibatan mereka dalam penyediaan hewan yang akan disalurkan.
Di tengah persiapan tersebut, istilah sapi kurban kembali menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan seleksi dan verifikasi yang dilakukan di tingkat daerah maupun provinsi, mengingat perannya yang sangat penting dalam memastikan kualitas bantuan yang diberikan.
Dengan koordinasi yang terus diperkuat, pemerintah daerah optimistis pelaksanaan program tahun ini dapat berjalan lebih baik dibanding sebelumnya, sekaligus memperluas manfaat sosial bagi masyarakat di seluruh wilayah Riau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
