Menit.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau saat ini tengah menindaklanjuti proses pengajuan sapi kurban bantuan Presiden yang akan disiapkan untuk perayaan Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Usulan tersebut masih berada pada tahap awal dan belum bersifat final karena masih menunggu penetapan resmi dari Sekretariat Presiden.
Sejumlah 13 ekor sapi telah diajukan oleh berbagai kabupaten dan kota di Riau. Seluruh hewan kurban tersebut merupakan hasil seleksi daerah dengan standar utama berupa bobot hidup tertinggi di masing-masing wilayah.
Proses ini dilakukan untuk memastikan hanya sapi dengan kualitas terbaik yang masuk dalam daftar usulan.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, menjelaskan bahwa mekanisme seleksi mengacu pada arahan Sekretariat Presiden dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH).
Menurutnya, sapi yang diusulkan harus benar-benar memenuhi standar yang telah ditetapkan, terutama dari segi bobot dan kesehatan.
“Untuk bantuan Presiden tingkat provinsi, yang diusulkan adalah sapi dengan bobot paling berat dari seluruh kabupaten/kota di Riau. Sementara untuk kabupaten/kota, diambil dari sapi terberat di daerah masing-masing sesuai arahan Sekretariat Presiden dan Ditjen PKH,” ujar Mimi, Minggu (26/4/2026).
Ia menegaskan bahwa daftar tersebut masih bersifat sementara sebelum adanya keputusan final dari pemerintah pusat.
Dalam prosesnya, Pemprov Riau juga akan melakukan verifikasi langsung di lapangan guna memastikan kondisi riil hewan yang diajukan sebagai sapi kurban bantuan Presiden.
“Insyaallah besok kami akan turun ke Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), dan Indragiri Hilir (Inhil) untuk melihat langsung usulan sapi tersebut,” tambahnya.
Mimi juga menekankan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada bobot semata. Aspek kesehatan, kelayakan fisik, hingga kesiapan distribusi menjadi faktor penting yang turut diperhitungkan. Hewan yang diajukan harus dalam kondisi sehat dan layak sebagai hewan kurban Presiden.
“Tidak hanya besar, sapi juga harus sehat dan memenuhi standar sebagai hewan kurban Presiden,” tegasnya.
Program sapi kurban bantuan Presiden sendiri merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun saat Iduladha.
Program ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian pemerintah, tetapi juga diharapkan mampu memberi dorongan kepada peternak lokal agar terus meningkatkan kualitas ternak mereka.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun DPKH Riau, sapi-sapi yang diusulkan berasal dari berbagai daerah dengan jenis dan bobot yang beragam.
Untuk tingkat provinsi, sapi diajukan oleh peternak Franto KSR dengan jenis Simental berbobot 1.013 kilogram, menjadi salah satu yang paling berat dalam daftar.
Dari Kabupaten Indragiri Hilir, peternak Zaini mengusulkan sapi jenis Brangus dengan bobot 1.000 kilogram. Sementara itu, dari Bengkalis, peternak Adi Tiawarman mengajukan sapi Simental berbobot 961 kilogram.
Usulan berikutnya datang dari Pelalawan melalui peternak Ricky Juniardi dengan sapi Simental seberat 955 kilogram. Dari Rokan Hilir, Azuwar Sayudi mengajukan sapi jenis BC x Bali dengan bobot 950 kilogram.
Kabupaten Kampar turut mengusulkan sapi Brahman Cross milik Guntur Laksana dengan bobot 923 kilogram. Sementara dari Indragiri Hulu, Nurman mengajukan sapi Simental berbobot 915 kilogram.
Kota Dumai melalui peternak Hasan juga mengusulkan sapi Simental dengan bobot 910 kilogram. Dari Kota Pekanbaru, Nano Hariyadin mengajukan sapi Simental berbobot 907 kilogram.
Kemudian dari Kepulauan Meranti, Amat mengusulkan sapi jenis Limosin dengan bobot 850 kilogram. Dari Rokan Hulu, Muhammad Daffa Alyusri mengajukan sapi Limosin berbobot 830 kilogram.
Kabupaten Kuantan Singingi melalui Suyitno juga turut mengajukan sapi Limosin dengan bobot 829 kilogram. Terakhir, dari Kabupaten Siak, Timbul Sabtoso mengusulkan sapi jenis Brahman dengan bobot 731 kilogram.
Keseluruhan proses ini menunjukkan bahwa seleksi sapi kurban bantuan Presiden dilakukan secara ketat dan berbasis kualitas terbaik dari masing-masing daerah.
Pemprov Riau menegaskan bahwa transparansi dan verifikasi lapangan menjadi kunci utama sebelum daftar akhir disampaikan ke pemerintah pusat.
Dengan adanya seleksi ketat tersebut, diharapkan program sapi kurban bantuan Presiden tidak hanya menjadi simbol seremonial, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas peternakan lokal di Riau serta menjadi motivasi bagi para peternak untuk terus meningkatkan standar budidaya ternak mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
