Menit.co.id – Peristiwa mengejutkan melibatkan seorang sopir bus di Malaysia menjadi sorotan luas setelah sebuah video berdurasi delapan detik beredar dan viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, terlihat sang pengemudi tengah mengendarai bus sambil memangku seorang wanita di pangkuannya saat kendaraan melaju di jalan raya.
Aksi tersebut langsung memicu kemarahan publik karena dianggap sangat berbahaya dan tidak mencerminkan standar keselamatan transportasi umum.
Tidak lama setelah video itu tersebar, operator bus yang menaungi pengemudi tersebut mengambil tindakan tegas dengan memberhentikannya dari pekerjaan.
Insiden ini kemudian berkembang menjadi kasus hukum setelah pihak kepolisian Malaysia melakukan pencarian terhadap pengemudi yang terlibat.
Seorang sopir bus ekspres beserta wanita yang berada dalam video itu akhirnya menyerahkan diri kepada otoritas setempat.
Keduanya kemudian ditahan selama empat hari mulai 16 April 2026 berdasarkan perintah pengadilan Malaysia, guna mendukung proses penyelidikan atas dugaan mengemudi secara membahayakan.
Menurut laporan media The Malay Mail, perintah penahanan tersebut diberikan untuk memberikan ruang bagi penyidik dalam mengusut secara menyeluruh tindakan yang dianggap membahayakan keselamatan penumpang maupun pengguna jalan lain.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi mengungkapkan bahwa kejadian itu berlangsung pada sekitar pukul 19.30 tanggal 12 April 2026.
Lokasi insiden diketahui berada di dekat jalur masuk arah selatan kawasan Bemban R&R di Melaka. Aparat juga menyebutkan bahwa video tersebut mulai diketahui publik setelah menjadi viral pada 13 April pukul 17.30.
Selain video utama yang memperlihatkan aksi berisiko tersebut, beredar pula rekaman kamera dasbor yang menunjukkan bus berpindah lajur secara tidak aman. Temuan ini memperkuat dugaan adanya pelanggaran serius dalam praktik berkendara saat itu.
Pihak operator Sri Maju Group menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh sopir bus tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap standar operasional prosedur (SOP) perusahaan.
Mereka menyatakan bahwa perilaku itu tidak dapat diterima dalam bentuk apa pun karena mengabaikan keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya.
Perusahaan juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat dan seluruh penumpang yang terdampak.
Dalam pernyataannya, pihak operator menegaskan komitmen untuk menyediakan layanan transportasi yang aman, profesional, dan bertanggung jawab setiap saat.
“Setiap pengguna transportasi umum berhak mendapatkan layanan yang aman, bertanggung jawab, dan profesional,” demikian pernyataan resmi perusahaan seperti dikutip dari Mothership.
Sebagai tindak lanjut, operator juga langsung melakukan evaluasi sistem pengawasan internal. Mereka menyebutkan akan segera menambahkan sistem pemantauan pada armada bus baru, serta mempercepat pemasangan sistem pengawasan pada unit bus lama yang masih beroperasi.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyoroti pentingnya disiplin dan etika dalam dunia transportasi umum.
Insiden yang melibatkan seorang sopir bus ini juga memicu diskusi luas mengenai pengawasan, keselamatan, serta tanggung jawab operator dalam memastikan standar operasional benar-benar dijalankan di lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
