Target Bebas Sampah 2028, Prabowo Dorong Teknologi Lokal Pengolahan Sampah di Banyumas

Avatar photo
Bebas Sampah
Add as preferred source on Google

Menit.co.id – Presiden Prabowo Subianto menetapkan target ambisius agar Indonesia mencapai kondisi bebas sampah atau zero waste pada tahun 2028. Target tersebut akan dicapai melalui optimalisasi teknologi pengolahan sampah berbasis lokal yang dinilai lebih sederhana namun efektif.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat melakukan peninjauan langsung ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu, 29 April 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia menekankan bahwa pengelolaan sampah nasional harus menjadi prioritas utama pemerintah dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Menurut laporan yang dikutip dari Kabar24, pendekatan yang diusung pemerintah adalah integrasi sistem pemilahan dan pengolahan sampah dari tingkat rumah tangga hingga kabupaten. Model ini diharapkan mampu menekan volume sampah sejak dari sumbernya sebelum masuk ke tempat pembuangan akhir.

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 68 hingga 70 juta ton sampah setiap tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen merupakan sampah organik, sementara 15 hingga 17 persen lainnya adalah sampah plastik yang menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan limbah nasional.

“Ini suatu terobosan inisiatif yang sangat baik, kita lakukan istilahnya pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi yang tidak terlalu canggih tapi efektif sebagian besar produk lokal,” ujar Presiden Prabowo Subianto dalam kesempatan tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah pusat akan memperluas penerapan model pengelolaan sampah Banyumas ke berbagai daerah lain di Indonesia. Saat ini, tercatat sudah ada 13 kabupaten di Jawa Tengah yang mulai mengadopsi sistem serupa untuk mengurangi timbunan sampah secara signifikan.

Pemerintah berharap model ini dapat mempercepat pencapaian target bebas sampah secara nasional, terutama dengan memaksimalkan peran daerah dalam pengelolaan limbah secara mandiri dan berkelanjutan.

Inovasi di TPST Banyumas sendiri tidak hanya berfokus pada pengurangan volume sampah, tetapi juga pada pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Beberapa hasil olahan seperti genteng dan paving block dari material daur ulang telah dikembangkan dan digunakan dalam berbagai kebutuhan pembangunan.

Pemanfaatan material tersebut diproyeksikan mampu menekan biaya perbaikan rumah dalam program bantuan pemerintah hingga 20 hingga 25 persen. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyampaikan bahwa TPST Banyumas akan dijadikan prototipe nasional, khususnya untuk wilayah padat penduduk di Pulau Jawa. Menurutnya, kawasan perkotaan menjadi prioritas karena tekanan volume sampah yang lebih tinggi akibat kepadatan penduduk.

Meski demikian, tantangan besar masih dihadapi Indonesia dalam upaya menuju bebas sampah. Salah satu persoalan utama adalah emisi gas metana dari tempat pembuangan akhir (TPA) berskala besar seperti Bantargebang. Berdasarkan laporan UCLA School of Law, TPA tersebut menghasilkan sekitar 6,3 ton gas metana per jam sepanjang tahun 2025, yang berdampak serius terhadap perubahan iklim.

Organisasi lingkungan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) turut mengingatkan pemerintah agar memperkuat kebijakan pengurangan plastik sekali pakai serta memperbaiki sistem pengelolaan TPA di seluruh daerah. Saat ini, hanya sekitar 10 persen TPA di Indonesia yang telah menerapkan sistem sanitary landfill sesuai ketentuan undang-undang.

Dorongan menuju bebas sampah dinilai tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat, penguatan regulasi, serta komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan terintegrasi.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap target Indonesia menuju kondisi bebas sampah pada 2028 dapat tercapai secara bertahap dan berkelanjutan, sekaligus menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian penting dari transformasi lingkungan nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News