Menit.co.id – Petualangan baru Toprak Razgatlioglu di ajang MotoGP musim 2026 masih terus berproses. Setelah bertahun-tahun berkompetisi di WorldSBK, kini ia harus menyesuaikan diri dengan kerasnya persaingan di kelas utama balap motor dunia tersebut. Hingga seri terakhir di Jerez, pembalap asal Turkiye itu masih berada dalam tahap adaptasi yang cukup menantang.
Sejauh ini, hasil terbaik yang mampu dicatatkan oleh Toprak Razgatlioglu adalah finis di posisi ke-15 pada seri Amerika Serikat yang digelar pada bulan Maret lalu. Meski belum mampu bersaing di barisan depan, ia terus berupaya mempercepat proses adaptasinya dengan berbagai cara, termasuk mengamati gaya balap para rivalnya di lintasan.
Salah satu pembalap yang paling menarik perhatian Razgatlioglu adalah Marc Marquez. Menurut pengamatannya, pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut menunjukkan perubahan signifikan dalam gaya membalapnya dibandingkan dua tahun sebelumnya.
“Hal semacam ini cukup sulit untuk dihami,” katanya seperti dilaporkan Motosan.
“Saya pernah mengikuti Marc, Alex Marquez, Fabio (Quartararo), hingga pembalap-pembalap lain.”
“Yang saya lihat ialah sepeda motor mereka bisa membelok, mengerem, serta keluar dari tikungan dengan lebih baik.”
Ia juga menyoroti bahwa perbedaan performa di lintasan sangat bergantung pada kombinasi kemampuan pembalap dan performa motor yang digunakan. Dalam beberapa sektor, ia merasa mampu bersaing, namun di bagian lain ia harus mengakui keunggulan lawan.
“Memang ada beberapa sektor di mana saya begitu cepat dan kuat, sebaliknya ada pula di mana saya tidak bisa berbuat apa-apa.”
“Saya hanya bisa bertarung melawan mereka di setengah sirkuit, sedang yang lainnya hanya bisa pasrah.”
“Mereka tak bisa disaingi karena sepeda motornya lebih baik, meski memang perbedaannya tak terlalu mencolok.”
Menurutnya, Ducati sebagai salah satu pabrikan tetap menjadi motor yang sangat kompetitif, namun faktor pembalap tetap memberikan perbedaan tersendiri di lintasan.
“Ducati adalah Ducati, tetapi Marquez adalah pembalap yang spesial.”
Menariknya, pengamatan Toprak Razgatlioglu juga menunjukkan bahwa gaya membalap Marc Marquez kini tidak lagi sama seperti beberapa musim sebelumnya. Ia menilai ada perubahan pendekatan yang dilakukan oleh sang juara dunia tersebut.
“Namun, dalam dua tahun terakhir gaya membalapnya berbeda…”
“Sekarang, dia membalap lebih tenang dan lebih memahami sepeda motor bekerja.”
“Sebelumnya, dia membalap lebih agresif,” tambah Razgatlioglu.
Perubahan pendekatan itu tampaknya juga berdampak pada konsistensi performa Marquez di musim 2026. Saat ini, ia menempati posisi kelima dalam klasemen sementara MotoGP dengan koleksi 57 poin dari empat balapan yang sudah berlangsung.
Pada seri Spanyol terakhir, Marquez sebenarnya tampil menjanjikan. Ia sempat berpeluang mengamankan kemenangan ganda setelah tampil kuat di sprint race dan berpotensi mengulanginya di balapan utama. Namun, nasib berkata lain setelah dirinya terjatuh pada race utama dan gagal membawa pulang poin.
Situasi tersebut menunjukkan betapa ketatnya persaingan di MotoGP musim ini, di mana setiap kesalahan kecil dapat berakibat fatal terhadap perolehan poin. Di tengah kondisi tersebut, Toprak Razgatlioglu tetap fokus melanjutkan proses adaptasinya sembari terus belajar dari para pembalap papan atas.
Pengamatan terhadap para rival, termasuk Marc Marquez, menjadi bagian penting dalam perjalanan karier barunya di kelas MotoGP. Dengan pengalaman yang terus bertambah, Toprak Razgatlioglu berharap dapat segera menemukan ritme terbaiknya dan bersaing lebih kompetitif di sisa musim 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













