Menit.co.id – Sebuah video berdurasi 48 detik yang memperlihatkan dugaan aksi pemerasan oleh sekelompok oknum preman mendadak viral di media sosial.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, pada Senin, 27 April 2026.
Dalam rekaman yang beredar luas, tampak sejumlah pria yang diduga merupakan kelompok “bang jago” berdiri di tengah jalan dan menghentikan laju kendaraan truk yang melintas.
Para pria itu terlihat secara bergantian menghadang kendaraan berat yang melintas, yang diduga kuat dilakukan untuk meminta sejumlah uang dari para sopir yang sedang bekerja.
Tidak hanya dilakukan oleh satu atau dua orang, aksi tersebut diduga dilakukan secara terorganisir.
Dalam video, terlihat para pelaku berjajar rapi dengan jarak kurang lebih sekitar 10 meter satu sama lain di sepanjang ruas jalan kawasan Purnama.
Pola ini membuat pengendara truk harus melewati beberapa titik pemberhentian yang diduga menjadi lokasi pungutan liar.
Kondisi tersebut membuat para sopir seolah tidak memiliki banyak pilihan selain memperlambat laju kendaraan mereka.
Di setiap titik penjagaan, mereka diduga harus menghadapi interaksi dengan kelompok yang berada di pinggir jalan tersebut, yang menimbulkan dugaan kuat adanya praktik pemalakan terstruktur.
Rekaman video ini kemudian menyebar cepat setelah diunggah oleh akun Instagram @pku24jam.
Tidak butuh waktu lama, unggahan tersebut langsung menarik perhatian publik dan dibanjiri ribuan tanda suka serta komentar bernada kecaman dari warganet yang geram dengan kejadian tersebut.
Banyak netizen menyoroti kondisi keamanan di Kota Dumai yang dinilai masih mengkhawatirkan.
Sejumlah komentar bahkan membandingkan situasi tersebut dengan kota lain yang dianggap memiliki tingkat kerawanan serupa.
“Dumai sudah kayak kota Medan,” tulis akun Gil*** di kolom komentar.
Selain itu, muncul pula berbagai komentar yang mempertanyakan keberadaan aparat kepolisian saat kejadian berlangsung.
Warganet menilai aparat seharusnya hadir untuk mencegah atau menindak langsung aksi yang meresahkan tersebut.
“Polisi mana, semua pada tidur ya,” tulis Icup***.
“Polisi pada kemana,” timpal Delvis***.
Ada juga komentar yang secara langsung meminta perhatian pimpinan kepolisian daerah agar segera turun tangan menangani peristiwa tersebut.
“Tolong pak Kapolda,” tulis akun thedi sambil menandai akun resmi Kapolda Riau.
Sebagian netizen lainnya menyimpulkan bahwa minimnya pengawasan di lokasi kejadian menjadi salah satu faktor yang membuat aksi seperti ini bisa terjadi.
“Berarti di sana gak ada polisinya,” tulis Bayu.
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak kepolisian melalui Bidang Humas Polda Riau memberikan tanggapan di kolom komentar unggahan.
Mereka menyampaikan apresiasi atas informasi yang diberikan masyarakat dan memastikan akan menindaklanjuti laporan tersebut.
“Halo sobat Polri, terima kasih atas informasi yang telah diberikan. Saat ini Polda Riau akan segera menindaklanjuti dan mendalami informasi yang dimaksud. Jika ada informasi atau ada yang ingin disampaikan lebih lanjut, silakan bisa hubungi ke 110 Polda Riau,” tulis akun medsos Bid Humas Polda Riau.
Respons serupa juga disampaikan oleh Humas Polres Dumai. Pihak kepolisian setempat menegaskan bahwa laporan tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan menurunkan personel ke lokasi kejadian.
“Halo! Terima kasih atas informasinya. Kejadian peristiwa ini akan segera kami tindak lanjuti dengan menurunkan anggota Polres Dumai ke lapangan. Diharapkan untuk tetap berhati-hati di mana dan kapan saja,” tulis akun tersebut.
Meski sudah ada respons awal dari kepolisian, hingga saat ini belum terdapat keterangan resmi lebih lanjut terkait kronologi detail kejadian, identitas para pelaku, maupun motif pasti di balik aksi yang diduga melibatkan kelompok preman tersebut.
Peristiwa ini kembali membuka sorotan publik terhadap praktik preman jalanan yang dinilai masih menjadi ancaman bagi para pengguna jalan, khususnya sopir angkutan barang yang melintas di jalur tersebut.
Keberadaan aksi serupa juga memunculkan kekhawatiran terkait keamanan distribusi logistik di wilayah setempat.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera mengambil langkah tegas, melakukan penertiban, serta mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













