Menit.co.id – Video viral Telegram berjudul “Bandar Membara Bergetar” mendadak jadi buruan warganet di seluruh Indonesia. Lantas, apa isinya?
Video viral Telegram adalah konten video yang sedang viral beredar melalui aplikasi Telegram, seperti Bandar Membara Bergetar.
Untuk menemukan dan mengetahui isi dari video viral Bandar Batang Membara Bergetar, warganet bisa mencarinya melalui aplikasi Telegram.
Telegram adalah aplikasi pesan instan berbasis cloud yang berfokus pada kecepatan dan keamanan, untuk mengirim foto, video, dan file besar secara gratis.
Nah, bagi Anda yang masih pensaran dengan isi konten dari video viral Bandar Batang berjudul “Membara Bergetar” bisa simak ulasan di bawah ini.
Selama beberapa hari ini, hirup pikuk pengguna media sosial berfokus pada penyebaran konten video milik sepasang kekasih dari Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.
Sepasang kekasih yang diketahui bernama SE dan TA ini melakukan aksi layaknya pasangan suami istri dan mereka rekam menggunakan kamera.
Buntut dari aksi keduanya tersebut, kini rekaman video dokumentasi pribadi tersebut menyebar dengan cepat melalui media sosial dan aplikasi Telegram.
Kini, seluruh konten video yang dilakukan pasangan kekasih tersebut sudah menyebar dengan cepat ke berbagai media sosial dan ditangani kepolisian setempat.
Kapolres Batang melalui Kanit PPA Satreskrim, Ipda Maulidya Nur Maharanti, menjelaskan bahwa pihaknya telah memanggil kedua pasangan tersebut untuk dimintai klarifikasi.
Langkah ini diambil guna memastikan kronologi pasti sekaligus menelusuri unsur pelanggaran hukum di balik penyebaran konten tersebut.
Berdasarkan keterangan sementara, peristiwa perekaman tersebut bermula saat keduanya berada di sebuah hotel.
Namun, rekaman yang bersifat pribadi itu diduga bocor ke publik tanpa izin dan menyebar luas melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp serta platform media sosial seperti Telegram, Instagram, dan X.
Meski informasi yang beredar menyebutkan keduanya telah melangsungkan pernikahan secara kekeluargaan pada Minggu 19 April 2026 demi meredam gejolak, polisi tetap melangkah maju untuk membedah unsur pidana di balik tersebarnya konten sensitif tersebut.
Kanit PPA Satreskrim Polres Batang, Ipda Maulidya Nur Maharanti, menjelaskan bahwa pemanggilan merupakan langkah krusial untuk memetakan bagaimana video yang seharusnya menjadi konsumsi pribadi itu bisa jatuh ke tangan publik.
“Pemanggilan ini untuk klarifikasi terkait konten yang beredar dan menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujar Maulidya saat memberikan konfirmasi.
Polisi kini mendalami kronologi kejadian, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang berperan dalam penyebaran video tanpa izin.
“Semua akan didalami, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam penyebaran,” tegasnya.
Informasi yang beredar menyebutkan video tersebut awalnya direkam untuk konsumsi pribadi, namun kemudian bocor dan menyebar ke publik tanpa sepengetahuan salah satu pihak.
Kondisi ini tidak hanya memicu perhatian luas, tetapi juga berdampak pada tekanan psikologis terhadap pihak yang terlibat beserta keluarganya.
Sebagai respons, kedua keluarga disebut telah menempuh jalur kekeluargaan, termasuk dengan melangsungkan pernikahan pasangan tersebut pada Minggu 19 April 2026.
Meski demikian, proses hukum tetap berjalan dan tidak berhenti pada penyelesaian personal.
Polisi menegaskan akan mengusut tuntas dugaan pelanggaran hukum, khususnya terkait penyebaran konten pribadi tanpa izin yang berpotensi melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
“Jika memenuhi unsur pidana, pihak yang ikut menyebarkan juga bisa dimintai pertanggungjawaban hukum,” ujar Maulidya.
Pelaku yang dengan sengaja menyebarkan rekaman tersebut dapat dijerat dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman yang serius.
“Penyebaran konten pribadi tanpa izin merupakan tindakan yang melanggar hukum,” tegas Ipda Maulidya.
Selain itu, polisi juga mencurigai adanya beberapa potongan video yang sengaja dimodifikasi atau disebar ulang oleh pihak tidak bertanggung jawab hanya untuk menarik perhatian publik atau keuntungan tertentu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
