Viral Mukena Pink, Konten Video Ukhti Bikin Warganet Penasaran

Avatar photo
Video Viral Mukena Pink

Menit.co.id – Sejak awal bulan suci Ramadan 2026, jagat maya dikejutkan oleh sebuah fenomena tren media sosial bernama viral mukena pink yang cukup mencuri perhatian publik secara luas.

Frasa “ukhti mukena pink tanpa sensor” mendadak menjadi pembicaraan hangat, di mana topik terkait viral mukena pink ini berhasil mendominasi daftar pencarian populer di berbagai platform seperti X, TikTok, serta Google Trends sejak Rabu malam, 25 Februari 2026.

Melonjaknya popularitas video tersebut bukan lantaran strategi pemasaran atau penjualan produk mukena yang meningkat jelang Ramadan, melainkan karena adanya glitch visual berupa kotak sensor putih yang menutupi bagian dada seorang perempuan dalam cuplikan video tersebut. Keberadaan sensor inilah yang kemudian memantik tanda tanya besar dan rasa penasaran di kalangan netizen.

Dalam konten video yang beredar, terlihat seorang perempuan berusia muda mengenakan mukena berwarna pink dengan desain geometris yang sedang khusyuk berdoa atau mempersiapkan diri untuk salat. Namun, fokus utama penonton justru bergeser dan tidak lepas dari area yang sengaja ditutupi oleh sensor, yang menjadi pusat kontroversi.

Video berdurasi pendek itu kemudian dibagikan ulang secara masif oleh berbagai akun pengguna, sehingga penyebarannya berlangsung sangat cepat dan sulit dibendung. Alhasil, minat masyarakat untuk mencari tahu versi “tanpa sensor” dari kasus viral mukena pink kian menguat dan mendorong frasa tersebut muncul di deretan trending topic di berbagai platform.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi yang mengkonfirmasi keberadaan video versi panjang atau versi asli tanpa sensor sebagaimana yang dihebohkan oleh beberapa akun anonim. Mayoritas konten yang beredar hanyalah potongan-potongan pendek yang minim informasi mengenai identitas, lokasi, maupun waktu kejadian secara pasti.

Seiring derasnya arus perhatian publik, kolom komentar di berbagai unggahan dibanjiri permintaan tautan video lengkap dari para penasaran. Tidak sedikit pula pihak yang memanfaatkan momen ini dengan narasi provokatif demi menarik perhatian dan menjanjikan akses eksklusif ke video “asli” tersebut.

Situasi ini menghadirkan risiko serius, mengingat banyak tautan yang disebar tidak memiliki sumber yang jelas dan terverifikasi keabsahannya. Beberapa link diduga kuat mengarah ke halaman phishing atau menyimpan malware yang dapat membahayakan keamanan data pribadi pengguna yang tidak berhati-hati.

Meskipun platform media sosial telah menyediakan fitur pelaporan untuk konten yang menyesatkan, kecepatan penyebaran informasi sering kali membuat pengguna terlanjur menjatuhkan diri ke dalam jebakan link berbahaya sebelum pihak platform sempat melakukan penindakan tegas.

Para ahli keamanan siber menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat agar tidak terjebak klaim sensasional, terutama jika disertai tautan yang mencurigakan. Modus ini umumnya digunakan untuk aksi phishing, yaitu upaya pencurian data sensitif mulai dari akun media sosial hingga data perbankan korban.

Untuk menghindari risiko tersebut, pengguna internet disarankan untuk melakukan langkah preventif berikut:

  • Selalu teliti dan periksa alamat situs sebelum mengklik tautan.
  • Jangan pernah memasukkan data pribadi di halaman yang terkesan mencurigakan.
  • Hindari mengklik link yang dikirim oleh akun anonim atau tidak dikenal.
  • Manfaatkan fitur lapor jika menemukan konten yang melanggar standar keamanan.

Peningkatan tajam volume pencarian terhadap istilah viral mukena pink lebih merupakan cerminan dari rasa ingin tahu manusia ketimbang bukti keberadaan konten yang terverifikasi. Perpaduan antara potongan video yang misterius, klaim yang menggegerkan, dan kecepatan distribusi digital mampu membangun persepsi publik secara instan.

Peristiwa ini sekali lagi membuktikan bahwa di era digital saat ini, seutas konten tanpa konteks yang jelas dapat bermetamorfosis menjadi tren besar dalam sekejap. Di sisi lain, masyarakat dituntut untuk lebih kritis dan waspada agar tidak menjadi korban kejahatan siber yang memanfaatkan momen viral mukena pink sebagai umpan penipuan.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News