Wereng Jagung Bikin Resah Warga Kota Bima, Ini Penjelasan Dinas Pertanian

Wereng Jagung Bikin Resah Warga Kota Bima

Menit.co.id – Ribuan wereng jagung yang sempat meresahkan warga Kota Bima dalam beberapa pekan terakhir akhirnya mendapat penjelasan resmi dari Dinas Pertanian setempat.

Kemunculan serangga dalam jumlah besar itu sebelumnya membuat masyarakat khawatir, terutama karena sering terlihat berkumpul di sekitar rumah pada malam hari.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bima, Abdul Najir, menegaskan bahwa serangga yang ramai diperbincangkan warga tersebut merupakan wereng daun jagung dengan nama ilmiah Dalbulus maidis. Ia menekankan bahwa keberadaan hama ini tidak berkaitan dengan ancaman terhadap manusia.

“Hama ini sebenarnya menyerang tanaman jagung, bukan manusia. Jadi tidak berbahaya karena tidak menggigit maupun menularkan penyakit,” ujar Abdul Najir, Jumat, 17 April 2026.

Menurutnya, lonjakan populasi serangga ini terjadi karena faktor siklus alami yang umum terjadi pada masa musim tanam jagung. Saat tanaman memasuki fase generatif, ketersediaan sumber makanan mulai berkurang sehingga serangga tersebut bermigrasi ke area lain, termasuk permukiman warga.

Fenomena itu semakin terlihat jelas karena karakter serangga yang tertarik pada cahaya. Kondisi ini membuat wereng banyak ditemukan mengerubungi lampu rumah, dinding bangunan, hingga jendela pada malam hari, sehingga menimbulkan kesan seolah-olah jumlahnya sangat besar di lingkungan warga.

Dalam beberapa laporan lapangan, kondisi ini sempat membuat masyarakat mengira terjadi serangan hama berbahaya. Padahal, menurut Dinas Pertanian, hal tersebut merupakan pola migrasi alami yang terjadi secara periodik.

Selain itu, fenomena wereng jagung ini juga dipengaruhi oleh intensitas cahaya di area permukiman. Lampu yang menyala terang pada malam hari menjadi daya tarik utama bagi serangga untuk berkumpul dalam jumlah besar.

Untuk mengurangi gangguan terhadap aktivitas warga, Dinas Pertanian mengimbau masyarakat agar mengambil langkah sederhana di rumah. Di antaranya dengan meredupkan lampu luar ruangan, menggunakan lampu berwarna kuning yang kurang menarik bagi serangga, serta memasang kasa pada ventilasi dan jendela.

“Ini hanya fenomena sementara yang mengikuti siklus alam. Populasinya akan menurun dengan sendirinya,” kata Abdul Najir menegaskan kembali.

Pihak Dinas Pertanian juga memastikan bahwa langkah pencegahan terus dilakukan di sektor pertanian. Upaya tersebut meliputi edukasi kepada petani terkait pola tanam serempak, penggunaan varietas jagung yang lebih tahan terhadap hama, serta pemantauan populasi secara berkala di lapangan.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah berharap masyarakat tidak lagi merasa cemas berlebihan terhadap kemunculan wereng jagung, karena fenomena ini dipastikan bersifat sementara dan dapat dikendalikan melalui pengelolaan pertanian yang tepat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Exit mobile version