Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar, Pasar Asia Langsung Terguncang

Avatar photo
Harga Minyak Dunia

Menit.co.id – Lonjakan harga minyak dunia akhirnya menembus level psikologis 100 dolar AS per barel untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun pada Senin (9/3/2026).

Kenaikan tajam ini dipicu meningkatnya ketegangan perang di Iran yang membuat pasar energi global bergejolak. Dampaknya langsung terasa di pasar keuangan, di mana sejumlah bursa saham Asia jatuh pada sesi pembukaan perdagangan pagi hari.

Minyak mentah jenis Brent tercatat melonjak sekitar 17 persen hingga mencapai 108,73 dolar AS per barel. Kenaikan tersebut terjadi setelah pekan sebelumnya komoditas energi ini sudah lebih dulu meroket sekitar 28 persen, menandakan tekanan kuat pada pasar energi global.

Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat juga mencatat lonjakan signifikan. Harganya meningkat sekitar 19 persen hingga mencapai 108,33 dolar AS per barel.

Untuk jenis West Texas Intermediate (WTI) yang diproduksi di Amerika Serikat, harga transaksi berada di kisaran 107,06 dolar AS per barel, jauh lebih tinggi dibandingkan harga penutupan pada Jumat yang berada di level 90,9 dolar AS per barel. Kenaikan ini memperkuat tren naik harga minyak dunia dalam beberapa hari terakhir.

Melonjaknya biaya energi diperkirakan akan memberikan dampak luas terhadap perekonomian global. Kenaikan tersebut tidak hanya meningkatkan biaya hidup masyarakat di berbagai negara, tetapi juga berpotensi mendorong kenaikan suku bunga.

Tanpa adanya tanda-tanda meredanya serangan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta serangan balasan dari Iran, para investor bersiap menghadapi periode panjang energi mahal yang dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia.

Di tengah meningkatnya konflik, sejumlah kapal tanker dilaporkan belum berani melintasi Selat Hormuz setelah jalur tersebut ditutup oleh Iran.

Kepala ekonom JP Morgan, Bruce Kasman, menjelaskan bahwa perekonomian global masih sangat bergantung pada aliran minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah yang sebagian besar melewati jalur strategis tersebut.

Kasman juga memproyeksikan bahwa dalam jangka pendek, harga minyak mentah Brent berpotensi naik hingga mendekati 120 dolar AS per barel.

Setelah itu, harga kemungkinan akan mengalami koreksi apabila ketegangan geopolitik mulai mereda. Namun, jika tidak ada solusi politik yang jelas, ia memperkirakan harga minyak dunia bisa bertahan di sekitar 80 dolar AS per barel hingga pertengahan tahun.

Ia turut memperingatkan bahwa konflik yang semakin luas dan berlangsung lama dapat mendorong harga minyak melampaui 120 dolar AS per barel.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan tekanan besar terhadap perekonomian global hingga meningkatkan risiko terjadinya resesi.

Dampak ekonomi dari lonjakan harga energi ini juga diperkirakan cukup signifikan. Pertumbuhan ekonomi global berpotensi terpangkas sekitar 0,6 persen per tahun selama paruh pertama tahun ini. Selain itu, inflasi global juga diprediksi meningkat dengan kenaikan harga konsumen sekitar 1 persen per tahun.

Gejolak pasar energi turut memukul pasar saham di kawasan Asia pada awal pekan. Kontrak berjangka saham anjlok tajam pada Senin pagi seiring kekhawatiran investor terhadap lonjakan inflasi akibat mahalnya energi.

Indeks acuan Nikkei di Jepang merosot lebih dari 6 persen ke level 52.166 tidak lama setelah perdagangan dibuka. Angka ini menunjukkan penurunan tajam dibandingkan posisi penutupan pada Jumat sebelumnya yang berada di level 55.620.

Penurunan juga terjadi di Korea Selatan, di mana indeks Kospi tercatat melemah sekitar 6,3 persen pada awal perdagangan.

Tekanan serupa juga melanda pasar saham di Australia dan Selandia Baru yang masing-masing turun lebih dari 3 persen.

Sebelumnya, pasar saham Amerika Serikat juga sudah lebih dulu mengalami pelemahan pada awal perdagangan, dengan indeks S&P 500 turun sekitar 1,6 persen dan Nasdaq terkoreksi sekitar 1,7 persen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News