Menit.co.id – Guglielmo Vicario menjadi sorotan utama setelah Tottenham mengalami malam yang sangat berat ketika dihajar Atletico Madrid dengan skor telak 2-5 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
Selain kekalahan besar tersebut, keputusan mengejutkan mengenai posisi penjaga gawang menjadi perbincangan hangat usai pertandingan.
Pelatih Igor Tudor membuat keputusan berani dengan tidak memainkan kiper utama Guglielmo Vicario sejak awal pertandingan.
Sebagai gantinya, Antonin Kinsky dipercaya untuk berdiri di bawah mistar gawang Tottenham sejak menit pertama laga penting tersebut dimulai.
Sayangnya, keputusan itu justru berubah menjadi mimpi buruk bagi tim asal London tersebut. Tottenham harus kebobolan tiga gol dalam waktu yang sangat singkat, dan Kinsky akhirnya terpaksa meninggalkan lapangan jauh lebih cepat dari yang direncanakan sebelumnya.
Guglielmo Vicario terakhir kali tidak masuk dalam susunan pemain Tottenham terjadi pada akhir Oktober 2025 ketika klub tersebut tampil di ajang Piala Liga.
Saat itu keputusan tersebut diambil oleh pelatih sebelumnya, Thomas Frank, sebagai bagian dari rotasi dan pertimbangan teknis tim.
Kondisi serupa kembali terulang pada pertandingan Liga Champions menghadapi Atletico Madrid. Kali ini Igor Tudor memilih Kinsky sebagai penjaga gawang utama, sementara Vicario harus memulai laga dari bangku cadangan.
Pilihan tersebut langsung memicu berbagai reaksi karena pertandingan itu merupakan duel krusial di fase gugur Liga Champions.
Banyak pengamat maupun pendukung Tottenham mempertanyakan alasan di balik keputusan mencadangkan kiper utama seperti Vicario pada laga sepenting itu.
Sebelum pertandingan dimulai, Tudor sebenarnya sudah memberikan penjelasan mengenai pilihannya tersebut. Ia menegaskan bahwa keputusan yang diambil merupakan hal yang menurutnya paling tepat untuk kondisi tim saat ini.
“Hari ini saya memilih apa yang saya yakini terbaik untuk tim pada saat ini,” ujar Tudor saat memberikan pernyataan menjelang pertandingan berlangsung.
“Untuk hari ini, inilah sebelas pemain yang menjadi starter. Masih ada leg kedua, jadi semua pemain akan memiliki kesempatan,” lanjutnya menegaskan rencananya untuk rotasi skuad.
Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Dalam waktu sekitar 15 menit pertandingan berlangsung, Kinsky sudah harus memungut bola dari gawangnya sebanyak tiga kali, dan dua di antaranya terjadi setelah kesalahan fatal yang dilakukan oleh sang penjaga gawang muda.
Penjaga gawang berusia 22 tahun tersebut akhirnya ditarik keluar oleh pelatih pada menit ke-17. Ia meninggalkan lapangan dengan ekspresi emosional dan terlihat menitikkan air mata setelah menjalani salah satu malam tersulit dalam kariernya.
Kinsky sendiri baru resmi bergabung dengan Tottenham dari Slavia Praha pada Januari 2025. Klub London Utara tersebut mengeluarkan dana hampir 15 juta euro untuk merekrutnya sebagai pelapis Vicario, namun kesempatan besar itu justru berakhir dengan pengalaman pahit di panggung Liga Champions.
Di sisi lain, masa depan Guglielmo Vicario di Tottenham juga mulai memunculkan berbagai spekulasi dalam beberapa pekan terakhir.
Penampilannya yang dianggap kurang konsisten membuat sejumlah laporan menyebutkan bahwa ia berpotensi kembali bermain di Serie A pada bursa transfer musim panas mendatang.
Inter Milan disebut menjadi salah satu klub yang mempertimbangkan untuk merekrut Vicario. Hal itu berkaitan dengan situasi kontrak Yann Sommer yang akan segera berakhir, sementara klub tersebut dikabarkan tidak berencana memberikan perpanjangan kontrak.
Selain Inter, Juventus juga disebut bisa ikut dalam perburuan kiper baru pada musim panas nanti. Situasi tersebut bergantung pada keputusan klub terhadap masa depan Michele Di Gregorio dan Mattia Perin yang saat ini masih menjadi bagian dari skuad mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













