Francesco Bagnaia dan Tantangan Terbaru di Mata Legenda MotoGP

Avatar photo
Francesco Bagnaia

Menit.co.id – Performa Francesco Bagnaia yang menurun belakangan ini menjadi sorotan utama para legenda MotoGP.

Momen tersebut terlihat jelas saat mereka berkumpul di meja bundar dalam makan malam khusus menjelang penganugerahan MotoGP Hall of Fame.

Para legenda MotoGP hadir pada 11 September 2025 di Rimini, Italia, untuk merayakan peluncuran kategori baru bernama MotoGP Hall of Fame.

MotoGP Hall of Fame disebut lebih prestisius dibandingkan MotoGP Legends, karena daftar penerimanya terbatas hanya untuk pembalap yang pernah menjuarai kelas 500cc/MotoGP minimal dua kali atau memenangkan sedikitnya 24 balapan Grand Prix.

Sejumlah nama besar hadir untuk menerima penghargaan langsung dari tangan penyelenggara.

Di antaranya adalah Giacomo Agostini, Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Wayne Rainey, Casey Stoner, Freddie Spencer, dan Dani Pedrosa.

Setelah sesi nostalgia mengenai persaingan mereka di lintasan, diskusi beralih ke pembahasan kondisi pembalap masa kini.

Jorge Lorenzo memulai percakapan dengan menanyakan kepada Rossi siapa yang menurutnya terkuat di antara murid-murid VR46 Riders Academy saat ini.

Dua nama muncul, yakni Francesco Bagnaia, yang sedang dalam proses menuju Hall of Fame karena telah menjuarai MotoGP dua kali, dan Marco Bezzecchi yang tengah dalam performa puncak.

Sorotan pun tertuju pada Bagnaia, yang akrab disapa Pecco, karena penampilannya yang menurun drastis dari pembalap dominan menjadi lebih rapuh di lintasan.

Valentino Rossi berkata, “Pecco… boh (gimana ya, Italia)… sayangnya dia sedikit kehilangan arah sekarang.”

Jorge Lorenzo bertanya, “Apakah ini karena dia tidak nyaman dengan motornya?”

Rossi menjawab, “Menurutmu bagaimana?”

Lorenzo menimpali, “Sedikit, iya kan?”

Rossi menambahkan, “Pengereman dan entri tikungan, yang dulu menjadi keunggulannya, kini menjadi tantangan. Kadang dia membuat gerakan motor yang tidak stabil.”

Lorenzo berkomentar, “Seharusnya tubuhnya dulu baru motornya.”

Rossi: “Ya, keduanya belum selaras.”

Dani Pedrosa ikut menambahkan, “Tapi itu aneh, karena terkadang dia masih bisa melakukannya.”

Rossi menanggapi, “Ya, terutama dalam sesi latihan bebas.”

Pedrosa: “Itu tergantung kondisi ban, ya?”

Rossi: “Benar. Saat Marquez bisa melaju secepat itu, secara psikologis tidak mudah bagi Pecco.”

Lorenzo: “Dia mirip aku, semuanya harus pas.”

Rossi: “Benar, dia pembalap yang presisi dengan gaya halus.”

Lorenzo: “Kalau ada yang tidak cocok, maka performanya menurun.”

Rossi: “Masalah terbesarnya? Ban belakang cepat aus. Lap-lap terakhir Pecco lebih lambat.”

Pedrosa: “Ban aus?”

Rossi: “Ya, padahal musim lalu dia kuat hingga akhir balapan.”

Giacomo Agostini menambahkan, “Tapi Vale, aku pikir ini masalah mental.”

Rossi: “Musim lalu, Pecco bisa menjaga kecepatan akhir balapan karena kondisi ban lebih baik.”

Agostini: “Sekarang ada pembalap lain lebih cepat seperti Franco Morbidelli, Fabio Di Giannantonio…”

Rossi: “Alex Marquez dan Fermin Aldeguer juga.”

Pedrosa: “Aldeguer kuat di akhir balapan.”

Agostini menekankan, “Masalah Pecco memang mental, dia sedikit kehilangan semangat.”

Carmelo Ezpeleta (CEO Dorna Sports) menambahkan, “Yang ada di pikiran sangat menentukan performa.”

Agostini menutup, “Itu segalanya.”

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News