Menit.co.id – Bagi masyarakat Jawa Timur, sosok Niken Salindry sudah bukan nama yang asing lagi. Penyanyi sinden muda asal Kediri, Jawa Timur ini dikenal memiliki suara khas yang membawa warna baru dalam dunia seni tradisi Jawa sekaligus mampu menembus industri hiburan yang lebih luas.
Perjalanan karier Niken Salindry dimulai sejak usia sangat belia, yakni sekitar empat tahun. Dari panggung-panggung kecil hingga tampil di berbagai acara besar, ia perlahan membangun reputasi sebagai sinden muda yang berbakat dan konsisten menjaga eksistensi seni budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Dilansir dari Detik Hot, perjalanan menuju kesuksesan yang diraih Niken tidak berlangsung secara instan. Ia mengakui bahwa ada banyak fase sulit yang harus dilewati, terutama ketika pandemi Covid-19 melanda dan menghantam industri hiburan secara luas.
“Dulu bayaran saya cuma 150 ribu rupiah. Pernah juga di titik terendah saat pandemi Covid-19, tidak ada job sama sekali sampai harus jual mobil dan meminjam uang teman mama untuk sekadar bisa lanjut perform,” ungkap Niken saat ditemui di kawasan Studio TransTV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).
Dalam masa-masa sulit tersebut, Niken Salindry bersama keluarganya harus bertahan dengan kondisi yang serba terbatas. Namun, situasi tersebut justru menjadi titik balik yang membuatnya semakin kuat dalam meniti karier di dunia tarik suara.
Setelah kondisi mulai membaik dan namanya kembali naik daun, Niken bersama orang tuanya mulai mengambil langkah lebih bijak dalam mengelola penghasilan. Pendapatan yang ia peroleh dari dunia hiburan kemudian diputar ke berbagai bentuk investasi jangka panjang.
“Alhamdulillah, sekarang uangnya diputar jadi bisnis dan investasi. Ada 5 rumah, gudang, 3 ruko, 2 mobil, sampai truk yang jumlahnya bisa sampai 10 unit,” bebernya.
Keberhasilan Niken Salindry dalam mengelola keuangan tersebut membuatnya kini memiliki sejumlah aset yang terbilang besar di usia muda. Properti hingga armada transportasi menjadi bagian dari strategi investasinya demi masa depan yang lebih stabil, baik untuk dirinya maupun keluarga.
Meski telah mencapai pencapaian finansial yang signifikan, Niken Salindry tidak lantas berhenti mengembangkan diri di dunia musik. Ia justru semakin serius mengasah kemampuan vokalnya dengan mempelajari berbagai genre musik di luar sinden tradisional.
Saat ini, ia mulai mendalami lagu-lagu pop hingga musik mancanegara sebagai upaya memperluas jangkauan kariernya di industri hiburan. Hal ini dilakukan agar dirinya tidak hanya dikenal sebagai sinden, tetapi juga sebagai penyanyi serba bisa.
Di sisi lain, untuk urusan pribadi, remaja yang kini berusia 18 tahun tersebut memilih untuk tidak terlalu fokus pada hubungan asmara. Prioritas utamanya saat ini adalah keluarga dan pengembangan karier di dunia musik.
“Belum kepikiran pacaran, repot nanti. Sekarang fokusnya ke karier dulu, ke lagu-lagu baru, dan keluarga. Kalau ada yang mau deketin, kayaknya mereka pada minder duluan lihat orang tua saya yang protektif,” ujarnya sambil tertawa.
Kisah perjalanan Niken Salindry menjadi gambaran bagaimana kerja keras, ketekunan, dan pengelolaan keuangan yang tepat dapat membawa seseorang melewati masa sulit hingga mencapai kesuksesan yang lebih stabil. Dari sinden cilik hingga memiliki berbagai aset, ia kini menjadi salah satu contoh generasi muda yang mampu memadukan seni tradisi dengan pola pikir modern dalam membangun masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













