Menit.co.id – Aktris Melissa Barrera akhirnya angkat bicara secara terbuka dengan pernyataan yang cukup keras mengenai keterlibatannya yang telah berakhir dalam waralaba film horor Scream 7.
Dalam wawancara terbarunya bersama Variety pada 7 Mei 2026, ia melontarkan kritik tidak hanya kepada rumah produksi Spyglass, tetapi juga kepada sejumlah aktor lama yang memilih kembali bergabung dalam proyek tersebut setelah dirinya dan Jenna Ortega tidak lagi terlibat.
Dalam pernyataannya, Melissa Barrera secara tegas menyebut para pemain yang kembali itu dengan istilah “scab”, yang ia maknai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap solidaritas sesama aktor yang sebelumnya terlibat dalam waralaba tersebut.
Ia menyinggung keputusan studio yang kembali menghadirkan wajah-wajah lama seperti Neve Campbell dan Courteney Cox setelah keluarnya beberapa pemeran utama.
“Oh, seratus persen (mereka scab). Saya pikir mereka semua melakukannya, dan mereka harus hidup dengan keputusan itu,” ujar Barrera dalam wawancara tersebut, menunjukkan nada kecewa yang cukup dalam terhadap arah produksi film yang menurutnya berubah drastis.
Lebih jauh, Melissa Barrera juga menuding pihak studio memanfaatkan strategi “nostalgia-bait” atau permainan nostalgia untuk menarik penonton, terutama setelah kontroversi pemecatan dirinya mencuat ke publik.
Ia menilai pendekatan tersebut dilakukan demi menyelamatkan keberlanjutan film, bukan karena kekuatan cerita yang orisinal.
Meski secara resmi Scream 7 disebut berhasil meraih pendapatan global hingga sekitar 207 juta dolar AS, Barrera menyatakan keraguannya terhadap angka tersebut.
Ia bahkan menuduh pihak studio, termasuk Paramount dan Spyglass, telah melebih-lebihkan atau memanipulasi data kesuksesan box office film tersebut.
“Saya pikir mereka berbohong tentang angka-angkanya. Saya tidak percaya film itu menghasilkan uang sebanyak itu,” ungkapnya tanpa ragu, menegaskan ketidakpercayaannya terhadap laporan finansial yang beredar.
Dalam percakapan yang berlangsung cukup blak-blakan itu, pewawancara sempat menyebut bahwa film ketujuh dari waralaba tersebut dinilai buruk. Menanggapi hal itu, Melissa Barrera hanya memberikan jawaban singkat namun penuh penegasan: “Saya tahu.”
Respons tersebut seolah memperkuat pandangannya bahwa kualitas film mengalami penurunan karena dipaksakan terus berjalan tanpa arah cerita yang kuat dan orisinal.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung kembali alasan pemecatannya dari proyek Scream, yang berkaitan dengan unggahannya di media sosial mengenai konflik di Gaza.
Unggahan tersebut sebelumnya ditafsirkan oleh Spyglass sebagai bentuk antisemitisme, yang kemudian berujung pada pemecatannya dari waralaba tersebut.
Melissa Barrera mengaku bahwa peristiwa itu memberikan dampak psikologis yang cukup berat baginya. Ia menyebut bahwa ketika seseorang melakukan sesuatu yang diyakini benar namun justru dihukum atas tindakan tersebut, maka hal itu dapat memberikan tekanan mental yang mendalam.
“Ketika Anda melakukan sesuatu yang Anda rasa benar, lalu Anda dihukum karenanya, itu benar-benar merusak pikiran Anda,” jelasnya, seperti dikutip dari detikcom.
Ia juga sempat mempertanyakan keadilan dalam hidup, termasuk mengapa orang yang menyuarakan kemanusiaan justru harus kehilangan banyak hal, sementara pihak lain tetap melanjutkan perjalanan mereka tanpa hambatan.
Meski kini berada dalam posisi yang berseberangan dengan pihak studio, Melissa Barrera menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kebencian terhadap waralaba Scream itu sendiri.
Ia tetap menyampaikan apresiasi kepada dua sutradara, Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett, yang sebelumnya mengarahkan Scream 5 dan Scream 6, karena telah memberikan kesempatan baginya untuk menjadi bagian dari proyek besar tersebut.
Di sisi lain, ia juga mengungkapkan rasa senangnya karena masih mendapatkan dukungan dari para penggemar, terutama ketika dirinya kini aktif tampil di panggung Broadway.
Dukungan tersebut menurutnya menjadi salah satu hal yang membantu dirinya tetap bertahan setelah berbagai tekanan yang dialaminya.
Pernyataan-pernyataan terbuka dari Melissa Barrera ini kembali memicu perdebatan di kalangan penggemar film horor.
Banyak yang mempertanyakan etika di balik proses produksi Scream 7, terutama setelah konflik internal yang melibatkan para pemeran utama dan studio mencuat ke publik.
Kontroversi ini juga semakin memperpanjang diskusi mengenai masa depan waralaba Scream sebagai salah satu ikon film slasher modern.
Di tengah kritik tajam, tudingan manipulasi data, serta perdebatan etika industri, posisi waralaba tersebut kini kembali menjadi sorotan tajam publik dan komunitas penggemar.
Dengan semua pernyataannya, Melissa Barrera tidak hanya membuka kembali luka lama dari konflik di balik layar, tetapi juga memperlihatkan bagaimana ketegangan antara kreativitas, kebijakan studio, dan isu sosial dapat berdampak besar pada karier seorang aktor dan arah sebuah franchise besar Hollywood.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













