Anna Wintour Gagal Bujuk Kate Middleton Hadiri Met Gala 2026

Anna Wintour Gagal Bujuk Kate Middleton Hadiri Met Gala 2026
Anna Wintour Gagal Bujuk Kate Middleton Hadiri Met Gala 2026. (Foto: X/KensingtonRoyal)
Add as preferred source on Google

Menit.co.id – Eksekutif media Anna Wintour kembali menjadi sorotan setelah dikabarkan berulang kali berupaya mengundang anggota keluarga Kerajaan Inggris, Kate Middleton, untuk menghadiri ajang Met Gala. Namun, upaya tersebut disebut selalu berakhir dengan penolakan dari pihak sang putri.

Seorang sumber yang dikutip dari laman Rob Shuter pada Selasa, 5 Mei 2026, mengungkapkan bahwa Anna Wintour sangat menginginkan kehadiran Kate Middleton di Met Gala 2026, bahkan menjadikannya sebagai salah satu undangan paling diharapkan tahun ini.

“Kate adalah satu-satunya sosok yang sangat diinginkan namun tidak bisa ia dapatkan,” ujar sumber tersebut, menggambarkan betapa kuatnya keinginan figur berpengaruh di industri mode itu untuk menghadirkan Putri Wales dalam acara bergengsi tersebut.

Upaya pendekatan tersebut tidak berhenti pada undangan formal semata. Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa Anna Wintour bahkan mencoba meminta bantuan secara tidak langsung kepada Raja Charles dan Ratu Camilla agar Kate Middleton bersedia mempertimbangkan kehadirannya.

“Dengan harapan dorongan dari pihak istana dapat membantu setelah berbagai upaya sebelumnya menemui jalan buntu,” kata sumber lain yang mengetahui situasi tersebut.

Diketahui, Anna Wintour sempat melakukan pertemuan dengan Ratu Camilla pada Februari lalu. Selain itu, ia juga baru-baru ini bertemu dengan Raja Charles dan Ratu Camilla saat kunjungan kenegaraan ke New York, Amerika Serikat, pada pekan lalu, yang turut memperkuat dugaan adanya upaya diplomatis di balik undangan tersebut.

Namun, sumber dari lingkungan istana menegaskan bahwa Kate Middleton memiliki pertimbangan tersendiri terkait setiap penampilan publiknya. Ia disebut menyadari bahwa kehadirannya dalam sebuah acara tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga membawa implikasi lebih luas bagi citra keluarga kerajaan.

“Ini bukan sekadar undangan biasa. Kehadirannya bisa mengubah dinamika malam itu menjadi sesuatu yang jauh lebih besar, dan ia tidak tertarik untuk mengambil peran tersebut,” ungkap sumber istana.

Pertemuan antara Anna Wintour dan Kate Middleton sebenarnya bukan hal baru. Keduanya pernah bertemu dalam sebuah acara kenegaraan pada 2018. Namun, pertemuan tersebut tidak mengubah sikap Kate Middleton terkait undangan Met Gala yang kembali diajukan bertahun-tahun kemudian.

Di sisi lain, Kate Middleton juga dikabarkan memilih untuk menjaga jarak dari sorotan media yang berlebihan. Ia disebut berhati-hati dalam setiap keputusan publik agar tidak menjadi pusat perhatian secara berlebihan di ruang digital maupun media internasional.

Sebelumnya, hanya terdapat dua anggota keluarga kerajaan Inggris yang pernah tercatat menghadiri Met Gala, yakni Putri Beatrice dan mendiang Putri Diana. Catatan tersebut membuat setiap potensi kehadiran anggota kerajaan selalu menjadi perhatian besar publik dan media global.

Sebagai menantu dari mendiang Putri Diana, Kate Middleton juga disebut mempertimbangkan dampak sosial dan media apabila ia menghadiri acara tersebut. Ia tidak ingin kehadirannya memicu perbandingan maupun spekulasi yang berlebihan, terutama di media sosial yang kerap mengaitkan penampilannya dengan sosok ibu mertuanya.

Sementara itu, Anna Wintour tetap memegang peran penting sebagai ketua utama Met Gala 2026, posisi yang telah ia emban sejak 1995. Di bawah kepemimpinannya, Met Gala terus berkembang menjadi salah satu ajang mode paling prestisius di dunia.

Perhelatan Met Gala 2026 sendiri digelar pada Senin, 4 Mei 2026, bertempat di Metropolitan Museum of Art, New York City. Acara tahunan tersebut tahun ini mengusung tema pameran “Costume Art” dengan dress code “Fashion is Art”, yang menekankan hubungan erat antara mode dan seni rupa tingkat tinggi.

Dalam konteks ini, nama Anna Wintour kembali menjadi pusat perhatian bukan hanya karena posisinya sebagai figur utama di balik Met Gala, tetapi juga karena upayanya yang konsisten untuk menghadirkan tokoh-tokoh berpengaruh dunia, termasuk dari lingkaran kerajaan Inggris, ke dalam panggung mode paling eksklusif tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Exit mobile version