Bos Kartel Narkoba Meksiko Tewas, DPR Soroti Ancaman Baru

Bos Kartel Narkoba Meksiko

Menit.co.id – Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menekankan perlunya memperkuat kerja sama intelijen internasional menyusul tewasnya bos kartel narkoba Meksiko “El Mencho”, untuk mencegah terbentuknya jalur penyelundupan narkotika baru ke Indonesia.

Amelia menyebut pernyataan Badan Narkotika Nasional tentang keterkaitan jaringan Meksiko dengan pasar narkoba di Tanah Air menambah kompleksitas ancaman keamanan.

Menurut Amelia, situasi ini justru bisa membuka celah distribusi narkotika baru di wilayah yang sudah teridentifikasi, termasuk Indonesia. “Pendekatan ini harus dilakukan secara terintegrasi antara diplomasi, intelijen, dan penegakan hukum,” ujarnya.

Dia menambahkan, kematian figur kunci dalam jaringan kartel seringkali tidak menghentikan aktivitas kriminal, melainkan bisa memicu fragmentasi kelompok dan perebutan kekuasaan internal. Hal ini meningkatkan risiko munculnya jalur baru bagi pengedaran narkoba lintas negara.

Selain memperkuat kerja sama intelijen, Amelia menilai pemerintah perlu meningkatkan pengawasan di pintu-pintu masuk strategis, serta memperdalam pertukaran informasi dengan aparat penegak hukum negara mitra untuk meminimalkan risiko penyelundupan.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap Indonesia tidak selalu berupa konflik bersenjata, tetapi juga melalui jaringan kriminal transnasional yang bergerak dinamis menyesuaikan situasi global. “Negara harus hadir secara proaktif, melindungi warga dan menjaga kedaulatan dari ancaman narkotika lintas batas,” kata Amelia.

Menurutnya, keamanan WNI dan ketahanan nasional harus dijaga secara bersamaan melalui respons cepat, koordinasi yang baik, dan analisis risiko yang komprehensif.

Sebelumnya, Pasukan Khusus Angkatan Darat Meksiko menewaskan tujuh anggota Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), termasuk pemimpinnya Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho”, dalam operasi militer di Jalisco pada Minggu (22/2).

Kementerian Pertahanan Meksiko menyebutkan operasi digelar di Tapalpa, markas CJNG, dengan dukungan Garda Nasional, intelijen nasional, Kejaksaan Agung, serta pesawat Angkatan Udara, dengan tujuan menangkap Oseguera.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Exit mobile version