Dumaris Sitio Tewas Tragis, Menantu Sendiri Jadi Otak Pembunuhan di Pekanbaru

Avatar photo
Dumaris Sitio Pembunuhan Nenek Pekanbaru
Add as preferred source on Google

Menit.co.id – Kasus tragis yang menimpa Dumaris Sitio (60) di kawasan Rumbai, Pekanbaru, Riau, terus mengungkap fakta baru yang mengejutkan.

Perempuan lanjut usia tersebut menjadi korban perampokan disertai pembunuhan yang didalangi oleh orang terdekatnya sendiri.

Peristiwa ini pun menyita perhatian publik karena melibatkan hubungan keluarga yang berujung pada tindak kriminal keji.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Hasyim Risahondua, mengungkapkan bahwa salah satu pelaku berinisial AFT yang merupakan menantu korban, ternyata masih sering berkomunikasi dengan keluarga meskipun sudah tidak lagi tinggal bersama sejak 2023.

Berdasarkan keterangan anak korban, Arnold, AFT diketahui kerap meminta uang kepada keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan komunikasi tetap terjalin, meski secara fisik sudah terpisah tempat tinggal.

Menurut penjelasan pihak kepolisian, AFT meninggalkan rumah keluarga sejak 2023 setelah menikah dengan Arnold. Namun, ia kemudian menikah siri dengan pria lain berinisial SL dan menetap di Medan, Sumatera Utara.

Selama tinggal di sana, AFT bekerja sebagai kasir di sebuah spa, tetapi tetap bergantung secara finansial kepada korban.

Kabid Humas Polda Riau, Zahwani Pandra Arsyad, menyebut bahwa sikap Dumaris Sitio terhadap menantunya tetap baik.

Korban dikenal sebagai sosok yang menjaga keharmonisan keluarga dan terus membantu kebutuhan AFT meskipun hubungan mereka tidak lagi serumah.

Bantuan tersebut diberikan tanpa syarat, mencerminkan kepedulian seorang ibu terhadap keluarganya.

Namun, di balik hubungan tersebut, tersimpan motif yang berujung pada tragedi.

Kapolresta Pekanbaru, Muharman Arta, menyatakan bahwa AFT merupakan otak di balik aksi perampokan dan pembunuhan tersebut.

Ia tidak bertindak sendiri, melainkan bersama suami sirinya SL serta dua pelaku lain berinisial EW dan L.

Motif utama yang diungkap pelaku adalah sakit hati. AFT mengaku sering dimarahi oleh korban saat masih tinggal bersama.

Namun, penyelidikan lebih lanjut menemukan adanya motif lain, yakni keinginan untuk menguasai harta milik korban.

Fakta ini memperkuat dugaan bahwa tindakan tersebut telah direncanakan.

Peristiwa pembunuhan terhadap Dumaris Sitio terjadi di kediamannya di Jalan Kurnia, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, pada Rabu pagi, 29 April 2026.

Aksi para pelaku sempat terekam kamera CCTV di sekitar lokasi. Dalam rekaman tersebut, terlihat salah satu pelaku pria bertindak sebagai eksekutor dengan memukul korban menggunakan kayu balok.

Setelah memastikan korban tidak berdaya, para pelaku kemudian membawa kabur sejumlah barang berharga.

Di antaranya perhiasan emas, uang tunai sebesar 400 dolar Singapura, paspor, serta telepon genggam milik korban. Aksi tersebut dilakukan dengan cepat sebelum akhirnya para pelaku melarikan diri.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan, bahkan terhadap orang-orang terdekat.

Aparat kepolisian kini terus mendalami kasus tersebut guna memastikan seluruh pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News