Menit.co.id – Aktris Hayden Panettiere ditemukan dalam kondisi tidak responsif dan mengalami serangan jantung sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu di sebuah kediaman di Greenville, South Carolina. Informasi tersebut disampaikan Kantor Koroner Greenville County melalui siaran pers yang dirilis pada Senin.
Menurut keterangan kantor koroner, responden pertama bersama layanan medis darurat datang ke sebuah kediaman di Greenville setelah menerima panggilan 911 pada Minggu. Saat petugas tiba di lokasi, Panettiere, 36 tahun, ditemukan dalam keadaan tidak responsif dan sedang mengalami serangan jantung.
Petugas medis kemudian segera melakukan tindakan pertolongan darurat. Kantor koroner menyebut responden memulai langkah-langkah dukungan kehidupan jantung tingkat lanjut sebagai bagian dari upaya untuk menyelamatkan nyawa aktris tersebut. Namun, berbagai upaya resusitasi yang dilakukan di lokasi tidak berhasil.
Hayden Panettiere kemudian dinyatakan meninggal dunia pada pukul 2.32 siang, menurut keterangan resmi yang disampaikan Kantor Koroner Greenville County. Kabar tersebut menjadi perhatian karena Panettiere dikenal sebagai aktris yang telah berkarier sejak masih berusia muda dan memiliki sejumlah peran populer di televisi maupun film.
Kantor koroner juga mengungkapkan bahwa proses autopsi terhadap Panettiere telah selesai dilakukan pada Senin. Dari pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda trauma yang dinilai berkontribusi terhadap kematiannya.
Meski demikian, penyebab resmi kematian dan cara kematian Panettiere belum ditetapkan. Kantor koroner mengatakan kedua hal tersebut masih menunggu penyelidikan lebih lanjut serta penyelesaian sejumlah studi tambahan yang diperlukan untuk menentukan penyebab kematian secara resmi.
Dalam keterangan yang sama, disebutkan bahwa Panettiere sebelumnya tinggal sementara di kediaman tempat dirinya ditemukan. Setelah kematian tersebut, Kantor Koroner Greenville County dan Departemen Kepolisian Kota Greenville memulai penyelidikan secara paralel untuk mengetahui lebih lanjut keadaan yang melatarbelakangi kematiannya.
Perwakilan Panettiere sebelumnya juga telah mengonfirmasi kabar kematiannya kepada ABC News pada Minggu. Pada saat itu, pihak perwakilan menyampaikan bahwa penyelidikan terkait kematian sang aktris masih berlangsung.
Keluarga Panettiere kemudian meminta privasi agar mereka dapat menjalani masa duka dan memproses kehilangan tersebut. Ayahnya, Skip Panettiere, menyampaikan kesedihan mendalam atas kepergian putrinya dan menggambarkan sang aktris sebagai sosok yang membawa cinta serta kebahagiaan kepada orang-orang di sekitarnya.
Dalam pernyataannya kepada ABC News, Skip Panettiere mengatakan keluarganya tengah menghadapi kehilangan yang sangat berat. Ia mengenang putrinya sebagai cahaya luar biasa dan pribadi dengan energi kuat yang mampu memberikan cinta serta kegembiraan yang tidak terukur kepada orang-orang yang mengenalnya, termasuk jutaan penonton yang mengikuti perjalanan kariernya melalui layar.
Lahir dari dunia hiburan sejak usia muda, Panettiere membangun perjalanan panjang di industri televisi dan film. Namanya semakin dikenal luas setelah memerankan Claire Bennet dalam serial televisi populer Heroes. Karakter tersebut menjadi salah satu peran yang melekat kuat dengan dirinya dan membuat namanya dikenal oleh penonton internasional.
Selain Heroes, Panettiere juga dikenal melalui perannya sebagai Juliette Barnes dalam drama musikal televisi Nashville. Peran tersebut memperlihatkan kemampuannya dalam menggabungkan akting dengan unsur musik, sekaligus menjadi salah satu pekerjaan penting dalam perjalanan profesionalnya sebagai aktris dewasa.
Film-film lain yang pernah dibintanginya antara lain Remember the Titans, Raising Helen, Ice Princess, dan Scream 4. Kariernya yang dimulai ketika masih menjadi bintang anak membuat Panettiere tumbuh di hadapan publik, sementara kehidupan pribadinya juga kerap menjadi perhatian media.
Sepanjang perjalanan hidupnya, Panettiere dikenal cukup terbuka mengenai berbagai kesulitan yang pernah dihadapinya. Ia kemudian menuangkan sejumlah pengalaman tersebut dalam sebuah memoar berjudul This Is Me: A Reckoning.
Memoar tersebut menggambarkan sisi kehidupan Panettiere yang jarang terlihat oleh publik. Dalam buku itu, ia membahas berbagai pengalaman pribadi, termasuk depresi pascapersalinan, kecanduan dan proses pemulihan, trauma, kekerasan dalam rumah tangga, serta pengalaman menghadapi kehilangan.
Panettiere merupakan ibu dari seorang putri bernama Kaya Klitschko. Putrinya lahir pada 2014 dari hubungan Panettiere dengan mantan tunangannya, Wladimir Klitschko, mantan juara dunia tinju kelas berat.
Dalam wawancara dengan program Good Morning America pada 2022, Panettiere juga berbicara terbuka mengenai perjuangannya menghadapi alkoholisme dan depresi pascapersalinan. Ia menggambarkan masa tersebut sebagai periode yang sangat berat dalam kehidupannya.
Dalam wawancara itu, Panettiere mengaku kesulitan membedakan batas antara persoalan alkoholisme dan depresi pascapersalinan yang dialaminya. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalani periode panjang yang melelahkan secara fisik maupun emosional.
Panettiere mengatakan tahun-tahun setelah keterlibatannya dalam Nashville menjadi masa yang sulit baginya. Ia juga menyebut bahwa periode sebelumnya tidak mudah dan dirinya pada saat itu membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Meski menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan pribadi, Panettiere kembali tampil dalam waralaba Scream. Ia mengulangi perannya sebagai Kirby Reed dalam film tersebut yang dirilis pada Maret 2023. Kemunculannya menjadi bagian dari perjalanan kembalinya sang aktris ke layar lebar setelah melalui sejumlah masa sulit.
Kematian Panettiere juga terjadi beberapa tahun setelah keluarganya mengalami kehilangan besar lainnya. Saudara laki-lakinya, Jansen Panettiere, meninggal secara mendadak pada Februari 2023. Menurut pernyataan keluarga saat itu, Jansen meninggal akibat kardiomegali atau kondisi jantung yang membesar, yang disertai komplikasi pada katup aorta.
Jansen meninggal pada usia 28 tahun. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, termasuk Hayden Panettiere yang kemudian beberapa kali berbicara secara terbuka mengenai duka yang dirasakannya setelah kehilangan sang adik.
Dalam wawancara dengan People sekitar dua tahun setelah kematian Jansen, Panettiere mengatakan bahwa dirinya akan selalu merasa patah hati karena kehilangan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa waktu tidak akan membuat dirinya melupakan sang saudara laki-laki.
Kehilangan Jansen menjadi salah satu pengalaman emosional yang sangat berat dalam kehidupan Panettiere. Pernyataannya mengenai sang adik memperlihatkan betapa besar dampak kehilangan tersebut bagi dirinya dan keluarganya.
Kini, kematian Panettiere kembali membawa perhatian publik pada perjalanan hidup dan kariernya. Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, pihak berwenang belum menetapkan penyebab resmi kematiannya. Hasil pemeriksaan tambahan masih diperlukan sebelum kesimpulan akhir dapat disampaikan.
Kantor koroner menegaskan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda trauma yang berkontribusi terhadap kematian Panettiere dalam autopsi awal. Sementara itu, penyelidikan yang dilakukan secara paralel oleh kantor koroner dan kepolisian setempat masih berjalan untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan.
Panettiere dijadwalkan berusia 37 tahun pada Jumat mendatang. Kepergiannya menutup perjalanan seorang aktris yang telah dikenal publik sejak masa kanak-kanak, membintangi berbagai produksi televisi dan film, serta secara terbuka membagikan sebagian pengalaman hidupnya mengenai perjuangan, pemulihan, keluarga, dan kehilangan.
Bagi banyak penonton, Hayden Panettiere akan dikenang melalui karakter-karakter yang pernah dimainkannya, terutama Claire Bennet dalam Heroes dan Juliette Barnes dalam Nashville. Namun, di luar layar, kisah hidupnya juga menjadi bagian penting dari warisan yang ditinggalkannya, termasuk keberaniannya membicarakan persoalan pribadi yang selama bertahun-tahun dihadapinya.
Untuk saat ini, keluarga meminta ruang dan privasi selama menghadapi kehilangan tersebut. Sementara itu, pihak berwenang masih melanjutkan pemeriksaan untuk menentukan penyebab serta cara kematian secara resmi. Kesimpulan akhir baru akan diketahui setelah seluruh penyelidikan dan studi tambahan selesai dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













