Menit.co.id – Dinas Kesehatan Provinsi Riau menyoroti masih rendahnya capaian Imunisasi Baduta Lengkap di wilayah tersebut, bersamaan dengan tingginya jumlah anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi atau dikenal sebagai zero dose. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dinilai berpengaruh langsung terhadap upaya peningkatan derajat kesehatan anak serta pencapaian target nasional program imunisasi.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, menegaskan bahwa program imunisasi kini bukan hanya agenda daerah, melainkan sudah menjadi prioritas nasional dalam kerangka transformasi kesehatan yang tengah dijalankan pemerintah pusat.
“Jika kita tarik ke konteks nasional, pemerintah pusat menargetkan eliminasi zero dose children. Ini menunjukkan isu imunisasi bukan hanya prioritas daerah, tetapi juga prioritas nasional. Tantangan ke depan bukan lagi pada pemahaman program, melainkan pada kualitas pelaksanaan, konsistensi intervensi, dan kekuatan kolaborasi lintas sektor serta lintas program,” ujar Zulkifli pada Senin, 20 April 2026.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program imunisasi sangat ditentukan oleh kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, fasilitas layanan kesehatan, hingga partisipasi aktif masyarakat. Tanpa sinergi yang kuat, pencapaian target cakupan imunisasi akan sulit dilakukan secara optimal dan merata.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Dahlia Eka Okta, memaparkan kondisi capaian imunisasi di Riau yang masih berada di bawah standar nasional. Ia menyebut sejumlah indikator menunjukkan perlunya penguatan intervensi di lapangan.
“Capaian imunisasi dasar lengkap (IDL) di Provinsi Riau tahun 2025 masih 78,38%. Untuk Imunisasi Baduta Lengkap hanya mencapai 65,17%. Selain itu, imunisasi antigen baru PCP dosis 2 sebesar 64,49%, rotavirus dosis 3 sebesar 45,37%, dan imunisasi pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) mencapai 89,89%,” jelas Dahlia.
Dalam pemaparannya, Dahlia juga menyoroti cakupan imunisasi TT2+ pada ibu hamil yang berada di angka 71,52%. Namun, perhatian terbesar saat ini tetap tertuju pada masih tingginya jumlah anak yang belum mendapatkan imunisasi sama sekali.
“Estimasi anak zero dose di Riau mencapai 59.992 anak yang tersebar di 12 kabupaten/kota. Ini menjadi perhatian serius karena kelompok ini sangat rentan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” lanjutnya.
Dahlia menjelaskan bahwa rendahnya capaian imunisasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari keterbatasan akses layanan kesehatan di sejumlah wilayah, tingkat kesadaran masyarakat yang belum merata, hingga tantangan distribusi layanan imunisasi di daerah tertentu.
Untuk mengatasi kondisi ini, Dinas Kesehatan Provinsi Riau mendorong penguatan strategi berbasis wilayah dengan pendekatan yang lebih terarah dan terukur. Upaya tersebut difokuskan pada peningkatan jangkauan layanan kesehatan, penguatan edukasi kepada masyarakat, serta integrasi program lintas sektor agar pelaksanaan imunisasi lebih efektif.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah berharap capaian Imunisasi Baduta Lengkap dapat meningkat secara signifikan ke depan, sekaligus mempercepat upaya eliminasi zero dose children sesuai target yang telah ditetapkan dalam program kesehatan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













