Menit.co.id – Nama Dwi Sasetyaningtyas kembali menjadi sorotan publik setelah unggahan paspor Inggris anak-anaknya menimbulkan kontroversi.
Tyas, yang juga penerima beasiswa LPDP, merupakan menantu dari mantan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro.
Syukur Iwantoro pernah menjabat Dirjen Peternakan (2011–2015) dan kemudian naik menjadi Sekretaris Jenderal Kementan, salah satu posisi administratif tertinggi di kementerian tersebut.
Perjalanan kariernya dimulai sebagai pegawai negeri sipil di Biro Kerja Sama Luar Negeri dan berkembang melalui berbagai jabatan strategis, termasuk Kepala Badan Karantina Pertanian dan Staf Ahli Menteri Pertanian bidang Investasi.
Selama berkarier, Syukur juga sempat diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2013 terkait kasus suap impor daging sapi, dan pada 2019 terkait dugaan suap izin impor bawang putih. Ia adalah ayah dari Arya Iwantoro, suami Dwi Sasetyaningtyas, yang kini menetap di Inggris.
Nama Tyas menjadi viral setelah memamerkan paspor Inggris anak-anaknya dengan pernyataan bahwa hanya dirinya yang WNI, sementara anak-anaknya tidak.
Unggahan ini memicu kekecewaan publik karena dana beasiswa LPDP yang diterimanya berasal dari pajak rakyat Indonesia.
Selain itu, suami Tyas, Arya Iwantoro, disebut belum memenuhi kewajiban pengabdian LPDP. Program LPDP menerapkan skema 2N+1, yakni dua kali masa studi ditambah satu tahun pengabdian di Indonesia.
Arya dinilai belum memenuhi ketentuan kontraktual karena tinggal di Inggris beberapa tahun pasca-studi.
Perdebatan publik meluas di media sosial. Sebagian warganet mempertanyakan komitmen penerima beasiswa negara, sementara yang lain menilai kontribusi ilmiah internasional tetap memberikan manfaat strategis bagi Indonesia, khususnya di bidang kelautan dan perubahan iklim.
Menanggapi viralnya kasus ini, Dwi Sasetyaningtyas menyampaikan permohonan maaf terbuka atas unggahan paspor anaknya.
Ia menegaskan telah menjalankan kewajibannya sebagai penerima LPDP dengan kembali ke Indonesia dan membangun usaha berbasis lingkungan.
Meski demikian, publik masih menyoroti status kewarganegaraan anak-anaknya serta domisili suami di Inggris sebagai isu yang saling terkait.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Arya Iwantoro terkait dugaan pelanggaran kewajiban LPDP.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













