Menit.co.id – Nama John Kei kembali menjadi sorotan publik setelah putranya, Mossad Kennedy Refra, atau yang akrab disapa MKR, resmi mencuat dalam bursa pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara. Kabar ini langsung memantik perhatian luas, terutama di tengah dinamika politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) partai berlambang pohon beringin tersebut.
Dinamika internal Golkar di Maluku Tenggara kini berada pada fase yang cukup sensitif. Munculnya nama MKR, putra dari tokoh yang dikenal luas di ruang publik yakni John Kei, membuat peta persaingan politik lokal semakin menarik untuk disimak. MKR disebut-sebut memiliki peluang kuat untuk ikut bertarung memperebutkan kursi Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, sebuah posisi strategis dalam struktur partai di daerah.
Sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa MKR bukan sekadar figur yang muncul tiba-tiba. Ia dikabarkan telah mengantongi dukungan dari beberapa pemilik hak suara di internal partai. Kesiapan itu semakin terlihat ketika MKR melakukan kunjungan langsung ke Maluku Tenggara dengan mendarat di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, dua hari sebelum kabar ini mencuat.
Kedatangan MKR menjadi perhatian masyarakat setempat. Dalam sebuah rekaman video yang beredar di media sosial, ia tampak disambut oleh puluhan pendukung yang telah menantinya. Kehadiran tersebut dinilai sebagai langkah awal konsolidasi politik menjelang Musda yang semakin dekat, sekaligus menandai keseriusan MKR dalam kontestasi internal partai.
Di tengah hangatnya isu pencalonan tersebut, Sekretaris DPD Partai Golkar Maluku, Anos Jeremias, memberikan penjelasan yang cenderung hati-hati. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada proses administratif resmi yang dapat dijadikan dasar untuk mengonfirmasi pencalonan tersebut.
“Kalau terhadap itu, nanti ditanyakan ke panitia karena belum ada laporan. Memang ada informasi, tapi dia belum daftar, jadi kami belum bisa berkomentar,” ujar Anos saat dikonfirmasi pada Senin (20/4/2026).
Anos juga menekankan bahwa seluruh kandidat yang ingin maju harus mengikuti mekanisme dan prosedur yang telah ditetapkan partai. Menurutnya, kepastian siapa saja yang akan bertarung dalam Musda baru dapat diketahui setelah proses pendaftaran resmi dibuka oleh panitia penyelenggara.
Namun, perjalanan menuju Musda Golkar Maluku Tenggara harus mengalami penundaan akibat situasi duka yang mendalam. Agenda tersebut terpaksa ditunda setelah peristiwa tragis yang mengguncang tubuh partai di daerah itu.
Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara saat ini, Agrapinus Rumatora atau yang dikenal dengan nama Nus Kei, meninggal dunia dalam insiden penikaman di kawasan Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (19/4/2026). Peristiwa ini sontak mengejutkan publik dan menciptakan suasana duka yang mendalam, tidak hanya bagi kader partai tetapi juga masyarakat luas.
Insiden berdarah tersebut membuat aktivitas organisasi Golkar di wilayah Maluku Tenggara terhenti sementara. Hingga kini, panitia Musda belum dapat membuka pendaftaran calon ketua baru karena fokus pada situasi yang terjadi serta proses internal partai yang masih dalam masa transisi.
“Kalau sudah buka pendaftaran dan ada yang mendaftar, baru kita bisa tahu siapa saja yang akan maju,” tambah Anos, menegaskan bahwa seluruh proses masih menunggu tahapan resmi berikutnya.
Di sisi lain, aparat kepolisian bergerak cepat dalam menangani kasus penikaman yang menewaskan Nus Kei. Dua orang terduga pelaku telah berhasil diamankan, sementara penyidik masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap motif utama di balik peristiwa tersebut.
Situasi ini membuat perhatian publik Maluku Tenggara terbagi pada dua hal penting, yaitu perkembangan penanganan kasus kriminal yang menelan korban jiwa serta arah baru kepemimpinan Golkar di daerah tersebut. Di tengah sorotan itu, figur MKR yang memiliki latar belakang keluarga dari John Kei kembali menjadi bagian dari perbincangan politik lokal.
Dengan kondisi yang masih dinamis, masa depan Musda Golkar Maluku Tenggara kini menunggu kepastian waktu pelaksanaan baru. Sementara itu, proses konsolidasi internal partai diperkirakan akan berjalan lebih hati-hati sebelum memasuki tahap pemilihan kepemimpinan berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













