Nuklir Iran: Trump Kritik Meloni Soal NATO dan Ketegangan Politik AS–Italia

Avatar photo
Donald Trump dan Giorgia Meloni Nuklir Iran

Menit.co.id – Isu nuklir Iran kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras kepada Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dalam sebuah wawancara yang memicu perdebatan di Eropa dan Amerika Serikat.

Trump dalam pernyataannya kepada surat kabar Italia Corriere della Sera yang dikutip Euro News, menuding bahwa Iran berpotensi menjadi ancaman besar bagi Italia jika memiliki senjata nuklir. Ia bahkan menyebut negara tersebut bisa “menghancurkan Italia dalam dua menit” apabila diberi kesempatan.

“Dia tidak keberatan bahwa Iran memiliki senjata nuklir dan akan meledakkan Italia dalam dua menit jika mereka memiliki kesempatan,” ujar Trump dalam wawancara tersebut.

Pernyataan itu dilontarkan Trump sebagai respons atas penilaiannya bahwa Meloni tidak mendukung langkah Amerika Serikat dalam menghadapi program pertahanan dan keamanan terkait nuklir Iran. Ia juga menilai sikap Perdana Menteri Italia tersebut tidak sejalan dengan kepentingan Washington dalam aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Trump mengaku terkejut dengan sikap Meloni yang menurutnya telah berubah dibanding sebelumnya. Ia bahkan menyebut dirinya salah menilai karakter pemimpin Italia itu.

“Saya terkejut dengan perilakunya. Saya pikir dia punya keberanian, tapi saya salah,” kata Trump. Ia menambahkan bahwa Meloni dinilai tidak berupaya membantu kebijakan AS terkait upaya menyingkirkan ancaman negara yang memiliki kemampuan nuklir Iran.

Dalam pernyataan lanjutan, Trump juga mengkritik Eropa yang dianggap tidak tegas dalam mempertahankan kepentingan strategisnya, termasuk pengawasan di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi energi global. Ia turut melontarkan kritik tajam terhadap NATO dengan menyebut aliansi tersebut sebagai “macan kertas”.

Ketegangan antara Trump dan Meloni juga dipicu oleh komentar Perdana Menteri Italia itu sebelumnya, yang mengkritik pernyataan Trump terkait Paus Leo XIV. Meloni menegaskan bahwa pemimpin Gereja Katolik tersebut memiliki hak untuk menyerukan perdamaian, khususnya dalam konteks konflik yang berkaitan dengan Iran.

Sejak menjabat pada Oktober 2022, Meloni dikenal sebagai salah satu sekutu dekat Trump di Eropa dan kerap dipandang sebagai jembatan antara kepentingan Amerika Serikat dan Eropa. Namun, Trump menyatakan hubungan tersebut kini tidak lagi seharmonis sebelumnya.

Selain isu nuklir Iran, Trump juga menyinggung persoalan imigrasi yang menurutnya melemahkan posisi Italia dan negara-negara Eropa dalam menghadapi tantangan global. Ia menilai kebijakan tersebut turut berdampak pada turunnya daya tawar politik dan keamanan kawasan Barat.

Pernyataan Trump ini segera memicu reaksi dari berbagai kalangan politik di Italia. Menteri Luar Negeri Antonio Tajani menegaskan bahwa Italia tetap menjadi sekutu Amerika Serikat, namun hubungan bilateral harus dijalankan dengan prinsip saling menghormati.

“Kami tetap menjadi pendukung setia persatuan Barat dan sekutu teguh AS, tetapi hubungan ini harus dibangun atas dasar loyalitas, rasa hormat, dan kejujuran timbal balik,” ujarnya.

Sementara itu, pemimpin oposisi Italia dari Partai Demokrat, Elly Schlein, mengecam keras pernyataan Trump. Ia menilai komentar tersebut menunjukkan kurangnya penghormatan terhadap kedaulatan Italia dan warganya, serta berpotensi memperburuk hubungan diplomatik kedua negara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News