Perluasan Vaksin HPV ke Laki-laki untuk Tekan Kanker Serviks

Avatar photo
Vaksin HPV

Menit.co.id – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan akan memperluas cakupan program vaksin HPV dengan mulai menyasar kelompok laki-laki pada tahun ini.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk menurunkan angka penularan virus human papillomavirus yang diketahui sebagai penyebab utama kanker serviks pada perempuan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa selama ini program imunisasi tersebut lebih banyak difokuskan kepada perempuan, terutama anak usia sekolah. Namun, pendekatan tersebut dinilai belum cukup efektif dalam memutus rantai penularan virus di masyarakat.

“Perempuan memang paling terdampak karena berisiko mengalami kanker serviks, tetapi sumber penularannya juga bisa berasal dari laki-laki,” ujar Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, pada Senin, 20 April 2026.

Program vaksin HPV sebelumnya telah menjadi bagian dari upaya pencegahan kanker serviks secara nasional dengan menyasar anak perempuan usia sekolah dasar, khususnya di rentang usia 10 hingga 11 tahun. Seiring waktu, cakupan program tersebut kemudian diperluas ke remaja perempuan untuk meningkatkan perlindungan sejak dini.

Meski kanker serviks secara medis hanya menyerang perempuan, pemerintah menilai strategi pencegahan tidak bisa hanya berfokus pada satu kelompok. Menurut Budi, banyak negara telah membuktikan bahwa pendekatan yang melibatkan laki-laki dalam program vaksinasi mampu memberikan hasil yang lebih optimal dalam menekan penyebaran virus HPV di populasi.

“Jika vaksin hanya diberikan kepada perempuan, maka beban perlindungan menjadi tidak seimbang. Di banyak negara, vaksinasi diberikan kepada laki-laki dan perempuan sekaligus sehingga lebih efektif dalam memutus penularan,” kata Budi.

Ia juga menambahkan bahwa perluasan sasaran vaksin diharapkan dapat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap program imunisasi tersebut. Pengalaman dari berbagai negara menunjukkan bahwa kesetaraan dalam pemberian vaksin membuat masyarakat lebih terbuka dan tidak memandang program ini hanya sebagai tanggung jawab perempuan semata.

Pemerintah menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari strategi kesehatan preventif yang dinilai paling efektif dan efisien dalam jangka panjang. Melalui vaksin HPV, angka kejadian kanker serviks diharapkan dapat ditekan secara signifikan, sekaligus mengurangi angka kematian akibat penyakit tersebut yang masih tergolong tinggi di Indonesia.

“Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa vaksinasi yang dilakukan secara luas dapat menurunkan kasus kanker serviks secara signifikan,” tutup Budi dalam penjelasannya mengenai kebijakan perluasan program tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News